Medika
Membongkar Mitos Seputar Donasi Organ
Usia atau kondisi medis tertentu tidak secara otomatis mendiskualifikasi Anda untuk menjadi donor organ.
Donasi organ sangat penting dilakukan karena dapat menyelamatkan nyawa. Donor organ juga dapat meningkatkan kualitas hidup individu yang menderita gagal organ atau penyakit kronis.
Menurut Dr Kishore GSB, konsultan senior—transplantasi hati dan Dr Piyush K Sinha, konsultan senior-transplantasi hati Rumah Sakit Fortis, Jalan Bannerghatta Bangalore di India, pasien dengan kegagalan organ stadium akhir kerap berulang kali dirawat di rumah sakit. Mereka juga memiliki kualitas hidup yang buruk serta harapan hidup yang berkurang, meskipun memiliki manajemen medis terbaik.
Donasi organ juga memiliki potensi untuk mengubah hal ini dan memberi pasien tersebut kesempatan kedua dalam hidup. Dari sudut pandang keluarga pendonor yang telah meninggal, donasi organ adalah tindakan altruisme tertinggi yang memberikan makna mendalam bagi kehidupan orang yang mereka cintai.
“Bahkan saat duka, tindakan mulia terakhir itu menawarkan penghiburan karena sebanyak delapan penerima dan keluarga mereka akan menerima hadiah yang tak ternilai,” kata Kishore, dilansir Indian Express, Senin (14/8/2023).
Donasi organ juga mendukung penelitian dan kemajuan medis. Organ yang disumbangkan dapat digunakan untuk tujuan penelitian, berkontribusi pada pengembangan perawatan dan teknologi baru.
Namun, ada beberapa mitos seputar donasi organ yang bisa menimbulkan kesalahpahaman. Berikut adalah tujuh mitos umum tentang donasi organ.
Mitos: donor organ menerima perawatan medis yang tidak memadai untuk memastikan pengambilan organ mereka.
Faktanya adalah profesional medis memprioritaskan menyelamatkan nyawa donor organ potensial dan pemulihan organ hanya terjadi setelah semua tindakan penyelamatan telah dilakukan.
Mitos: waktu tunggu organ akan lebih singkat jika penerima mengenal seseorang di dalam sistem.
Faktanya adalah proses dan pembagian organ transparan dan ditata dengan jelas. Itu diawasi oleh Organisasi Transplantasi Organ dan Jaringan Negara (STTO), sebuah badan yang dikelola pemerintah.
Mitos: semua individu yang sakit kritis dengan ventilator dapat menjadi donor organ yang potensial.
Faktanya adalah orang-orang yang dinyatakan mati otak pada dua kesempatan dengan selang waktu minimal enam jam oleh panel ahli dianggap sebagai calon donor organ. Mereka harus dalam kondisi stabil, tanpa infeksi. Donasi organ hanya akan dilanjutkan dengan persetujuan kerabat dan keluarga terdekat.
Mitos: usia atau kondisi medis mencegah Anda menjadi donor organ.
Faktanya adalah usia atau kondisi medis tertentu tidak secara otomatis mendiskualifikasi Anda untuk menjadi donor organ. Profesional medis menilai setiap donor potensial untuk menentukan kesesuaian organ untuk transplantasi.
Mitos: donasi organ bertentangan dengan keyakinan agama.
Faktanya adalah banyak agama besar mendukung donasi organ sebagai tindakan welas asih yang menyelamatkan nyawa. Periksa dengan pemimpin agama Anda untuk panduan khusus.
Mitos: tubuh akan dimutilasi karena donor organ.
Faktanya adalah ahli bedah mengambil tindakan pencegahan ekstra untuk menjahit sayatan dengan cara yang benar. Setelah pengangkatan organ, tubuh tampak hampir sama secara eksternal, hanya dengan jahitan luka.
Mitos: kematian otak dapat diubah dan jika organ disumbangkan, orang tersebut akan mati secara efektif.
Faktanya adalah kematian otak tidak dapat diubah dan melibatkan evaluasi menyeluruh oleh para ahli medis. Pengambilan organ hanya terjadi setelah kematian otak ditentukan secara definitif dan pasien sedang dalam bantuan hidup. Dengan menghilangkan mitos ini, orang dapat membuat keputusan tentang donasi organ dan berkontribusi untuk menyelamatkan nyawa.
Pasien dengan kegagalan organ stadium akhir kerap berulang kali dirawat di rumah sakit.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
Gaya Hidup Pascapandemi dan Risiko Serangan Jantung pada Usia Muda
Gaya hidup yang tidak sehat berperan sangat dominan sebagai penyebab penyakit jantung.
SELENGKAPNYASeperti Apa Rasanya Serangan Jantung? Waspadai Sinyalnya
Ketidaknyamanan seperti mulas, sangat umum dirasa pada serangan jantung.
SELENGKAPNYAHal Menakjubkan tentang Organ Reproduksi Perempuan yang tak Banyak Orang Tahu
Seiring dengan bertambahnya usia, warna vagina bisa menjadi lebih terang.
SELENGKAPNYA
