Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (21/12/2022). Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Indonesia akan menghentikan ekspor bijih bauksit mulai Juni 2023 untuk medorong industri pengolahan dalam negeri. | ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Kabar Utama

Jokowi Sebut Biaya Haji Masih Dihitung, Akankah Direvisi?

Komponen pembiayaan yang tinggi disebut ada pada biaya pesawat.

JAKARTA -- Usulan kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2023 hingga Rp 69 juta yang disampaikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ikut ditanggapi Presiden Joko Widodo. Presiden menegaskan, usulan yang disampaikan dalam rapat kerja bersama komisi VIII DPR, Kamis (19/1), itu belum final.

"Biaya haji masih dalam proses kajian. Itu belum final. Belum final sudah ramai," kata Jokowi seusai meninjau proyek pembangunan sodetan Kali Ciliwung, Jakarta, Selasa (24/1).

Jokowi menegaskan, usulan kenaikan biaya haji itu saat ini masih dalam tahap kajian dan kalkulasi. "Masih dalam proses kajian, masih dalam proses kalkulasi," ujar dia.

Menteri Agama mengusulkan agar biaya haji tahun 2023 dinaikkan menjadi sebesar Rp 98,8 juta. Dari angka tersebut, biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang dibebankan kepada setiap jamaah senilai Rp 69,1 juta.

Padahal, biaya haji tahun 2022 ditetapkan bagi setiap jamaah di angka Rp 39,8 juta. Artinya, jamaah haji Indonesia harus membayar lebih mahal 73 persen dibandingkan jamaah yang berangkat ke Tanah Suci pada 2022.

 
Masih dalam proses kajian, masih dalam proses kalkulasi.
JOKO WIDODO Presiden RI
 

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menjelaskan, usulan kenaikan biaya haji merupakan bentuk rasionalisasi suasana normal. Hal ini berbeda dengan tahun 2022 lalu mengingat penggunaan nilai manfaat tinggi, tapi jumlah kuota sedikit.

Dia menegaskan, setiap pihak tengah mengupayakan rasionalisasi haji. Pada pertemuan awal Januari 2023 lalu, Menag bertemu dengan menteri haji Saudi untuk membahas hal tersebut dan kemudahan berhaji.

"Bertemu juga dengan Kementerian Haji agar tahun-tahun ke depan dimungkinkan mobilitasnya dan biaya turun," kata dia dalam agenda Media Briefing 'Biaya Haji 2023 Naik?' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (24/1/2023).

photo
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief (Tengah) - (Rep-Zahrotul Oktaviani)

Ia menyebut, pembahasan seputar biaya haji ini juga dilakukan bersama syarikah Saudi. Jika dahulu setiap pelaksanaan haji bekerja sama dengan muasasah, kini dilakukan bersama syarikah selaku holding company. 

Hilman menyampaikan, penetapan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) dan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) telah diatur dalam Pasal 45 UU No 8 Tahun 2019. Kemenag bersama BPKH dan KPK berupaya merumuskan secara proporsional direct cost yang diterima jamaah.

"Direct cost ini mulai dari penerbangan, durasi tinggal sembilan hari di Madinah dan 30 hari Makkah, makan, living cost, sampai pelayanannya. Visa juga direct, sementara embarkasi dan imigrasi masuk nilai manfaat," kata dia.

Hilman menjelaskan, pihaknya juga mengkaji nilai kurs mengingat pembiayaan menggunakan rupiah. "Kemarin nilai kursnya di angka 14.200 sekian, sementara APBN 14.800," ujar dia.

Untuk tahun ini, kisaran kurs dolar yang digunakan adalah Rp 15 ribu. Sementara, hitungan kurs riyal, berada di angka 4.080 naik dari 3.800 tahun lalu. Hilman lantas berharap dalam satu bulan ke depan rupiah bisa membaik sehingga angka kurs turun dan didapat harga yang proporsional.

Adapun terkait komponen pembiayaan yang tinggi disebut ada pada biaya pesawat. Pembiayaan ini bergantung pada jarak dan bahan bakar avtur, yang juga menggunakan kurs dolar. Kemenag bersama Komisi DPR akan mengundang calon-calon vendor atau maskapai untuk membahas perihal biaya. Rasionalitas dan kondisi terkini akan terus diperhatikan.

Lebih lanjut, Hilman menyebut seiring dengan penandatanganan kuota jamaah haji yang dilakukan Menag sebelumnya, di dalamnya terdapat klausa perihal penggunaan maskapai untuk layanan haji. Di dalamnya disebutkan pembagian 50:50 antara maskapai Saudi dan maskapai Indonesia,"kata Hilman.

 
Kami akan menekan serendah-rendahnya dan seefisien mungkin sehingga jamaah bisa berangkat
HILMAN LATIEF Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag
 

Ketua Komite III Bidang Keagamaan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hasan Basri, meminta Kementerian Agama mengkaji kembali usulan kenaikan biaya haji 2023. Pasalnya, kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang mencapai Rp30 juta dinilai memberatkan masyarakat.

“Jika ada perubahan mendadak atas nama istithaah akan sangat merugikan jamaah yang akan berangkat tahun ini sebab mereka harus menyiapkan dana tambahan dengan kisaran Rp 30 jutaan dalam waktu singkat. Bagi mayoritas calon jamaah yang harus menabung bertahun-tahun angka itu cukup besar,” kata Hasan Basri di Jakarta, Selasa (24/1/2023)

Dia meminta Kemenag untuk menghitung lagi dengan perinci struktur pembiayaan BPIH. Menurut dia, penghematan bisa dilakukan di setiap perincian struktur. Senator asal Kalimantan Utara ini turut mempertanyakan kenaikan BPIH yang dilakukan Kemenag tahun ini. Sebab, hal itu dilakukan ketika Pemerintah Arab Saudi justru mengambil kebijakan untuk menurunkan paket biaya haji, baik bagi jamaah domestik maupun luar negeri.

Hasan Basri juga menilai, BPIH Indonesia mestinya tidak perlu naik karena jumlah jamaahnya yang terbesar di dunia. “Jika ada kenaikan Rp30 juta seperti usulan Kemenag dikali kuota haji reguler yang berjumlah 203.320 orang, uang jamaah yang berhasil terkumpul Rp14,06 triliun,” kata dia.

photo
Jamaah haji kloter pertama berjalan di garbarata saat tiba di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (16/7/2022) dini hari. - (Republika/Thoudy Badai)

Minta Penjelasan Rasional, DPR Bentuk Panja Biaya Haji

DPD minta Kemenag mengkaji ulang rencana kenaikan biaya haji 2023

SELENGKAPNYA

Dirjen PHU: Kenaikan Biaya Haji demi Jamaah yang Mengantre

Perlu audit pengelolaan dana haji yang saat ini mencapai Rp160 triliun.

SELENGKAPNYA

Biaya Haji Rp 69 Juta, Calhaj: Ya Allah, Tinggi Sekali

Masih ada dana optimalisasi yang bisa digunakan untuk pelaksanaan haji.

SELENGKAPNYA