Pesepak bola Persipura Jayapura Wulf Horota menangis usai menghadapi Persita pada pertandingan Liga 1 di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Bali, Kamis (31/3/2022). | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Olahraga

Ramai-Ramai Bantah Minta Liga 2 Dihentikan

Persipura meminta pemerintah turun tangan.

JAKARTA -- Klub Liga 2 ramai-ramai membantah pernyataan PSSI yang menyebut pemberhentian kompetisi atas persetujuan bersama klub. Sejumlah manajemen klub menegaskan tidak menyetujui pemberhentian liga.

Manajer Persipura Jayapura Yan Permenas Mandenas sangat kecewa dengan keputusan PSSI. Mandenas mengatakan, PSSI tidak mempertimbangkan keputusan tim-tim yang menyerukan bergulirnya kembali kompetisi Liga 2.

Dia pun mempertanyakan surat misterius berisikan persetujuan 20 klub yang tidak ingin melanjutkan pelaksanaan Liga 2. "Saya sangat menyayangkan keputusan Exco PSSI yang terkesan terburu-buru. Saya rasa apa dasarnya 20 klub yang tidak setuju. Tidak diketahui dari mana saja. Seharusnya PSSI merilis ke publik daftar tim-tim yang merasa keberatan kembali bergulirnya kompetisi kembali," kata Yan, Jumat (13/1).

 

 

Kredibilitas PSSI dan PT LIB sangat dipertanyakan mengingat kompetisi tidak digelar hingga tuntas.

YAN PERMENAS MANDENAS, Manajer Persipura Jayapura

   

Yan mendesak agar PSSI dan operator Liga mempertimbangkan kembali keputusannya, mengingat ada tim yang setuju kembali dilanjutkan. Bahkan, beberapa klub di kasta kedua, seperti Persipura sudah memenuhi persyaratan dari PSSI dan PT Liga dalam verifikasi stadion. Persipura sudah melakukan proses verifikasi Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Papua, dengan nilai kategori baik 74,27 persen.

Nilai tersebut bahkan melebihi Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta. Tidak heran Persipura ada di garis terdepan untuk mendesak kembali bergulirnya kompetisi.

"PSSI dan PT Liga harus mendengarkan aspirasi dari para tim yang mendukung dan menolak bergulirnya kompetisi. Pada situasi ini, kredibilitas PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) sangat dipertanyakan mengingat kompetisi tidak digelar hingga tuntas," kata anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra tersebut.

Sistem kompetisi Liga 2 dan Liga 3 sejatinya harus bergulir, mengingat Liga 1 digelar seusai vakum akibat tragedi Kanjuruhan. Akibat persoalan satu klub di Liga 1, tim-tim Liga 2 serta Liga 3 terimbas sehingga akhirnya kompetisi tidak digulirkan dan berhenti di tengah jalan.

"Seharusnya jika Liga 2 dan Liga 3 ditiadakan, Liga 1 tidak usah digulirkan. PSSI seharusnya melakukan seleksi untuk mencari pemain timnas Indonesia nantinya atau membuat surat kepada klub-klub untuk bermain di kompetisi luar wilayah," ujarnya.

Pemerintah diminta turun tangan

Yan meminta pemerintah turun tangan menyusul dikeluarkannya keputusan pemberhentian Liga 2 dan Liga 3 oleh PSSI. "Pemerintah harus turun tangan sehingga situasi dalam pelaksanaan kompetisi Indonesia tidak terganggu dengan keputusan satu pihak tanpa mempertimbangkan banyak aspek."

Yan berujar bahwa pemberhentian liga membuat kredibilitas para pengurus PSSI dan operator liga patut dipertanyakan. Apalagi, kompetisi Liga 1 diputuskan tetap berjalan, tapi tanpa sistem degradasi.

"Animo masyarakat dan pemerintah tinggi jadi tuan rumah Piala Dunia dan target lolos Piala Dunia tidak tercapai. Ini karena sepak bola yang tidak dikelola secara profesional oleh federasi," kata Yan.

Hakikat Cinta

Lewat cinta laki-laki dan perempuan, manusia pun menjadi berbangsa dan bersuku-suku.

SELENGKAPNYA

Surat Misterius Pemberhentian Liga 2

CEO PSCS menyebut klub Liga 2 lebih banyak yang meminta kompetisi dilanjutkan.

SELENGKAPNYA

Sejarah Dana Otsus Papua

Otsus Papua jadi kompromi atas seruan Papua Merdeka

SELENGKAPNYA