vp,,rm
Hikmah hari ini | Republika

Hikmah

Merawat Ikhlas

Merawat ikhlas harus dilakukan terus menerus.

OLEH MOCH HISYAM

Bila ikhlas dan amal diibaratkan ruh dan jasad, ikhlas adalah ruhnya dan amal adalah jasadnya. Artinya, seberapa pun banyak amal yang kita lakukan bila tanpa disertai keikhlasan maka amalnya mati tak berguna dan tidak diterima oleh Allah SWT. Laksana jasad pada tubuh yang tidak memiliki ruh.

Oleh karena itu, ikhlas itu hal yang utama yang harus kita pelihara dan kita rawat karena tanpa keikhlasan amal tidak akan diterima. Dengan demikian, merawat keikhlasan merupakan upaya kita untuk menjaga agar amal-amal yang kita lakukan tetap hidup dan ada dalam penerimaan Allah SWT.

Merawat ikhlas tak semudah mengucapkannya. Dalam merawat keikhlasan dibutuhkan ilmu, hati, mujahadah dan keistiqamahan. Secara sederhana ikhlas sendiri yaitu kita melakukan segala pekerjaan ataupun ibadah hanya semata-mata ingin mendapatkan ridha Allah SWT.

Merawat ikhlas harus dilakukan terus menerus baik saat akan beramal, tengah beramal dan di akhir amal karena boleh jadi saat kita beramal kita ikhlas, tetapi di tengah beramal karena merasa dilihat oleh orang lain ia melakukannya dengan riya yang menjadikan keikhlasannya menjadi sirna.

Ataupun, kita telah beramal dengan ikhlas, tetapi setelah beramal kita menyebut-nyebut amal yang kita lakukan diiringi dengan ujub dan takabur, maka amal yang telah kita lakukan bagaikan debu di atas batu yang dihempaskan angin.

Merawat ikhlas sama dengan memegang teguh ketauhidan. Sedikit saja tercampuri oleh kesyirikan baik syirik khafi maupun jali, maka ikhlas itu akan menghilang.

Upaya yang harus kita lakukan dalam merawat keikhlasan adalah dengan menanamkan ketauhidan pada diri kita dengan mengesakan Allah SWT, meyakini hanya kepada-Nya manusia menyembah dan memohon pertolongan. “Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (QS al-Fatihah: 5).

Selain itu, meyakini bahwa mampunya kita beramal karena bantuan dan pertolongan Allah SWT. Seorang ulama menasihatkan, "Perbaikilah amal perbuatanmu dengan ikhlas dan perbaikilah keikhlasanmu itu dengan perasaan bahwa tidak ada kekuatan sendiri, bahwa semua kejadian itu hanya semata-mata karena bantuan pertolongan Allah saja."

Kemudian, merasa takut bila amal kita tidak diterima oleh Allah SWT.  Allah SWT  berfirman: "Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka." (QS al-Mu'minun [23]: 60).

Dan tak kalah pentingnya adalah dengan memperbanyak doa dan berzikir. Memperbanyak istighfar bisa menjaga niat kita agar tidak melenceng dari niat selain pada Allah. Di antara doa yang diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah saw agar selalu ikhlas adalah: “Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu sementara aku mengetahuinya, dan aku pun memohon ampun terhadap perbuatan syirik yang tidak aku ketahui." (HR Ahmad).

Semoga kita diberi kemampuan oleh Allah SWT untuk dapat merawat keikhlasan yang dengannya ketauhidan kita makin kokoh dan amal-amal yang kita lakukan ada dalam penerimaan Allah SWT. Amin.

Wallahu a'lam.

Liga 1 Digelar Tanpa Penonton

Kapolri klaim sudah evaluasi penggunaan gas air mata di dalam stadion.

SELENGKAPNYA

Piala Dunia dan 'Harga Selangit'

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi turnamen sepak bola termegah sekaligus termahal yang pernah ada.

SELENGKAPNYA