Pekerja memilah sampah rumah tangga antara plastik dan organik di TPST 3R Nitikan, Yogyakarta, Selasa (4/7/2023). Sejak Januari 2023 TPST 3R berusaha mengelola sampah residu plastik. Dan saat ini pengelolaan sampah ini sudah bisa menekan sampah hampir 75 | Republika/Wihdan Hidayat

Gaya Hidup

Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Rumah

Mulai berbelanja bahan makanan tanpa kemasan, misalnya beras dengan langsung bawa wadahnya,

Berawal dari kegelisahan melihat tumpukan sampah di gunung, aktivis lingkungan Siska Nirmala berinisiatif melakukan gerakan zero waste adventure. Gerakannya itu dimulai dari rumah dengan mengubah gaya hidup minim sampah kemasan.

Saat awal memulai gerakan zero waste life style, pemilik akun Instagram @zerowasteadventure itu belum sepenuhnya tidak memproduksi sampah. “Ada sampah yang saya produksi, seperti bekas produk alat mandi. Tapi, saya mencoba meminimalisasi dan menekan jumlah sampah yang saya hasilkan,” kata Siska dikutip dari Zero Waste Adventure, Kamis (3/8/2023).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Siska Nirmala (@zerowasteadventure)


Aktivis yang berdomisili di Bandung, Jawa Barat itu memiliki beberapa tip sederhana memulai zero waste lifestyle dari rumah.

1. Minum

Jangan membeli air minum kemasan. Anda bisa membawa air minum sendiri, dan mengisi ulang ketika habis. Pastikan juga untuk selalu membawa botol minum sendiri saat pergi.

 
2. Belanja

Lakukan diet kantong plastik dengan menghindari penggunaannya sebisa mungkin. Untuk urusan belanja, Siska menyarankan untuk memilih berbelanja di pasar tradisional alih-alih supermarket. Pastikan untuk membawa kantong belanja sendiri.


Selain itu, Siska menyarankan untuk mulai berbelanja bahan makanan tanpa kemasan, misalnya beras dengan langsung bawa wadahnya, daging, dan lain-lain. Anda juga bisa mulai membawa wadah makanan kosong di dalam tas setiap kali pergi. Wadah ini bisa digunakan sewaktu-waktu Anda ingin jajan, misalnya rujak, batagor, dan lain-lain. “Belanja seperlunya. Semakin sedikit yang kamu bawa ke rumah, makin sedikit sampah yang diproduksi,” ujar aktivis yang juga akrab disapa Pieta itu.


3. Konversi Makanan atau Minuman

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dmc Dompet Dhuafa (@dmcdompetdhuafa)

Mulailah menggunakan teh bubuk daripada kemasan. Teh bubuk biasanya hanya dikemas dalam bungkus kertas, sehingga lebih ramah lingkungan. Selain itu, ampasnya juga organik. Anda juga bisa menggunakan kopi dalam kemasan botol kaca. Jangan beli yang kemasan saset.

Jika Anda suka kopi hitam, Anda bisa membeli dalam bungkus besar sekaligus, yang meminimalisasi sampah. Anda bisa mulai mengurangi makan mi instan demi menghindari sampah. Lebih sering belanja sayur-sayuran.

Belilah sayur jangan di supermarket. Anda bisa membeli di tukang sayur keliling atau pasar tradisional. Anda bisa menjadikan buah-buahan sebagai ganti cemilan kemasan.

 


4. Takakura/composter

Sediakan composter sederhana di rumah, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Composter salah satu syarat penting jika ingin memulai zero waste lifestyle. Composter berfungsi membuang sisa-sisa makanan, atau sampah organik lainnya di rumah.

Siska menjelaskan composter itu sederhana. Sistem kerjanya, kita memberi makan bakteri-bakteri dan lain-lain di tanah dengan sisa-sisa makanan rumah, seperti sisa nasi, potongan sayur, kulit bawang, cangkang telur. Jika Anda tak punya halaman luas, Anda bisa membuat composter sederhana.

Bahannya:

- Tong sampah ukuran sedang, dari besi.

- Karung goni, atau kardus besar untuk melapisi tong sampah yang bolong-bolong. Oksigen tetep bisa masuk ke dalam tanah, dan proses pembusukan jadi sempurna.

- Tanah supersubur.

- Pastikan jangan kehujanan.

Composter sederhana ini dijamin nggak kotor, jorok, berbau. Saya masukkan sisa-sisa makanan, sisa nasi, kulit jeruk, sisa-sisa bumbu masak, dan makanan lainnya. Jangan lupa rajin diaduk setiap hari, biar membantu oksigen masuk ke dalam,” kata Siska. 

Ubah Kebiasaan Harian

photo
Hasil pilihan sampah plastik di TPST 3R Nitikan, Yogyakarta, Selasa (4/7/2023). Sejak Januari 2023 TPST 3R berusaha mengelola sampah residu plastik. Dan saat ini pengelolaan sampah ini sudah bisa menekan sampah hampir 75 ton sampah setiap hari. Sampah residu plastik yang dihasilkan ini sudah ada yang memanfaatkan untuk didaur ulang. - (Republika/Wihdan Hidayat)

Menurut World Bank, setiap orang di planet ini menghasilkan lebih dari satu kilo gram sampah setiap hari. Jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat dalam 15 tahun ke depan. Berikut ini adalah cara-cara yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi dampak terhadap lingkungan seperti dilansir Reuters, Kamis (4/8/2023).

 

1. Sampah sedotan plastik

Di Amerika Serikat saja, 500 juta sedotan plastik digunakan setiap hari, menurut juru kampanye. Sedotan sering kali terlalu kecil untuk didaur ulang dan merupakan salah satu pencemar terburuk di pantai dan dapat terperangkap di perut kura-kura.

Namun, sedotan plastik sekali pakai dapat dengan mudah diganti dengan model stainless steel atau kaca yang dapat digunakan kembali.

2. Membawa botol air dan cangkir kopi yang dapat digunakan kembali

Setiap menit, satu juta botol plastik dibeli di seluruh dunia, menurut data yang diperoleh Guardian. Tingkat daur ulang rendah, dan para juru kampanye mengatakan dengan kecepatan saat ini, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan pada tahun 2050.

Botol air dan cangkir kopi yang dapat digunakan kembali dapat menghemat uang, banyak kedai kopi seperti Starbucks menawarkan diskon untuk pelanggan yang datang dengan cangkir mereka sendiri.

 3. Gunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali

Pekan lalu, Kenya bergabung dengan lebih dari 40 negara lain yang telah melarang, sebagian melarang atau mengenakan pajak kantong plastik sekali pakai, termasuk Cina, Prancis, Rwanda, dan Italia.

Banyaknya kantong yang hanyut ke laut, kemudian mencekik kura-kura, mencekik burung laut, dan memenuhi perut lumba-lumba dan paus dengan kotoran hingga mati kelaparan. Kini, banyak supermarket sekarang menawarkan alternatif seperti kantong plastik yang dapat digunakan kembali, tas kanvas atau katun.

 4. Mulai pengomposan 

Saat dikirim ke tempat pembuangan sampah, sisa makanan melepaskan metana, gas yang lebih kuat daripada karbon dioksida yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Dengan pengomposan, yang membutuhkan tempat sampah meja kecil dan dapat dilakukan di apartemen, limbah makanan diubah menjadi tanah yang kaya nutrisi yang dapat digunakan untuk menanam bunga, pohon, atau makanan.

 5. Beralih ke produk pembalut yang dapat digunakan kembali

Seorang wanita yang menstruasi akan menggunakan ribuan produk pembalut seumur hidupnya - dengan mayoritas menggunakan pembalut, yang sebagian besar terbuat dari plastik, atau tampon. Para peneliti memperkirakan bahwa 20 miliar pembalut dan tampon, dikirim ke tempat pembuangan sampah setiap tahun di Amerika Utara.

Namun, jumlah alternatif terus bertambah, termasuk cangkir menstruasi silikon dan pembalut yang dapat digunakan kembali.

 

6. Berhenti merokok

Puntung rokok adalah barang yang paling sering dibuang di seluruh dunia, dan dianggap sebagai limbah beracun, merusak persediaan air, dan masuk ke dalam rantai makanan. Puntung rokok tidak dapat terurai secara hayati dan terbuat dari potongan-potongan kecil plastik.

 

 
Sekitar 20 miliar pembalut, dan tampon, dikirim ke tempat pembuangan sampah setiap tahun di Amerika Utara.
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Sukuk Hijau Solusi Tekan Emisi Gas Rumah Kaca

Sukuk hijau mendukung proyek pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan

SELENGKAPNYA

Strategi Pengembangan Wakaf Hijau dalam Menjaga Ekosistem Darat

Pembangunan berbasis wakaf sejalan dengan tujuan SDGs dan sesuai dengan maqashid syariah

SELENGKAPNYA

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Dasar

Kegiatan belajar mengajar kembali digelar usai libur panjang semester genap 2023.

SELENGKAPNYA