Petugas menedis menyuntikan vaksin COVID-19 kepada warga penderita Hemofilia atau gangguan pembekuan darah di RSUD Kabupaten Tangerang, Tangerang, Banten, Selasa (31/8/2021). | ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Nasional

Erick: Indonesia akan Jadi Produsen Tunggal Vaksin Hemofilia

Erick mengaku Bio Farma tengah bersiap memproduksi vaksin hemofilia.

JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus mendorong inovasi dalam holding BUMN Farmasi yang dipimpin PT Bio Farma (Persero). Setelah berhasil membuat vaksin Covid-19, Indovac, Erick mengaku Bio Farma tengah bersiap memproduksi vaksin hemofilia.

Menurut Erick, hemofilia merupakan salah satu kelainan atau penyakit darah dari DNA manusia yang jumlah terjangkit sekitar 600 ribu per tahun. Dia menilai vaksin hemofilia akan memberikan manfaat besar dalam menekan korban jiwa akibat penyakit tersebut.

“Di sini kita berhasil menjadikan Indonesia sebagai produsen tunggal untuk vaksin ini. Kita juga mendistribusikannya untuk wilayah di luar Eropa dan Amerika Serikat (AS). Ini hasil kerja sama dengan ProFactor Pharma, Inggris," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di gedung DPR, Jakarta, Senin (5/12).

Erick menyampaikan, proses produksi vaksin hemofilia antara Bio Farma dan ProFactor Pharma akan mulai berjalan tahun depan. Menteri BUMN menyebut, hal ini selaras dengan langkah transformasi holding farmasi dalam memperkuat ekosistem kesehatan. Pria kelahiran Jakarta tersebut juga tengah mengkaji potensi integrasi konsolidasi holding farmasi pada 2023, termasuk penyatuan aspek logistik.

photo
Dua pasien anak menjalani perawatan di Ruang Thalasemia, Rumah Sakit PMI, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/9/2021). BPJS Kesehatan menghadirkan kemudahan akses pelayanan dan administrasi bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) khususnya penyandang thalasemia mayor dan hemofilia yang menjalani terapi rutin transfusi darah, obat antihemofilia, dan obat kelasi besi di rumah sakit. - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

"Kita terus mendorong bagaimana ketahanan kesehatan kita bisa sesuai. Jadi, tidak hanya konsep, tapi juga benar-benar bisa dijalankan. Salah satu terobosan yang kita lakukan saat berhasil melakukan produksi vaksin Covid buatan kita sendiri yang dinamakan Indovac," katanya.

Erick menilai produksi Indovac dan vaksin hemofilia kian meningkatkan ketahanan sektor kesehatan nasional. Erick menyampaikan Bio Farma juga tengah berupaya agar Indovac ini mendapat persetujuan dari WHO untuk EUA.

Erick menyebut, hal ini selaras dengan target Kementerian BUMN terkait industri kesehatan dalam negeri bisa mengisi 20 persen hingga 25 persen market global pada 2027 atau 2028. Dia mencontohkan langkah konsolidasi BUMN untuk sektor kelapa sawit yang memiliki market share sangat rendah, yakni tiga persen. Kondisi ini membuat BUMN tak memiliki kemampuan dalam mengintervensi pasar.

 
Erick menyebut, hal ini selaras dengan target Kementerian BUMN terkait industri kesehatan dalam negeri bisa mengisi 20 persen hingga 25 persen market global pada 2027 atau 2028.
 
 

"Dengan kita mengonsolidasikan sektor kesehatan, kita harapkan kita bisa mengintervensi ketika pasar obat-obatan ini menjadi tinggi, karena penting sekali kita memastikan pelayanan kesehatan yang maksimal dan obat-obatan yang terjangkau untuk masyarakat," kata Erick menegaskan.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah fokus menggunakan vaksin produksi dalam negeri untuk vaksinasi Covid-19. Saat ini sudah ada dua jenis vaksin yang diproduksi dalam negeri, antara lain vaksin Indovac dari PT Biofarma berbasis virus yang dilemahkan dan vaksin AWCorna dari PT Etana Biotechnologies Indonesia berbasis mRNA.

“Sekarang konsentrasinya beli vaksin dalam negeri yang salah satunya punya Biofarma dan kemungkinan nanti dari Universitas Airlangga,” ujar Menkes Budi. Vaksin Indovac telah diluncurkan Presiden Joko Widodo pada Kamis (13/10) di gedung PT Biofarma, Bandung. 

Liga 1 Digelar Tanpa Penonton

Kapolri klaim sudah evaluasi penggunaan gas air mata di dalam stadion.

SELENGKAPNYA

Piala Dunia dan 'Harga Selangit'

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi turnamen sepak bola termegah sekaligus termahal yang pernah ada.

SELENGKAPNYA

Erick Perkuat CSR BUMN untuk Biayai Usaha Mikro

Erick mengatakan, rasio utang terhadap modal BUMN juga terus mengalami penurunan.

SELENGKAPNYA