Terdakwa Putri Candrawathi mencium tangan suaminya, Ferdy Sambo, di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, beberapa waktu lalu. | ANTARA FOTO/Reno Esnir

Nasional

Pleidoi Putri: Ingin Kembali Memeluk Putra-putrinya

Terdakwa Putri Candrawathi minta dibebaskan dari jeratan hukum.

JAKARTA — Terdakwa Putri Candrawathi minta dibebaskan dari jeratan hukum. Permintaan itu ia sampaikan dalam pleidoi atau nota pembelaan pribadinya kepada majelis hakim dalam sidang lanjutan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (J).

Istri dari terdakwa Ferdy Sambo itu mengatakan dirinya tak bersalah, pun tak terlibat dalam dugaan perencanaan pembunuhan Brigadr J di Duren Tiga 46, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (8/7/2022).

“Jika Tuhan mengizinkan, saya ingin kembali memeluk putra-putri kami,” begitu judul pleidoi yang dibacakan Putri di Pengadilan Negeri (PN) Jaksel, Rabu (25/1). 

Dalam pembelaan setebal delapan halaman tersebut, Putri sambil menangis membaca dan menyatakan kebalikan dari kasus pembunuhan Brigadir J tersebut. Bahwa dirinya adalah korban pemerkosaan dan penganiayaan oleh Brigadir J yang terjadi di rumah Magelang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (7/7/2022). Trauma asusila tersebut, kata Putri, begitu melekat dan membekas dalam sisa hidupnya saat ini.

Karena, Putri menyebut, pada 7 Juli yang seharusnya menjadi tanggal pengingat hari jadi pernikahannya bersama Sambo. Tetapi, pada saat yang sama, ia juga dipaksa mengingat peristiwa perih pemerkosaan dan penganiayaan yang dialami. “Jika boleh untuk memilih kembali, rasanya mungkin lebih baik saya menutup rapat-rapat peristiwa menyakitkan yang saya alami tanggal 7 Juli 2022 itu,” ujar Putri. 

photo
Terdakwa Putri Candrawathi. - (Republika/Thoudy Badai)

Namun, Putri bertanya kepada majelis hakim, pun juga kepada jaksa penuntut umum (JPU), tentang apakah dirinya salah menceritakan tentang kekerasan seksual yang ia alami kepada Sambo sebagai suami.

“Saya sangat hancur dan malu sekali saat harus menceritakan kejadian kelam tersebut. Tidak bisa saya jelaskan bagaimana dinginnya suasana saat membicarakan kejadian itu kepada suami saya. Sesekali saya memandang suami saya, matanya kosong, tubuhnya terlihat bergetar, dan tarikan napasnya menjadi sangat berat. Kami berdua (Putri dan Sambo) pun tidak kuasa menahan tangis. Apa yang saya ceritakan dan kami alami itu sangat berat bagi kami,” kata Putri.

Putri menceritakan kekerasan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada Sambo di lantai tiga rumah Saguling III 29, pada Jumat (8/7/2022) setibanya kembali dari Magelang. Keberanian Putri menceritakan pemerkosaan itu kepada Sambo berlanjut ke petaka. Cerita Putri kepada Sambo tentang pemerkosaan yang dilakukan oleh Brigadir J itulah yang menjadi pemicu kejadian perampasan nyawa di Duren Tiga 46 tersebut. 

Namun, dalam nota pembelaannya, Putri mengaku tak tahu-menahu, pun tak pernah ada pembicaraan untuk merampas nyawa Brigadir J. Bahkan, kata Putri, ketika pembunuhan tersebut benar-benar terjadi, pun dirinya tak mengetahui sampai keesokan harinya, Sabtu (9/7/2022). Saat dirinya mengetahui Brigadir J terbunuh lewat cerita Sambo tentang adegan tembak-menembak dengan Bharada Richard Eliezer (RE), hal tersebut menambah beban pikirannya. 

“Saya betul-betul marah kepada suami saya karena dibawa-bawa dalam peristiwa tersebut,” kata Putri. 

Kotak Pandora Kasus Sambo - (Republika)

Namun, Putri mengaku tak dapat menolak nasib. Ketika Sambo ditahan dalam penempatan khusus di Mako Brimob sejak akhir Juli 2022, Putri kembali menceritakan kepada penyidik tentang pemerkosaan dan penganiayaan yang dialaminya di Magelang.

“Yang Mulia majelis hakim, dalam kesempatan ini saya menyatakan siap untuk mempertanggungjawabkan kesaksian saya kepada Sang Pemilik Hidup, Tuhan yang Maha Esa bahwa saya benar-benar mengalami kekerasan seksual dan penganiayaan yang dilakukan oleh Joshua,” ujar Putri.

“Tetapi, saya sepenuhnya tidak pernah sedikit pun menginginkan, menghendaki, merencanakan, ataupun melakukan perbuatan besama-sama untuk menghilangkan nyawa Joshua,” kata Putri melanjutkan.

Putri menegaskan, dirinya yang juga tak pernah mengetahui setelah menceritakan tentang pemerkosaan itu di Saguling III 29, Sambo datang ke rumah Duren Tiga 46. Di rumah Duren Tiga 46 tersebut, Putri mengaku hanya untuk melakukan isolasi mandiri dan beristirahat setelah sepekan sebelumnya berada di Magelang mengurusi anak-anaknya yang bersekolah. Isolasi mandiri ketika itu bersama-sama dengan Brigadir J, terdakwa Richard, terdakwa Bripka Ricky Rizal (RR), dan terdakwa Kuat Maruf (KM).

Kedatangan Sambo yang menyusul ke lokasi isolasi mandiri itu, Putri mengaku tanpa kabar dan sepengetahuannya. Di tempat itu pula, Brigadir J mati di tempat karena ditembak oleh Richard atas perintah Sambo. Sedangkan, Ricky dan Kuat menyaksikan langsung pembunuhan itu. Sementara Putri mengaku berada di dalam kamar yang jaraknya cuma beberapa langkah dari Brigadir J tewas ditembak lima sampai tujuh kali.

photo
Terdakwa Ferdy Sambo. - (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

“Saya sepenuhnya tidak mengetahui suami saya akan datang ke Duren Tiga 46 di tempat saya isolasi mandiri dan beristirahat. Saya sepenuhnya tidak mengetahui terjadinya peristiwa penembakan tersebut karena saya sedang beristirahat di dalam kamar dengan pintu yang tertutup,” kata Putri.

Namun, Putri dalam peristiwa pembunuhan itu tetap dijadikan tersangka, Jumat (19/8/2022). Pada Rabu (30/9/2022) ia dijebloskan ke sel tahanan. Suaminya, Sambo, sudah lebih awal mendekam di sel tahanan setelah ditetapkan tersangka sejak Selasa (9/8/2022).

Putri menyebut, berat baginya menerima keadaan sebagai tahanan. Semakin berat, kata dia, fakta kondisi harus meninggalkan empat anak-anaknya yang juga turut menjadi korban cemooh dan stigma di masyarakat. 

Nasib Putri di persidangan kini sebagai terdakwa dengan sangkaan berat Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Pekan lalu, JPU menuntut Putri selama delapan tahun penjara. Putri meminta majelis hakim benar-benar memutuskan keadilan. Menurut Putri, putusan adil dari majelis hakim bukan cuma harapannya sebagai orang yang bersalah terlibat dalam kasus pembunuhan berencana itu. Namun, kata Putri, putusan adil dari majelis hakim juga untuk keempat anak-anaknya.

“Yang Mulia, sungguh saya ingin menjaga dan melindungi anak-anak kami, mendampingi mereka, dan kembali memeluk mereka serta menebus segala kegagalan saya sebagai seorang ibu. Berbulan-bulan kami terpisah jauh. Entah ke depan, penghakiman yang hanya didasarkan nafsu balas dendam, masih akan terus memisahkan kami. Atau masihkah ada cahaya yang menerangi sanubari kita semua sehingga keputusan yang adil dapat dijatuhkan. Semoga hukuman hanya akan diberikan untuk orang-orang yang benar-benar bersalah,” ujar Putri.

Empat Fakta Hukum Dugaan Kekerasan ke Putri Sambo - (Republika)  ​

Tuntutan delapan tahun penjara untuk Putri dari jaksa lebih ringan dari suaminya. Jaksa dalam tuntutannya meminta majelis hakim menghukum Ferdy Sambo dengan pidana penjara seumur hidup karena diyakini menjadi dalang dan pelaku pembunuhan berencana Brigadir J.

Sedangkan terhadap terdakwa Richard sebagai pelaku eksekutor dituntut 12 tahun penjara. Terhadap terdakwa Ricky dan terdakwa Kuat, masing-masing dituntut delapan tahun penjara atas peran keduanya sebagai pelaku turut serta.

 
Saya sangat hancur dan malu sekali saat harus menceritakan kejadian kelam tersebut.
 

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara

Putri terbukti turut serta, terlibat bersama-sama melakukan pembunuhan berencana.

SELENGKAPNYA

JPU: Brigadir J dan Putri Candrawathi Berselingkuh

Kuat Maruf disebut mengetahui adanya perselingkuhan antara Brigadir J dan Putri.

SELENGKAPNYA

Pemerkosaan Putri yang Diragukan

Pembacaan tuntutan Bharada RE ditunda.

SELENGKAPNYA