Petugas meninjau lokasi jembatan ambruk di Kampung Padengdeng, Desa Jatisari, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jumat (2/12/2022). | Istimewa

Nusantara

Dampak Gempa Garut Masih Dihitung

Laporan sementara dampak kejadian gempa itu ada beberapa rumah yang retak-retak.

GARUT -- Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menerjunkan petugas dari dinas terkait maupun tingkat kecamatan dan desa untuk melakukan asesmen tingkat kerusakan dampak dari bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 di Garut yang terjadi Sabtu (3/12). "Kami sudah berkoordinasi, saya dengan Kapolres dan Dandim untuk melakukan langkah di lapangan, pendataan, asesmen," kata Bupati Garut Rudy Gunawan, Ahad (4/12).

Ia menuturkan gempa bumi yang terjadi di Garut pada Sabtu pukul 16.49 WIB dirasakan sebagian besar masyarakat Garut. Gempa sempat menimbulkan kepanikan karena khawatir seperti kejadian gempa di Cianjur.

Setelah kejadian gempa, Bupati Garut menginstruksikan langsung jajaran dinas terkait terutama BPBD, kemudian para camat untuk segera memberikan laporan apa saja yang rusak maupun dampak lainnya dalam kejadian bencana itu. Ia memastikan tidak ada korban jiwa.

"Kami juga ke daerah terdampak di Kecamatan Bungbulang sudah dicek, dan semuanya sudah memberikan laporan pada camat. Hampir semua kepala desa terutama yang ada di Garut bagian selatan yang dekat dengan laut itu, tidak ada korban jiwa," kata dia.

Laporan sementara dampak kejadian gempa itu ada beberapa rumah yang retak-retak, begitu juga bangunan sekolah rusak yang saat ini tingkat kerusakannya masih diperiksa oleh petugas di lapangan. "Ada rumah yang retak-retak, ada yang plafonnya roboh, ada beberapa sekolah yang rusak. Kini sedang diasesmen," kata bupati.

Setelah kejadian gempa, menurut dia, sudah dilakukan penanganan dengan baik sesuai dengan arahan dari BNPB untuk cepat tanggap. Termasuk segera melakukan langkah mitigasi bencana agar tidak menimbulkan kerugian lebih besar atau korban jiwa.

Ia mengatakan, selain menerjunkan petugas gabungan untuk mengecek daerah yang terdampak, juga menginstruksikan seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk melayani masyarakat, karena dilaporkan juga ada warga yang terluka. "Kami saat ini juga sudah membuka puskesmas dan menyiapkan ambulans di 67 puskesmas," katanya.

Kondisi di Garut, terutama di wilayah selatan yang dekat dengan kawasan pantai dan berbatasan dengan Kabupaten Cianjur, secara keseluruhan aman terkendali. Namun, kata bupati, kondisi yang dirasakan masyarakat Garut setelah gempa itu, yakni kekhawatiran adanya gempa bumi susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. "Kondisi yang sekarang itu justru ada kekhawatiran adanya gempa susulan, seperti yang terjadi di Cianjur," katanya.

Sementara itu, proses pencarian korban hilang gempa Cianjur kembali diperpanjang selama tiga hari ke depan. Hingga Sabtu (3/12) dinyatakan masih ada delapan orang korban hilang akibat bencana gempa di Kabupaten Cianjur.

''Pencarian korban kami usulkan untuk diperpanjang tiga hari setelah dua kali diperpanjang,'' ujar Sekda Kabupaten Cianjur Cecep S Alamsyah, Sabtu sore. Nantinya pemda akan melakukan koordinasi semaksimal mungkin agar korban hilang segera ditemukan.

Hal ini sejalan dengan keinginan keluarga korban agar korban hilang dapat ditemukan. Di sisi lain, upaya pencarian korban hilang gempa Cianjur pada Sabtu (3/12) berhasil menemukan tiga orang jenazah. Sehingga total korban meninggal akibat gempa Cianjur mencapai sebanyak 334 jiwa. Tiga jenazah yang ditemukan dua di Cijedil dan satu jenazah lainnya di Warung Sate Sinta.