Pekerja melintasi areal tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (17/8/2022). | ANTARA FOTO/Dian Kandipi

Ekonomi

Smelter Freeport Diminta Pakai Listrik PLN

Progres pembangunan smelter Freeport di Gresik mencapai 45,5 persen.

JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mendorong PT Freeport Indonesia (PTFI) agar lebih dulu memanfaatkan listrik PLN untuk kebutuhan operasional pabrik pemurnian (smelter) di Manyar, Gresik, Jawa Timur. Usulan ini menyusul dari permintaan PTFI atas harga gas khusus smelter.

PLN sendiri menyatakan kesiapannya melistriki smelter Freeport di Gresik. Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN Gregorius Adi Triyanto menjelaskan, PLN siap melayani kebutuhan listrik, khususnya di sektor hilirisasi industri.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Freeport Indonesia (@freeportindonesia)

"Hal ini juga sejalan dengan dorongan Presiden RI Joko Widodo dalam mendorong hilirisasi," kata Gregorius kepada Republika, Selasa (6/12).

Gregorius menjelaskan, saat ini PLN mempunyai cadangan daya listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik industri. Khusus di Jawa, PLN optimistis kekuatan interkoneksi dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk Freeport.

"PLN siap melistriki PT Freeport Indonesia (PTFI) yang berada di kawasan Industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, sesuai dengan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) yang telah disepakati antara PLN dengan BKMS (PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera) selaku pengelola kawasan Industri JIIPE dengan daya sebesar 170 Megavolt Ampere (MVA) secara bertahap," ujar Gregorius.

 
 
Saat ini, pasokan listrik dari PLN juga banyak dan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik industri. Coba dimaksimalkan dulu untuk memanfaatkan listrik PLN.
 
 

Merespons permintaan Freeport menggunakan gas dengan harga khusus, Menteri ESDM mengatakan, harga gas khusus ditujukan untuk industri tertentu, sedangkan smleter ini tidak masuk dalam kategori tersebut. "Ini kan smleter banyak, kalau Freeport dapat, yang lain minta gasnya dari mana?" ujar Arifin, belum lama ini.

Justru, Arifin mendorong agar Freeport bisa memaksimalkan listrik dari PLN untuk kebutuhan operasional pabrik smelter ke depan saat mulai beroperasi. Langkah ini sekaligus untuk bisa menyerap berlebihnya pasokan listrik di PLN.

"Saat ini, pasokan listrik dari PLN juga banyak dan cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik industri. Coba dimaksimalkan dulu untuk memanfaatkan listrik PLN," ujar Arifin.

Freeport sendiri hanya menjelaskan perkembangan pembangunan smelter di Gresik. Juru Bicara Freeport Indonesia Riza Pratama menjelaskan, hingga Oktober tahun ini progres pembangunan smelter Freeport di Gresik mencapai 45,5 persen. Dengan realisasi pembangunan itu, Freeport sudah menggelontorkan investasi untuk pembangunan sebesar 1,45 miliar dolar AS.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PLN (@pln_id)

"Kami terus melakukan pembangunan smelter dengan jadwal yang sudah disepakati antara perusahaan dan pemerintah yang ditargetkan akan selesai pada akhir Desember 2023 mendatang," ujar Riza kepada Republika, Selasa (6/12).

Riza menjelaskan, tahap berikutnya, jika pembangunan sudah selesai maka Freeport akan melakukan pre-commisioning hingga mulai beroperasi pada Mei 2024. Selain itu, PTFI juga akan secara bertahap meningkatkan kapasitas produksi hingga komersial penuh pada Desember 2024.

"Ramp-up operasi akan berlanjut dan diharapkan mencapai operasi komersial penuh pada bulan Desember 2024," ujar Riza.

 
 
Kami terus melakukan pembangunan smelter dengan jadwal yang sudah disepakati antara perusahaan dan pemerintah
 
 

Smelter Manyar, Gresik, dirancang untuk memiliki kapasitas pengolahan konsentrat tembaga sebesar dua juta ton per tahun. Dengan kapasitas itu, smelter Freeport disebut-sebut bakal menjadi tempat pengolahan tembaga terbesar di dunia.

Menurut rencana, hasil pengolahan smelter Gresik akan ditambahkan dengan kapasitas pengolahan smelter yang telah beroperasi, yakni PT Smelting dengan kapasitas pengolahan satu juta ton konsentrat tembaga setiap tahun. Dengan demikian, setelah smelter di Manyar, Gresik, beroperasi, Freeport akan mampu mengolah tiga juta ton konsentrat tembaga per tahun.

Memperkuat Kontribusi BPRS dalam Ekosistem Syariah

Saat ini, belum banyak BPRS yang masuk ke ranah pembiayaan properti.

SELENGKAPNYA

Rupiah Digital Terhubung dengan Mata Uang Global

BI belum memberikan batas waktu peluncuran rupiah digital.

SELENGKAPNYA