Petugas kepolisian menyelidiki lokasi penembakan massal di Star Dance Studio, Monterey Park, Kalifornia, Ahad (22/1/2023) waktu setempat. Sepuluh orang pengunjung klub dansa itu yang kebanyakan lansia meninggal ditembak pelaku pembunuhan. | AP Photo/Jae C. Hong

Internasional

Daftar Penembakan Massal di AS Kian Panjang

Dalam sebulan pada 2023 ini sudah terjadi 33 penembakan massal di AS.

KALIFORNIA -- Sedikitnya 10 orang meninggal dalam penembakan massal di sebuah kelab malam yang menggelar perayaan Tahun Baru Cina (Imlek) di dekat Los Angeles, Amerika Serikat. Penembakan pada Ahad (22/1) waktu setempat itu menambah panjang daftar penambakan massal di Amerika Serikat.

Los Angeles Times melaporkan, setidaknya 10 orang lainnya terluka ketika pelaku melepaskan tembakan di klub dansa itu di Monterey Park. Penembakan itu terjadi di sebuah ruang dansa pada sekitar pukul 22.20 waktu setempat. "Sepertinya" peristiwa itu merupakan insiden tunggal, kata kepolisian setempat.

Terletak di bagian timur Kota California, Montery Park memiliki populasi 61.000 orang, sekitar 65 persen di antaranya adalah warga keturunan Asia.

Star Ballroom Dance Studio dibuka pada 1990. Situsnya menampilkan banyak foto perayaan Tahun Baru Imlek yang memperlihatkan para pengunjung tersenyum dan menari dengan pakaian pesta di ruang dansa yang besar dan terang benderang.

photo
Petugas kepolisian menyelidiki lokasi penembakan massal di Star Dance Studio, Monterey Park, Kalifornia, Ahad (22/1/2023) waktu setempat. Sepuluh orang pengunjung klub dansa itu yang kebanyakan lansia meninggal ditembak pelaku pembunuhan. - (AP Photo/Jae C. Hong)

Menurut seorang guru tari di sana, sebagian besar pelanggannya berusia paruh baya atau lanjut usia, meskipun anak-anak juga menghadiri kelas tari remaja. "Mereka adalah orang-orang yang bekerja normal," kata guru itu tanpa menyebutkan namanya. "Beberapa peserta kelas adalah pensiunan dan hanya latihan biasa atau interaksi sosial," katanya menambahkan.

Tidak ada korban warga negara Indonesia (WNI) pada saat insiden di Kalifornia itu berlangsung. "KJRI Los Angeles telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan masyarakat Indonesia. Hingga saat ini tidak terdapat informasi adanya korban WNI," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, dalam keterangannya, Senin (23/1).

Menurut LA Times, penembak telah diidentifikasikan sebagai Huu Can Tran (72 tahun) seorang warga Hemet, Kalifornia. Tran meninggal karena luka tembak yang dilakukan sendiri di tempat parkir mal, kata sumber penegak hukum.

"Masih belum jelas apa motifnya," kata Sherif Los Angeles County, Robert Luna. "Penyelidikan berlanjut. Kami ingin tahu bagaimana hal mengerikan ini bisa terjadi."

photo
Anggota pasukan SWAT LAPD menyelidiki kendaraan yang digunakan penembak massal di Monterey Park, Kalifornia, Ahad (22/1/2023) waktu setempat. Penembak diketahui bunuh diri setelah terlibat baku tembak dengan polisi. - (AP Photo/Damian Dovarganes))

Ini adalah penembakan massal kedua yang mengemuka di Kalifornia sepanjang bulan ini. Pada 17 Januari lalu, enam orang termasuk seorang ibu muda berusia 17 tahun dan anaknya berusia enam bulan meninggal dibunuh di Ghosen, Tulare County, Kalifornia. Penembakan kala itu diduga terkait sengketa kartel narkoba.

Insiden di Monterey Park adalah yang paling mematikan sejak Mei 2022, ketika seorang pria bersenjata membunuh 19 siswa dan dua guru di sebuah sekolah di Uvalde, Texas. Penembakan paling mematikan dalam sejarah Kalifornia terjadi pada tahun 1984 ketika seorang pria bersenjata membunuh 21 orang di sebuah restoran McDonald's di San Ysidro, dekat San Diego.

Angka kekerasan

Hak memiliki senjata tercantum dalam Amendemen ke-2 Konstitusi Amerika Serikat. Ia dicantumkan dalam undang-undang agar warga bisa melawan jika pemerintah bertindak sewenang-wenang.

photo
Lokasi kekerasan senjata api yang menimbulkan korban tewas di Amerika Serikat sepanjang Januari 2023. - (Hun Violence Archive)

Hal itu dijadikan alasan melawan pembatasan kepemilikan senjata api di AS. Meskipun hingga saat ini, belum ada satu pun Pemerintah AS yang digulingkan melalui pemberontakan bersenjata, dan sebaliknya justru warga yang jadi korban kekerasan bersenjata yang menahun.

Belum sebulan pada 2023 ini saja, merujuk NGO yang menghitung kekerasan bersenjata di AS, Gun Violence Archive, telah terjadi 33 kali penembakan massal. Dari jumlah itu, lima di antaranya adalah pembunuhan massal. Sedikitnya 66 orang meninggal dalam penembakan-penembakan itu sepanjang 2023 ini.

Sekitar 2.500 orang di AS telah menjadi korban senjata api tahun ini, termasuk akibat upaya bunuh ciri. Mereka yang meninggal mencapai 935 orang. Dari jumlah itu, 17 di antaranya adalah anak-anak dan 78 remaja.

Gun Violence Archive melansir, jumlah penembakan massal di AS dengan korban meninggal atau terluka lebih dari empat orang mencapai 735 peristiwa sepanjang 2022. Dari kejadian-kejadian itu, sebanyak 762 orang meninggal dan 2.902 terluka. Lima kejadian terjadi di sekolah atau kampus, dan dua di tempat ibadah.

Tahun Penuh Penembakan di AS - (Republika)

Sepanjang 2021, penembakan massal juga melampaui jumlah hari per tahun sebanyak 692 penembakan massal.

Jumlah total korban penembakan massal di Amerika Serikat sejak 1982 mencapai lebih dari 1.500 orang. Penembakan massal dengan jumlah korban terbanyak terjadi di Las Vegas pada 2016 dengan korban 61 orang meninggal.

Rerata jumlah warga AS yang meninggal akibat kekerasan menggunakan senjata api setiap tahun sekitar 41.000 orang. Jumlah itu setara 111 korban jiwa per hari. Angka itu juga jauh melampui negara-negara berkembang lainnya. Pada 2020 lalu, di tengah pandemi, Amerika mencatatkan rekor kematian akibat senjata api sebanyak 45.222 jiwa.

Ketika pandemi mulai mendera, sebanyak 23 juta senjata api dibeli warga AS sepanjang 2020. Jumlah itu yang terbanyak dalam setahun sepanjang sejarah. Forbes mencatat perputaran uang bisnis senjata di AS diperkirakan mencapai 28 miliar dolar AS.

photo
Daftar penembakan massal di Kalifornia beberapa waktu belakangan. - (Gun Violence Archives)

Total 240 juta dolar AS telah digelontorkan kelompok pelobi hak senjata api untuk politikus Amerika Serikat sejak 1982. Uang lobi tersebut membuat regulasi pembatasan senjata api sukar disahkan.

Jumlah senjata api yang dimiliki warga sipil di Amerika Serikat saat ini totalnya 393,3 juta. Perbandingannya, India pada posisi kedua sebanyak 71 juta senjata, sementara di Indonesia 82 ribu pucuk saja.

Jumlah senjata api yang beredar di AS juga lebih banyak dari populasi manusia. Ada sebanyak 120,5 senjata api untuk setiap 100 orang di Amerika.

Jerman Indikasikan Lampu Hijau Leopard untuk Ukraina

Rusia mengancam balasan lebih hebat bila Barat mengirim tank ke Ukraina.

SELENGKAPNYA

Rasmus Paludan Kembali Bakar Alquran di Swedia

Pemerintah Swedia memberikan ijin aksi ini sebagai kebebasan berekspresi di Swedia.

SELENGKAPNYA

Demi Go International, Mahasiswa UMY Pun KKN di Tanah Suci

Durasi KKN plus umroh dilaksanakan dua bulan.

SELENGKAPNYA