Warga menyalakan lilin di Tugu Proklamasi dalam aksi solidaritas terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA), Jakarta, Jumat (20/5). | Republika/ Yasin Habibi

Jawa Timur

Kasus Baru HIV/AIDS Jatim Capai 6.145 Pasien

Pemprov telah meningkatkan unit layanan tes HIV di puskesmas dan rumah sakit.

SURABAYA – Berdasarkan hasil pemeriksaan HIV/AIDS yang dilaksanakan di wilayah Jawa Timur, sepanjang 2022 tepatnya hingga Oktober, ditemukan 6.145 pasien baru HIV. Secara kumulatif, kasus HIV di Jatim tercatat sebanyak 84.959 kasus.

Dari kasus yang ditemukan, baru 23.230 pasien yang mendapatkan terapi ARV. "Masih terdapat kesenjangan antara jumlah kasus yang ditemukan dengan jumlah kasus yang diterapi ARV. Hal ini karena banyak pasien yang telah meninggal maupun putus berobat," kata Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono, Jumat (2/12).

 
Masih terdapat kesenjangan jumlah kasus yang ditemukan dengan jumlah kasus yang diterapi ARV.
ERWIN ASTHA TRIYONO Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur
 

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan akses terapi ARV pada ODHIV (orang dengan HIV), pemprov telah meningkatkan unit layanan testing HIV di puskesmas maupun rumah sakit di wilayah setempat. Yaitu dari 1.178 unit layanan di 2021 menjadi 1.380 unit layanan di 2022.

Selain itu, pihaknya juga telah meningkatkan jumlah layanan terapi ARV, dari 380 unit layanan di 2021 menjadi 420 layanan hingga September 2022. Selain peningkatan akses tes dan pengobatan HIV, pemprov melakukan beberapa upaya penanggulangan HIV AIDS.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Indonesia AIDS Coalition (@koalisiaids)

Di antaranya melakukan penemuan sedini mungkin dengan mengadakan mobile clinic pada populasi kunci dan ibu hamil. "Kemudian melakukan penjangkauan pada populasi kunci yakni LSL (laki-laki seks laki-laki), waria, PSK, dan pengguna narkoba suntik dalam upaya pencegahan penularan HIV termasuk penjangkauan bagi pasien LFU," ujarnya.

Erwin mengaku, pemprov juga rutin melakukan skrining HIV pada ibu hamil, pasien TBC, pasien infeksi menular seksual (IMS), dan populasi kunci. Selanjutnya, melaksanakan notifikasi pasangan kepada orang yang memiliki kontak secara langsung dan memiliki risiko untuk tertular HIV dan IMS dari orang yang sudah terdiagnosis HIV dan IMS.

Dinkes juga  melakukan pemeriksaan EID pada bayi yang lahir dari ibu HIV, pemeriksaan Viral Load pada ODHA yang telah melakukan pengobatan (On ART) selama enam bulan, 12 bulan, dan setiap 12 bulan, untuk mengevaluasi kerhasilan pengobatan pada ODHA.

Kemudian melakukan pemenuhan logistik yang berkaitan dengan HIV (reagent tes HIV, reagen Viral Load, reagen IMS, obat ARV, obat Infeksi Oportunistik, dan bahan habis pakai yang digunakan dalam pemeriksaan HIV).

photo
Petugas tenaga kesehatan melakukan screening dengan tes cepat HIV AIDS kepada warga di Gasibu, Bandung, Jawa Barat, Minggu (20/11/2022). Pemeriksaan tersebut untuk melakukan pendataan, penyaringan, pencegahan dan antisipasi terhadap penyakit HIV AIDS jelang peringatan hari AIDS Sedunia. - (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Selanjutnya, menambah sarana pemeriksaan Viral Load dan penggunaan bersama mesin TCM HIV dan TBC untuk mengukur keberhasilan pengobatan ARV, melakukan kegiatan promosi kesehatan HIV dan IMS, serta mengoptimalkan kolaborasi lintas sektor, lintas program, stakeholder terkait, dan pelibatan komunitas LSM dan masyarakat.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan Hidayat menyebutkan sebanyak 19 orang positif terjangkit virus perusak kekebalan tubuh atau Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang menyebabkan penyakit rusaknya sistem kekebalan tubuh atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

"Data jumlah warga yang positif HIV/AIDS ini sesuai dengan laporan dari masing-masing unit layanan kesehatan yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan per November 2022," kata dia.

Jumlah penderita HIV/AIDS 2022 ini lebih sedikit dibanding 2021. Sebab, pada 2021 penderita HIV/AIDS di Pamekasan terdata sebanyak 22 orang.Menurut Hidayat, warga yang positif terjangkit HIV/AIDS ini kini tengah mendapatkan penanganan khusus dari tim medis Pemkab Pamekasan, terutama terkait dengan pola konsumsi obat antiretroviral (ARV). 

Polisi Kembali Buka Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop UKM

Penyidik akan kembali melakukan pemanggilan saksi dan lainnya untuk diserahkan kepada jaksa penuntut umum (JPU).

SELENGKAPNYA

Harga Beras Melonjak, Distribusi Diminta Diawasi

Perkembangan harga beras di tingkat produsen menunjukkan tren peningkatan.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA