ILUSTRASI Puasa Daud | DOK AP Anupam Nath

Tuntunan

Faedah Puasa Daud

Berpuasa pun bisa membuat diri berada di puncak spiritual.

Sejarah puasa disebut hampir sama tuanya dengan sejarah peradaban manusia. Nabi Adam AS melakukan puasa pada 13, 14, dan 15 atau dinamakan shaum abyadh (puasa mutih).

Puasa ini dilakukannya sebagai upaya permohonan tobat dan ampunan kepada Allah SWT. Perbuatan memakan buah khuldi sungguh sangat disesali Adam. Dia pun harus angkat kaki dari surga dan menempati dunia.

"Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pasti kami termasuk orang-orang merugi" (QS al-A'raf: 23).

Nabi Nuh AS bahkan puasa sepanjang tahun. Nabi-nabi lain juga memiliki tradisi puasa yang amat kuat, termasuk Nabi Daud AS.

Dalam Perjanjian Lama disebutkan bahwa Nabi Daud berpuasa selama tujuh hari pada waktu putranya sakit keras. Untuk memohon kesembuhan dari Allah bagi putranya itu, dia berpuasa sambil menutup diri dalam kamarnya dan terus-menerus menangis karena sedih.

Pada hari ketujuh dari puasanya itu, putranya meninggal dunia. Setelah mengetahui itu, dia tidak meneruskan puasanya lagi. Dia lantas mengganti pola puasanya menjadi sehari puasa kemudian sehari tidak.

photo
ILUSTRASI Berpuasa Ayyamul Bidh diganjar dengan pahala berpuasa sepanjang tahun - (DOK AP Achmad Ibrahim)

Dalam buku Dahsyatnya Puasa Nabi Daud dijelaskan, puasa Daud adalah puasa sunah yang dinilai paling istimewa dibanding puasa lainnya. Puasa Nabi Daud merupakan puasa seimbang karena pelaksanaannya tidak mengabaikan hak dan kewajiban yang lain.

Untuk melakukan puasa Daud, kita harus berniat terlebih dahulu. Status niat dalam rukun ibadah apa pun adalah persyaratan untuk absahnya ibadah. Tidaklah sah sebuah ibadah kecuali dengan niat. "Sesungguhnya setiap amal itu ada niatnya" (HR Bukhari dan Muslim).

Letak niat ada di dalam hati dan tidak harus diucapkan. Namun, memang beberapa ulama nusantara tidak mengucapkan hak ini. Berbeda dengan puasa wajib yang harus berniat pada malam hari bahkan ketika sebelum terbit fajar, puasa Daud tak mensyaratkan demikian.

"Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW menemuiku dan bertanya, 'Apakah kamu mempunyai makanan?' Kami menjawab tidak ada. Beliau berkata, 'Kalau begitu, saya akan berpuasa.' Kemudian dia datang lagi pada hari yang lain dan kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kita telah memberikan hadian berupa hiais (makanan yang terbuat dari kurma, samin dan keju)'."

Berpuasa memiliki banyak faedah, apalagi jika puasa itu dilakukan dengan konsisten. Pertama, orang yang melakukan puasa kerap terjaga dari maksiat. Hatinya akan mengaitkan dia terus-menerus kepada Allah SWT. Ruhiyahnya senantiasa berhubungan dengan Sang Pencipta.

Kecil kemungkinan dia melakukan maksiat dalam kondisi demikian. Rasulullah SAW bersabda, "Puasa adalah benteng yang membentengi seseorang dari api neraka" (HR Ahmad dan Baihaqi).

Berpuasa pun bisa membuat diri berada di puncak spiritual. Dia akan cenderung bersikap dan berakhlak baik. Ia tidak ingin mengotori diri dengan perkataan-perkataan buruk. Akhlak ini muncul saat manusia berada dalam kondisi berpuasa.

 
Segala sesuatu itu ada zakatnya, sedangkan zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separuh dari kesabaran.
HR IBNU MAJAH
 

Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin berkata, "Tujuan puasa adalah agar kita berakhlak dengan akhlak Allah SWT dan meneladan perilaku malaikat dalam hal menahan diri dari hawa nafsu. Sesungguhnya malaikat bersih dari hawa nafsu."

Berpuasa bisa meningkatkan ketakwaan seseorang. Takwa adalah melaksanakan perintah Allah SWT dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Dalam kondisi berpuasa, orang selalu mendekatkan dirinya kepada Allah sehingga dapat mencapai derajat muttaqin lebih mudah.

Sayyid Quthb dalam Fi Zhilalil Qur'an menjelaskan makna QS al-Baqarah ayat 13. Tujuan utama puasa adalah takwa, yaitu takwa yang terbangun di dalam hati sehingga membuatnya mampu melaksanakan kewajiban karena taat kepada Allah dan memilih keridhaan-Nya. Takwa yang menjaga hati dari rusaknya puasa karena maksiat.

Lewat puasa Daud, seseorang juga akan mendapat pendidikan sabar. Puasa Daud akan membuat kita lebih bersih dalam emosi dan spiritual. Puasa sunah ini juga bisa disebut sebagai zakat jiwa.

 
Lewat puasa Daud, seseorang juga akan mendapat pendidikan sabar.
 
 

Dalam salah satu hadis, Nabi SAW bersabda, "Segala sesuatu itu ada zakatnya, sedangkan zakat jiwa itu adalah berpuasa. Dan puasa itu separuh dari kesabaran" (HR Ibnu Majah).

Orang yang istiqamah dalam menjalankan puasa Daud pun mampu istiqamah dalam melaksanakan ajaran agamanya. Dia sudah terbukti lulus dalam latihan berpuasa. Meski berat, dia menjalaninya dengan keikhlasan.

Dari istiqamah ini, ia akan istiqamah termasuk dalam menjalankan ibadahnya dengan konsisten. Mulai ibadah ringan hingga berat. Orang yang istiqamah ini tidak akan merasakan keresahan dan kegelisahan di dalam hidupnya.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, 'Tuhan kami adalah Allah.' Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, 'Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu'." (QS Fushshilat: 30-32). 

photo
Warga menyiapkan sambal daun Pegagan (Centella asiatica) untuk menu berbuka puasa di Banda Aceh, Aceh, Rabu (6/4/2022). Menu tradisional sambal daun Pegagan yang diracik dari 44 jenis dedaunan menjadi menu khas berbuka puasa pada setiap bulan Ramadhan di Aceh. - (ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/rwa.)

Malapetaka Belum Usai

Yang disuarakan mahasiswa pada 15 Januari 1974 dinilai masih relevan hingga saat ini.

SELENGKAPNYA

Dua Dekade Tenggelam, Kini Titanic Berlayar Lagi

Titanic membangkitkan berbagai cerita nostalgia yang penuh warna.

SELENGKAPNYA

Arsenal Menangkan Derbi London Utara

Arsenal menaklukkan Tottenham Hotspur 2-0 di kandang Tottenham Hotspur.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya