Sejumlah anak beraktivitas di dekat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Ciwastra yang ditutup sementara di Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/5/2023). | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 35 dari 55 TPS di Kota Bandung mengalami kelebihan kapasitas yang diakibatkan oleh permasalahan di TPA Sarimukti yang saat ini sedang proses normalisasi. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga beraktivitas di dekat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Ciwastra yang ditutup sementara di Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/5/2023). Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 35 dari 55 TPS di Kota Bandung mengalami kelebihan ka | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Warga melintas di depan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Ciwastra yang ditutup sementara di Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/5/2023). Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 35 dari 55 TPS di Kota Bandung mengalami kelebihan kapasi | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Pengendara melintas di samping Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Ciwastra yang ditutup sementara di Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/5/2023). Pemerintah Kota Bandung mencatat sebanyak 35 dari 55 TPS di Kota Bandung mengalami kelebihan | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Peristiwa

Sampah Menggunung di Sejumlah TPS di Kota Bandung

Penumpukan sampah yang terjadi akibat proses pembuangan sampah di TPA Sarimukti terhambat.

BANDUNG -- Sebanyak 35 dari 55 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Kota Bandung mengalami kelebihan kapasitas. Hal ini menyebabkan Pemkot Bandung harus menutup sementara TPS Ciwastra di Rancasari. Penutupan TPS Ciwastra ini dilakukan guna menghindari dampak lingkungan yang lebih parah akibat kelebihan kapasitas sampah.

Namun, warga di sekitar TPS Ciwastra tetap membuang sampah di lokasi tersebut, meskipun telah ditutup sementara.

Permasalahan kelebihan kapasitas di TPS di Kota Bandung disebabkan oleh adanya permasalahan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang saat ini sedang dalam proses normalisasi.

TPA Sarimukti merupakan tempat akhir pembuangan sampah di Kota Bandung, namun terjadi penumpukan sampah yang tidak terkontrol, sehingga mengakibatkan dampak lingkungan yang buruk.

Pemerintah Kota Bandung telah berupaya menangani permasalahan di TPA Sarimukti dengan melakukan normalisasi yang meliputi penambahan alat berat untuk mempercepat pengangkutan sampah, serta melakukan pengurangan jumlah sampah yang masuk ke TPA Sarimukti dengan melakukan kampanye pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. ';