Jamaah Pasangan Suami Istri | Rep-Achmad Syalaby Ichsan

Khazanah

Fasilitasi 'Kamar Berkah' Jamaah Pasutri di Tanah Suci

Setelah rukun haji selesai dan sudah tidak mengenakan pakaian ihram, maka tidak ada lagi larangan untuk melepas rindu.

JAKARTA -- Lamanya waktu jamaah haji di Tanah Suci yang berkisar hingga 42 hari menimbulkan persoalan, khususnya bagi pasangan suami istri. Mereka yang tidur terpisah dari pasangannya masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan biologis setelah menjalani ibadah haji. 

Anggota Amirul Haj tahun 2022, Muhammad Khoirul Muttaqin, menyampaikan pentingnya keberadaan fasilitas ghurfatul barakah (kamar berkah) bagi jamaah haji. Menurut dia, pemerintah perlu memperhatikan kebutuhan jamaah haji akan kamar berkah, kamar mesra, kamar cinta, atau kamar rindu.

Khoirul mengatakan, sebetulnya semua jamaah haji yang datang ke Tanah Suci berniat untuk menunaikan ibadah haji. Mereka tidak berpikir untuk bermesra-mesraan dengan pasangannya, apalagi mereka dipisahkan berdasarkan jenis kelamin di Tanah Suci.

"Tapi, ada faktor-faktor yang mendorong mereka untuk melakukan hubungan dengan pasangannya. Setelah menunaikan rukun haji atau ibadah haji dan sudah melepaskan ihram, itu sudah tidak ada larangan (melakukan hubungan badan)," kata Khoirul kepada Republika, Kamis (19/1).

Ia menerangkan, ketika jamaah haji sudah selesai melaksanakan rukun ibadah haji, mereka menunggu antrean kepulangan dan waktunya cukup lama. Pada masa tunggu yang lama itu, biasanya terjadi interaksi suami dan istri yang cukup intensif.  Tidak jarang masa itu menjadi momentum mereka melepas kerinduan dengan pasangannya.

photo
Jamaah haji melakukan sujud syukur saat turun dari pesawat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Kamis (/28/7/2022). Sebanyak 394 jamaah haji kloter pertama Debarkasi Makassar asal Makassar, Soppeng dan Pare-Pare tiba kembali di tanah air seusai menunaikan ibadah haji. - (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe/YU)

Terlebih, mereka tahu bahwa setelah rukun haji selesai dan sudah tidak mengenakan pakaian ihram, tidak ada lagi larangan untuk berhubungan badan. Itulah yang menjadi pemicu mereka untuk melakukan hubungan badan.

"Pemicu lainnya memang ada niat dari pasangan suami dan istri yang masih muda yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan selama di Indonesia. Kemudian mereka berangkat (ke Tanah Suci), mereka punya niat ingin mendapatkan keturunan di sana," ujar Khoirul.

 
Pemicu lainnya memang ada niat dari pasangan suami dan istri yang masih muda yang kesulitan untuk mendapatkan keturunan selama di Indonesia.
MUHAMMAD KHOIRUL MUTTAQIN Anggota Amirul Haj Tahun 2022
 

Ia menjelaskan, keinginan mereka mempunyai keturunan diekspresikan dengan memanjatkan doa di Tanah Suci. Selain itu, mereka memanfaatkan waktu-waktu yang tidak dilarang untuk berhubungan badan dengan pasangannya.

Dia menjelaskan, keinginan jamaah haji melakukan hubungan badan dengan pasangannya tidak bisa dilarang pemerintah karena siapa pun tidak bisa melarang hak mereka. Untuk itu, kata dia, harus ada solusi karena permasalahan tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja.

"Kalau dibiarkan, khawatir menjadi perkara. Ini bisa menjadi pemandangan aneh atau tabu di ruang publik atau di tempat-tempat yang tidak semestinya, maka kamar berkah ini memang perlu diadakan. Selama ini ada banyak istilah, ada kamar berkah, ada kamar mesra, ada kamar cinta, kamar rindu," ujarnya.

Khoirul menjelaskan, selama ini ada kamar berkah karena ada kepedulian para petugas haji atau para mukimin. Biasanya ketua rombongan yang punya kepedulian memfasilitasi jamaah haji. Kemudian, mereka menyediakan kamarnya pada momen-momen tertentu yang tidak dilarang waktunya atau setelah ibadah haji selesai.

"Ada juga mukimin yang kerja sama dengan para pemilik hotel atau apartemen (untuk menyediakan kamar berkah). Sampai hari ini memang belum disediakan oleh pemerintah," ujarnya.

Khoirul mengatakan sudah menyampaikan kebutuhan jamaah haji akan kamar berkah. Menurut dia, kebutuhan jamaah haji ini mungkin perlu diperhatikan. Kalau tidak diperhatikan, hal itu bisa menciptakan suasana yang tidak baik. Karena itu, pemerintah mungkin perlu mengatur keberadaan kamar berkah ini. Baca: Kamar Barokah untuk Pasutri di Tanah Suci.

Pada musim haji 2022, petugas haji dan beberapa jamaah yang menginap di Hotel Arkan Barkah 1, Mahbas Jin, Makkah, sempat menemukan fenomena pasangan jamaah yang hendak memenuhi hasrat biologis mereka. Karena itu, petugas setempat Dikky Syadqomullah dan tiga jamaah lainnya merelakan kamarnya agar pasangan jamaah bisa memenuhi kebutuhan biologisnya dari setelah subuh hingga maghrib. “Namanya ghurfatul barakah. Berkah bagi jamaah, berkah juga bagi kita,” ujar Dikky di Hotel Arkan Barkah, Madinah.

Pada mulanya, Dikky yang merupakan seorang petugas haji daerah (PHD) di Sektor Mahbas Jin mendapatkan usulan dari sejumlah pasutri agar mereka ditempatkan bersama pasangan masing-masing. Kamar yang memang sudah sesuai dengan jumlah jamaah tidak memungkinkan setiap pasangan mendapatkan tempat dengan pasangannya sendiri. Mereka pun mengusulkan agar kamar tersebut dicampur saja. Setiap kamar bisa ditempati oleh dua pasangan.  

photo
Jamaah haji berpelukan dengan kerabatnya setibanya di Wisma Haji Kota Madiun, Jawa Timur, Rabu (20/7/2022) malam. - (ANTARA FOTO/Siswowidodo)

Usulan tersebut mendapatkan protes dari Dikky dan kawan-kawan. Dikky mengungkapkan, penempatan dua pasangan suami istri dalam satu kamar bisa membuat fitnah dan dosa. Padahal, ujar dia, mereka baru saja menjalankan ibadah haji. “Sudah mengepak koper hari itu. Sudah diputuskan. Tapi, saya dan teman-teman bismillah. Saya tawarkan kamar kami jadi kamar barokah,” ujar dia. 

Menurut Dikky, kamar tersebut menjadi kamar berkah untuk memfasilitasi pasangan suami istri yang ingin memenuhi kebutuhan biologisnya. Mereka bisa menggunakan kamar itu tanpa mengganggu privasi orang lain. Kamar yang sudah digunakan lebih dari sepekan itu, ujar Dikky, hanya bisa dipakai selepas subuh hingga menjelang maghrib. Pada malam hari, kunci kamar akan dikembalikan kepada pemilik aslinya agar mereka bisa istirahat.  

Saat kamar digunakan pasutri, penghuni kamar akan mencari aktivitas lain. Mereka bisa beribadah ke Masjidil Haram, belanja, atau beristirahat di kamar temannya. Dengan demikian, pasutri yang menggunakan kamar tersebut tidak terganggu. “Kami ikhlas merelakan kamar kami supaya bisa mendapatkan berkah. Kebutuhan jamaah bisa terpenuhi di kamar ini tanpa terganggu privasinya,” ujar dia.

 
Kami ikhlas merelakan kamar kami supaya bisa mendapatkan berkah. Kebutuhan jamaah bisa terpenuhi di kamar ini tanpa terganggu privasinya.
DIKKY SYADQOMULLAH
 

Bukan cuma kamar Dikky yang dijadikan ghurfatul barakah. Ada dua kamar lainnya yang memiliki fungsi sama. Dua kamar tersebut bernomor 302 dan 306. Kamar itu sudah beroperasi sejak 14 Juli 2022. Para pasutri yang hendak menggunakan kamar tersebut, ujar Dikky, tinggal mengontak penghuni kamar dan menentukan jadwal. Sejauh ini, Dikky menjelaskan, ada lima pasutri yang menggunakan kamar ghurfatul barakah. “Yang penting jangan malam karena kita pakai istirahat,” ungkap dia. 

Petugas PPIH di Sektor 1 Mahbas Jin, Mashuri Mashuda menjelaskan, banyak pasangan suami istri yang tampak mulai bermesraan di tempat terbuka. Hal tersebut, ujar Mashuri, bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi jamaah. Menurut dia, keberadaan ghurfatul barakah patut diapresiasi karena banyak jamaah di Hotel Arkan Bakkah 1 merupakan pasangan suami istri. 

Anggota Amirul Haj, Muhammad Khoirul Muttaqin, mengungkapkan, pemenuhan kebutuhan biologis jamaah juga mendapatkan perhatian pemerintah. Menurut dia, banyak pasangan muda yang menjalankan ibadah haji juga ingin memenuhi kebutuhannya tersebut.

Beberapa jamaah bahkan menyewa apartemen melalui mukimin untuk menghabiskan waktu dengan pasangannya. Jangan sampai, kata dia, jamaah justru berhubungan di tempat yang terbuka hanya karena tidak ada fasilitas di pemondokan karena ada pemisahan jamaah laki-laki dan perempuan.

“Ini akan menjadi urgensi apakah bisa diselesaikan di level ketua rombongan atau ketua regu. Kalau memungkinkan difasilitasi, akan kita fasilitasi,” ujar dia.  

Naiknya Biaya Haji dan Nilai Manfaat yang Terancam Habis

Masih ada diskusi lanjutan bersama DPR tentang persentase yang harus dibayar jamaah.

SELENGKAPNYA

Jokowi Sebut Biaya Haji Masih Dihitung, Akankah Direvisi?

Komponen pembiayaan yang tinggi disebut ada pada biaya pesawat.

SELENGKAPNYA

Minta Penjelasan Rasional, DPR Bentuk Panja Biaya Haji

DPD minta Kemenag mengkaji ulang rencana kenaikan biaya haji 2023

SELENGKAPNYA