Pengungsi Suriah duduk di truk saat mereka menunggu untuk meninggalkan daerah Arsal kembali ke Suriah, di Arsal di lembah Bekaa, Lebanon, 26 Oktober 2022. | EPA-EFE/WAEL HAMZEH

Internasional

Upaya Perdamaian di Suriah Bergulir

Momentum mendinginkan suasana di Timur Tengah berlanjut menyusul kesepakatan Saudi-Iran.

ANKARA -- Upaya-upaya perdamaian di Timur Tengah terus bergulir mengambil momentum dari normalisasi hubungan Arab Saudi dan Iran. Setelah pihak-pihak yang bertikai di Yaman mulai melunak, kini Suriah juga mulai membuka pembicaraan damai.

Wakil menteri luar negeri Suriah, Turki, Iran dan Rusia akan bertemu pada 3-4 April mendatang di Moskow, Rusia. Pejabat Turki dan Iran pada Selasa (28/3) mengatakan, pertemuan ini bertujuan untuk membangun kontak antara Ankara dan Damaskus setelah bermusuhan selama bertahun-tahun

Tahun lalu, Rusia, para pejabat Suriah dan Turki mengadakan pertemuan dalam upaya untuk menormalisasi hubungan antara negara-negara yang berseberangan dalam konflik Suriah selama 12 tahun. Namun beberapa waktu lalu Presiden Suriah Bashar al-Assad menolak bertemu dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sampai Turki siap menarik militernya dari Suriah utara.

“Pertemuan ini diharapkan menjadi kelanjutan dari pertemuan tingkat menteri yang telah dimulai selama proses normalisasi,” kata pejabat senior Turki yang berbicara tanpa menyebut nama kepada Reuters. “Namun, karena tidak akan ada partisipasi tingkat menteri dan pertemuan akan berada pada tingkat teknis, keputusan yang signifikan belum bisa diharapkan," kata pejabat itu menambahkan.

photo
Pengungsi Suriah duduk di truk saat mereka menunggu untuk meninggalkan daerah Arsal kembali ke Suriah, di Arsal di lembah Bekaa, Lebanon, 26 Oktober 2022. - (EPA-EFE/WAEL HAMZEH)

Rusia menjadi tuan rumah pertemuan menteri pertahanan Suriah dan Turki pada Desember. Iran secara terbuka mendukung pemulihan hubungan tersebut.

Pertemuan wakil menteri luar negeri empat negara sebelumnya dijadwalkan pada Maret, namun ditunda. Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Iran mengkonfirmasi pertemuan tersebut di Moskow pada minggu pertama April.

Sebuah sumber Suriah yang mengetahui pembicaraan tersebut mengkonfirmasi bahwa pertemuan antara wakil menteri luar negeri akan segera dilakukan. Pada Senin (27/3) kantor berita negara Rusia RIA yang mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Bogdanov, melaporkan, wakil menteri luar negeri Rusia, Turki, Iran dan Suriah akan mengadakan konsultasi di Moskow pada awal April.

Turki telah mengirim pasukan ke sebagian besar Suriah utara selama perang, dan telah mendukung oposisi Suriah. Erdogan pernah menyebut Assad sebagai teroris. Erdogan menghadapi tantangan politik terbesar selama dua dasawarsa pemerintahannya, terutama jelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.

Bagaimana Dampak Normalisasi Iran-Saudi - (Republika)  ​

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dan Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amirabdollahian telah sepakat untuk bertemu pada bulan suci Ramadhan. Laporan disampaikan kantor berita negara Saudi SPA pada Senin (27/3). Dalam perang Suriah, Iran cenderung mendukung rezim Assad sedangkan Saudi di pihak para pemberontak.

Kedua menteri berbicara melalui telepon untuk kedua kalinya dalam beberapa hari. "Dalam panggilan telepon tersebut, sejumlah masalah umum dibahas sehubungan dengan perjanjian tripartit yang ditandatangani di Republik Rakyat Cina. Kedua menteri juga sepakat untuk mengadakan pertemuan bilateral di antara mereka selama bulan Ramadhan yang sedang berlangsung,” kata laporan SPA.

Awal bulan ini, Iran dan Saudi sepakat untuk menghidupkan kembali hubungan setelah permusuhan bertahun-tahun. Permusuhan antara kedua negara ini telah mengancam stabilitas dan keamanan di wilayah Teluk dan membantu memicu konflik di Timur Tengah dari Yaman hingga Suriah.

photo
Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdoulahian (kiri) menyapa Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Yaman Hans Grundberg (kanan) di kantor Kementerian Luar Negeri di Teheran, Iran, 13 Maret 2023. Grundberg mengunjungi Iran setelah negara itu dan Arab Saudi sepakat untuk membangun kembali hubungan diplomatik. - ( EPA-EFE/ABEDIN TAHERKENAREH)

Kesepakatan antara kekuatan regional Muslim Sunni dan Syiah Iran berhasil dilakukan melalui perantara Cina. Hasil tersebut diumumkan setelah pembicaraan yang sebelumnya dirahasiakan di Beijing antara pejabat tinggi keamanan dari kedua negara.

Saudi memutuskan hubungan dengan Iran pada 2016 setelah kedutaannya di Teheran diserbu selama perselisihan antara kedua negara atas eksekusi terhadap seorang ulama Muslim Syiah. Saudi itu juga menyalahkan Iran atas serangan rudal dan pesawat tak berawak di fasilitas minyaknya pada 2019 serta serangan terhadap kapal tanker di perairan Teluk. Iran membantah tuduhan itu.

Gerakan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman juga telah melakukan serangan rudal lintas batas dan pesawat tak berawak ke Saudi. Pada 2022, kelompok ini memperluas serangan ke Uni Emirat Arab yang merupakan sekutu Saudi.

Seberapa Sering Kita Perlu Mencuci Pakaian?

Aturannya adalah, semakin dekat pakaian dengan kulit, maka semakin sering harus dicuci.

SELENGKAPNYA

Produksi Beras Panen Raya Diperkirakan Capai 11,29 Juta Ton

Pemerintah disarankan untuk berfokus pada peningkatan efisiensi produksi.

SELENGKAPNYA

Ramadhan, Bulan Diturunkannya Kitab-Kitab Suci

Bukan hanya Alquran, beberapa kitab suci lainnya pun turun kala bulan suci Ramadhan.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya