vp,,rm
Hikmah hari ini | Republika

Hikmah

Jihad untuk Kemaslahatan

Jihad yang elegan bagi setiap Muslim adalah perbuatan mulia yang menghadirkan kemaslahatan bagi alam semesta.

OLEH MUHAMAD YOGA FIRDAUS

Telah menceritakan Fadhalah bin Ubaid bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Setiap orang yang wafat diakhiri dengan amalnya kecuali orang yang wafat ketika melindungi di jalan Allah, maka amalnya itu senantiasa abadi dan mengalir sampai hari akhir, kemudian ia senantiasa terlindungi dari fitnah Dajjal." Kemudian, Rasulullah SAW bersabda kembali, "Mujahid ialah seseorang yang mampu menolak (hawa nafsu negatif) dirinya sendiri" (HR Tirmidzi). 

Jihad sebagai simbol atas identitas Mukmin yang ideal untuk meneguhkan entitas Islam yang penuh dengan kedamaian. Makna jihad yang sebenar-benarnya ialah bersungguh-sungguh mendidik diri untuk menghindari nilai-nilai keburukan yang mengakibatkan lahirnya kerusakan dalam kehidupan. Melalui jihad yang tepat, kasih sayang dan ampunan-Nya pun dapat mudah kita dapatkan.

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan orang-orang yang berhijrah serta berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mendambakan kasih sayang Allah. Allah Maha Pemberi Ampunan lagi Maha Pemberi Kasih Sayang” (QS al-Baqarah: 218).

Baru-baru ini, kita dihadapkan dengan peristiwa tidak elok mengenai implementasi jihad yang keliru. Bahkan, spirit jihad yang dibangun pun malah menghasilkan petaka hingga mendegradasi nilai-nilai kemanusiaan yang luhur dalam kehidupan.

Maka dari itu, kita bersama-sama mengemban tugas besar untuk memperbaiki pemahaman mengenai pesan jihad, terkhusus dalam konteks menjadikannya sebagai jalan keluar bagi permasalahan kehidupan masyarakat sekarang.

Menyelami definisi jihad yang dapat menghadirkan kemaslahatan bagi alam semesta. Menepis keras pemahaman jihad sebagai jalan untuk menebarkan teror yang keji hingga melahirkan kemudaratan.

Pada masa Rasulullah SAW, jihad memiliki tendensi pada aksi peperangan. Menggaungkan semangat perjuangan untuk meraih kejayaan Islam. Namun, sangat tidak tepat apabila pemahaman mengenai jihad tersebut diimplementasikan pada masa sekarang.

Islam memberikan pesan konstruktif bahwa jihad bukan tentang perang menentang setiap musuh, melainkan jihad di dalam kehidupan memiliki makna dan nilai yang bervariasi. Seperti halnya pada konteks jalinan sosial dan menjaga nilai-nilai kemanusiaan. 

Jihad menjelma menjadi perbuatan mulia pada aspek sosial untuk kehidupan pada masa sekarang. Ketahuilah bahwa masih banyak saudara kita sekarang yang dihampiri oleh krisis dan kekosongan dalam kehidupannya karena ujian dan musibah yang tiba-tiba melanda.

Meneguhkan sikap empati kepada sesama sebagai simbol cahaya kedamaian Islam yakni dengan membantu saudara kita ketika mengalami kesulitan dan memerlukan bantuan.

Sungguh, jihad yang elegan untuk setiap Muslim yang cerdas adalah perbuatan mulia yang menghadirkan kemaslahatan bagi alam semesta.

Allah berfirman, “Tidak ada kemaslahatan dari banyak perbincangan khusus mereka kecuali perbincangan khusus yang dilakukan oleh orang-orang yang menyeru untuk bersedekah, beramal kebaikan, atau menyelenggarakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa yang beramal demikian untuk menggapai keridhaan Allah maka kelak Kami akan menghadiahkannya pahala yang besar” (QS an Nisa’: 114).

Wallahu a’lam.

Berhubungan Intim tanpa Ejakulasi, Wajibkah Mandi Junub?

Jika terjadi kesepakatan bertemunya dua jenis alat kelamin yang berbeda, hal itu mewajibkan mandi janabah.

SELENGKAPNYA

Janganlah Bersedih Saat Musibah

Janganlah Anda merasa sedih dengan musibah yang menimpa Anda.

SELENGKAPNYA

Notaris Meng-imla'-kan Perjanjian

Perlu juga untuk memastikan bahwa yang dibacakan itu tersampaikan dan dipahami.

SELENGKAPNYA