Pendukung timnas Brasil memasang banner yang mendoakan kesehatan Pele pada saat pelenyelenggaraan 16 besar Piala Dunia Qatar 2022 antara Brasil dan Korea Selatan. | EPA-EFE/Abedin Taherkenareh

Piala Dunia

Saling Respek Mbappe dan Pele

Pele terus menunjukkan perbaikan progresif secara umum, khususnya untuk infeksi pernapasannya.

DOHA -- Legenda sepak bola Brasil Pele menjadi sorotan di tengah ingar bingar Piala Dunia Qatar 2022. Namun, bukan sepak bola yang membuat namanya kini menjadi perhatian, melainkan kondisi kesehatan yang membuatnya harus mendapatkan penanganan intensif dari dokter karena penyakit kanker usus besar dan infeksi pernapasan.

Dukungan dan doa terhadap kesembuhan Pele mengalir dari insan sepak bola dunia. Striker Prancis Kylian Mbappe menjadi salah satu pemain yang memberikan doa kepada seniornya itu. "Berdoa untuk Sang Raja," tulis Mbappe di Twitter pribadinya, beberapa hari lalu.

 

Dilansir dari Marca, Jumat (9/12), Pele sempat dirawat intensif sejak akhir bulan lalu di Rumah Sakit Albert Einsten, Sao Paulo. Jumat (2/12) lalu, media Brasil melaporkan, Pele mengalami metastasis karena kankernya telah menyebar ke paru-paru, hati, dan ususnya. Pele pun mendapatkan perawatan paliatif karena tidak lagi merespons pengobatan.

Selain itu, dia juga positif Covid-19 yang menyebabkan pernapasannya terganggu. Tindakan harus dilakukan karena usianya yang sudah 82 tahun. Laporan terbaru dari rumah sakit menyampaikan, kesehatan sang Raja, julukannya, telah berkembang dengan baik dalam beberapa hari terakhir.

Pele pun merespons ucapan doa dari Mbappe di media sosial. Ia berterima kasih atas doa kesembuhannya. Pada kesempatan yang sama. Pele juga memuji Mbappe yang memecahkan rekornya sebagai pencetak gol terbanyak Piala Dunia di bawah usia 24 tahun dengan sembilan gol.

"Terima kasih Mbappe, aku senang melihatmu memecahkan satu lagi rekorku di kejuaraan ini, kawan!" tulis Pelé.

 
 
Dia tetap di kamar standar, dengan tanda-tanda vital yang stabil, sadar dan tanpa komplikasi baru.
 
 

Pemenang Piala Dunia tiga kali itu juga meminta penggemarnya tenang dan berpikir positif setelah dokter di rumah sakit tempat Pele dirawat memastikan kondisinya membaik dan stabil.

"Teman-teman, saya ingin membuat semua orang tetap tenang dan positif. Saya kuat, dengan banyak harapan dan saya mengikuti perawatan saya seperti biasa," tulis Pele di Instagram pribadinya, dikutip dari Mirror.

Mantan pemain Santos itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim medis dan perawat atas tindakan mereka. Ia mengatakan percaya pada ketentuan Tuhan. Pesan cinta dan doa dari orang-orang di seluruh dunia membuat dirinya semangat menjalani ujian yang tengah dihadapi. "Dan menonton Brasil di Piala Dunia juga! Terima kasih banyak untuk semuanya," katanya.

Dokter yang merawat Pele melalui rilis yang dikeluarkan pada Selasa kemarin juga meyakinkan penggemar agar tenang. Dalam pernyataannya, pasien terus menunjukkan perbaikan progresif secara umum, khususnya untuk infeksi pernapasannya. "Dia tetap di kamar standar, dengan tanda-tanda vital yang stabil, sadar dan tanpa komplikasi baru," demikian bunyi rilisnya.

 
 
Terima kasih Mbappe, aku senang melihatmu memecahkan satu lagi rekorku di kejuaraan ini, kawan!
 
 

Pele salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa setelah memenangkan Piala Dunia tahun 1958, 1962, dan 1970 bersama Brasil. Dia satu-satu pesepak bola putra dalam sejarah yang menjadi juara Piala Dunia tiga kali dan tetap menjadi pencetak gol terbanyak Brasil dengan 77 gol dalam 92 pertandingan.

Pele mencetak lebih dari 1.000 gol dan memenangkan banyak trofi untuk tim Brasil, Santos, tempat dia menghabiskan sebagian besar kariernya. Dia memenangkan enam gelar liga Brasil dan Copa Libertadores dua kali sebelum menyelesaikan hari-harinya bermain dengan klub Amerika Serikat, New York Cosmos.

Sejak gantung sepatu pada 1977, Pele telah menjadi duta sepak bola dunia. Kesehatannya memburuk dalam beberapa bulan terakhir saat ia menjalani operasi pengangkatan tumor di usus besarnya pada September 2021 sebelum memulai kemoterapi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pelé (@pele)

Ketajaman Mbappe yang masih berusia 23 tahun menarik publik untuk membandingkannya dengan Pele. Mbappe menjadi pemain remaja pertama setelah Pele yang mencetak gol di final Piala Dunia Rusia 2018 ketika Prancis mengalahkan Kroasia, 4-2. Pele terkenal saat Brasil menang 5-2 atas Swedia pada tahun 1958. 

Mbappe telah memecahkan rekor Pele untuk gol Piala Dunia terbanyak yang dicetak oleh pemain berusia di bawah 24 tahun ketika dia mencetak dua gol dalam kemenangan 3-0 melawan Polandia, menambah jumlah golnya menjadi sembilan.

Catatan gol Mbappe mungkin bertambah ketika Prancis melawan Inggris di perempat final Piala Dunia Qatar 2022 pada akhir pekan ini. 

Picu Kontroversi, Ronaldo Dibela

Belum diketahui alasan Ronaldo tidak bergabung dengan pemain cadangan.

SELENGKAPNYA

Luis Enrique Bakal Tinggalkan Tim Matador

Spanyol tidak tampil menjanjikan saat Piala Dunia 2022 Qatar berlangsung.

SELENGKAPNYA

Kroasia tak Gentar

Kroasia siap menghadapi permainan menyerang tim Samba.

SELENGKAPNYA