Wakil Sekjen MUI Buya Pasni, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, Ketua LSBPI MUI Habiburrahman El-Shirazy, dan Ketua Panitia Sayembara Menulis Skenario Film Pendek Islami Agus Idwar dalam acara pengumuman pemenang Sayembara Menulis Skena | Dok LSBPI MUI

Khazanah

Dorong Kaum Muda Ciptakan Film Islami

LSBPI MUI terus berupaya menumbuhkan literasi masyarakat, khususnya anak dan remaja.

JAKARTA -- Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam Majelis Ulama Indonesia (LSBPI MUI) menggelar Sayembara Menulis Skenario Film Pendek Islami pada akhir September sampai 10 November 2022. Naskah skenario film berjudul "Menjenguk Engku Lahi” dan “Gobak Sodor” berhasil memenangkan sayembara tersebut.  

“Menjenguk Engku Lahi” karya Aida Radar menjadi juara pertama untuk kategori umum dan mahasiswa. Sedangkan skenario film berjudul “Gobak Sodor” karya Grestin Dwi Vanya menjadi juara pertama untuk kategori pelajar. Para pemenang sayembara ini diumumkan di gedung MUI Pusat, Jakarta, Senin (5/12). 

Terkait sayembara ini, Ketua LSBPI MUI Habiburrahman El-Shirazy menyampaikan, satu amanah Munas MUI 2020 untuk LSBPI adalah mengedukasi anak muda Muslim mencipta karya seni Islami berkualitas. "Maka, LSBPI menunaikan amanah tersebut dengan mengadakan workshop penciptaan karya seni dan sayembara mencipta karya seni berkualitas,” kata novelis yang akrab disapa Kang Abik ini.

Menurut dia, Sayembara Penulisan Skenario Film Pendek Islami ini bertujuan mengasah daya cipta para seniman dan anak muda Muslim dalam melahirkan film-film berkualitas ke depan. Menurut dia, film berkualitas tersebut tentunya dimulai dari skenario berkualitas.

“Itulah kenapa dipilih sayembara penulisan skenario. Selain itu, juga untuk menguatkan budaya literasi dalam hal kepenulisan,” ujar dia.

Kang Abik bersyukur, sayembara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Hal ini terbukti dengan ratusan naskah yang masuk ke meja panitia. Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa MUI ada di hati masyarakat. Selain itu, banyak seniman dan anak muda yang kreatif dan memerlukan kanal-kanal untuk menampung hasil kreativitas mereka.

"Ini semua membuat kita optimistis dan bisa berharap bahwa ke depan kesenian, khususnya seni film yang berkembang di Indonesia insya Allah adalah karya seni yang berkualitas dan bergizi,” ujar Kang Abik.

Sebagai salah satu juri, Kang Abik melihat, puluhan naskah yang dikirim para peserta banyak yang bagus dan sarat pesan kemuliaan. Dia berharap para penulis skenario yang ikut sayembara ini terus berkarya, tidak berhenti menulis. "Sehingga lahir skenario-skenario film yang mendidik dan berkualitas, yang itu akan mewarnai perfilman di Tanah Air ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kang Abik juga menjelaskan berbagai kegiatan yang telah dilakukan LSBPI MUI untuk menumbuhkan minat literasi masyarakat, khususnya anak dan remaja.

Selain sayembara penulisan skenario film Islami, LSBPI sudah menggelar workshop teknik menulis skenario dengan mendatangkan Jujur Prananto sebagai tutor. LSBPI juga roadshow ke daerah dengan menggelar talkshow "Remaja Bertanya tentang Seni Budaya dan Ulama Menjawab".

“Selain itu, LSBPI juga mengadakan workshop penulisan kreatif, juga diskusi tentang tokoh-tokoh inspiratif,” kata Kang Abik.

Sementara itu, Ketua Panitia Sayembara Menulis Skenario Film Pendek Islami, Agus Idwar menjelaskan, sayembara ini diikuti 270 peserta, dengan rincian kategori umum dan mahasiswa 204 peserta, sedangkan kategori pelajar 66 peserta.

 
Kategori pelajar diikuti oleh para pelajar dan santri dari berbagai sekolah dan pesantren.
AGUS IDWAR Ketua Panitia Sayembara Menulis Skenario Film Pendek Islami
 

"Hal yang menggembirakan, para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kategori pelajar diikuti oleh para pelajar dan santri dari berbagai sekolah dan pesantren,” ujar Agus.

Dia mengatakan, karya para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas dua tahap. Juri tahap pertama, yaitu Zul Ardiah (sutradara), Irfan Hidayatullah (dosen Universitas Padjadjaran), dan Irwan Kelana (wartawan dan penulis).

Juri final terdiri atas Helvy Tiana Rosa (penulis, dosen, dan produser film), Dani Sapawie (produser film dan sinetron), serta Habiburrahman El-Shirazy (penulis dan ketua LSBPI MUI). “Dewan juri berdebat seru dan cukup panjang, sampai akhirnya memutuskan tiga pemenang untuk masing-masing kategori,” kata Agus.

Ketua dewan juri, Helvy Tiana Rosa, menambahkan, dewan juri senang melihat kreativitas para peserta yang bisa menghasilkan karya yang variatif. Menurut dia, karya peserta berpotensi menjadi tontonan sekaligus menjadi tuntunan. “Karya para pemenang berkualitas, unik, menarik, berpotensi menjadi tontonan yang juga tuntunan,” kata Helvy.

Menurut dia, event seperti ini harus rutin diadakan oleh LSBPI MUI agar dapat ikut mewarnai dunia perfilman nasional, khususnya film Islami.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by LSBPI MUI (@lsbpi)

 

SIPRI: Penjualan Senjata Global Naik 2021

Pada 2021 CSSC Cina menjadi pembuat kapal militer terbesar di dunia.

SELENGKAPNYA

Liga 1 Digelar Tanpa Penonton

Kapolri klaim sudah evaluasi penggunaan gas air mata di dalam stadion.

SELENGKAPNYA

Piala Dunia dan 'Harga Selangit'

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi turnamen sepak bola termegah sekaligus termahal yang pernah ada.

SELENGKAPNYA