Pemilih mengisi surat suara pada Pemilu Sela 2022 di tempat pemungutan suara di Hillsboro, Virginia, AS, Selasa (8/11/2022). | EPA-EFE/MICHAEL REYNOLDS

Teraju

Biden Bersinar, Trump Kian Redup

Hasil Pemilu 2022 membuat jalan Biden untuk nyapres di Pemilu 2024 semakin lempang.

OLEH HARUN HUSEIN

Joe Biden boleh jadi merupakan presiden tertua di Amerika Serikat. Dan, dalam Pemilu 2020 lalu, dia diledek Donald Trump sebagai ‘sleepy Biden’. Tapi, ibarat pepatah ‘tua-tua keladi’, kiprahnya di kancah politik Amerika, justru bersinar.

Dalam Pemilu 2022, Partai Demokrat menang. Dan, itu membuat jalan Biden semakin lempang untuk nyapres dalam Pemilu 2024. Sebaliknya, kekalahan Partai Republik, membuat Trump disalahkan, dan kansnya untuk kembali ke Gedung Putih kian terbenam.

Pemilu AS 2022 yang pemungutan suaranya dilaksanakan pada 8 November lalu, adalah pemilu sela (midterm election). Sampai artikel ini diturunkan, penghitungan suara dan kursi masih berlangsung. Tapi, ada satu hal yang sudah bisa dipastikan. Partai Demokrat berhasil menguasai 50 kursi Senat –atau separuh dari total 100 kursi Senat. Hal itu membuat rivalnya, Partai Republik, tidak bisa lagi mengontrol majelis tinggi.

Adapun hasil pemilihan anggota DPR (House of Representatives), sejauh ini belum bisa dipastikan pemenangnya. Karena penghitungan suara dan kursinya masih berlangsung. Jumlah kursi kedua partai masih kejar-kejaran.

Melawan kutukan

Kemenangan Partai Demokrat itu, berlawanan dengan kebiasaan selama ini. Biasanya, partai yang mengontrol Gedung Putih, mengalami kekalahan dalam pemilu sela. Dan, hal itu selalu terjadi, bak kutukan pemilu Amerika.

Hal itu karena para pemilu sela telanjur menjadi semacam arena punishment and reward rakyat Amerika kepada presiden dan partai partai berkuasa. Dan, selama ini yang terjadi adalah pemberian punishment berupa anjloknya suara dan kursi partai berkuasa. Tapi, kali ini, yang terjadi adalah sebaliknya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by U.S Elections (us.elections)

Tak heran bila Ketua DPR (House of Representatives) AS, Nancy Pelosi, meluapkan kegembiraannya dengan menyampaikan pernyataan menohok. “Para pengamat di Washington mengatakan kami tidak akan bisa menang [dalam pemlu sela] karena sejarah, sejarah, dan sejarah. Tapi kami tidak menerima begitu saja pendapat para pakar itu, dan fokus pada diri kami dan lawan politik kami,” katanya seperti dikutip ABC.

Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela ini, bahkan dinilai sebagai performa terbaik Demokrat dalam dua dekade terakhir. Dan, semakin melejitkan Joe Biden ke bursa capres 2024. Dan, Nancy Pelosi --politisi senior Demokrat yang sering bersilang kata secara terbuka dengan Donald Trump-- adalah di antara pendukung majunya Biden untuk periode kedua. Dan, jika Biden kembali nyapres pada Pemilu 2024 mendatang, usianya sudah mencapai 91 tahun.

Penentu di Nevada

Penentu kemenangan Demokrat terjadi di negara bagian Nevada. Calon senator Demokrat, Catherine Cortez Masto, berhasil menang tipis atas calon senator Republik, Adam Laxalt. Masto meraih 487 ribu suara (48,8 persen), sedangkan Adam 481 ribu suara (48,1 persen).

Kemenangan Masto yang berdarah Latin itu cukup mengejutkan. Karena, Adam adalah figur kuat. Dia adalah bekas jaksa agung negara bagian, dan bahkan –menurut kantor berita Associated Press (AP)-- didukung langsung oleh bekas presiden Donald Trump.

Sesaat setelah kepastian kemenangannya, Masto yang merupakan senator Latin pertama di Amerika itu berkata dengan lantang, “Nevada menolak para politisi ultra kanan yang bekerja memecah belah kita… Kita menolak konspirasi mereka, serangan mereka kepada para pekerja kita, dan upaya mereka untuk mengekang kebebasan kita.”

photo
Warga menyaksikan siaran televisi terkait hasil Pemilu Sela di Nevada, AS, Selasa (8/11/2022). - (EPA-EFE/CAROLINE BREHMAN)

Berdasarkan hasil pemilu sejauh ini, di Senat Demokrat menguasai 50 kursi, sedangkan Republik meraih 49 kursi. Partai Demokrat akan secara mutlak meraih kontrol atas Senat jika berhasil memenangkan satu kursi terakhir dari Georgia. Tapi, kalaupun tidak berhasil, setidaknya komposisi Senat sudah sama kuat. fifty-fifty.

Dan, hal itu akan berpengaruh besar terhadap jalannya pemerintahan AS, karena berbagai kebijakan pemerintahan Biden tidak akan bisa lagi ditolak sepenuhnya oleh Senat, dan Joe Biden akan leluasa mengatur pemerintahannya di dua tahun sisa masa jabatannya.

Meski hasil pemilu sudah melegakan kubu Demokrat, namun Biden berharap partainya bisa mengamankan kursi mayoritas sederhana 50 persen plus satu di Senat, dengan memenangkan pemilihan untuk memperebutkan satu kursi Senat terakhir di Georgia. Run off election di Georgia akan digelar pada 6 Desember mendatang.

Tak seperti negara bagian lainnya di Amerika yang pemilihan anggota Senatnya menggunakan sistem first past the post (FPTP), Georgia menggunakan sistem dua putaran. Dan, pada pemilihan 8 November, tidak ada calon senator yang suaranya berhasil melampaui mayoritas 50 persen plus satu. Sehingga, siapa yang kelak meraih kursi, akan ditentukan di antara dua calon senator peraih suara terbanyak. Kursi terakhir itu akan diperebutkan Raphael Warnock (senator petahana dari Demokrat) dan penantangnya Herschel Walk (calon senator Republik).

Pemilu dua tahunan

Sekadar informasi, dalam Pemilu 2022, rakyat Amerika memilih seluruh 435 kursi DPR, 35 kursi Senat, sejumlah gubernur, dan jabatan-jabatan lainnya baik di tingkat federal maupun negara bagian, tanpa pemilihan presiden. Pemilu 2022 ini dinamakan midterm election atau pemilu sela, karena diselenggarakan tepat di pertengahan --dari empat tahun-- masa jabatan presiden Amerika Amerika. Presiden AS saat ini, Joe Biden, terpilih pada Pemilu 2020 lalu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by U.S Elections (us.elections)

Pemilu sela ini merupakan even penting dalam dan desain pemilu serentak Amerika. Jadwal pemilu serentak di sana disesuaikan dengan masa jabatan para kandidat yang dipilih. Di mana, masa jabatan presiden Amerika adalah empat tahun, masa jabatan anggota DPR dua tahun, dan masa jabatan anggota Senat enam tahun. Dengan masa jabatan genap itu, setiap dua tahun Amerika menggelar pemilu.

Tahun 2022 ini, Amerika menggelar pemilihan seluruh 435 anggota DPR dan 35 anggota Senat. Tahun 2024 mendatang, Amerika menggelar pemilihan presiden, pemilihan 435 anggota DPR, dan pemilihan 33 anggota Senat.

Khusus pemilihan anggota Senat ini, sepertiga anggotanya dipilih setiap dua tahun. Namun jumlah anggota Senat yang dipilih setiap dua tahun tidak selalu sama, karena jumlah anggota Senat tidak habis dibagi tiga.

Makin percaya diri

Mengapa hasil Pemilu 2022 ini membuat Partai Demokrat berpesta? Selain karena berhasil meraih 50 kursi Senat dan menetralkan pengaruh Partai Republik di majelis tinggi, Demokrat juga berhasil mematahkan ‘kutukan midterm election. Selain itu, dan ini yang paling penting, kubu Demokrat kini makin percaya diri bicara tentang pencalonan presiden periode kedua untuk Joe Biden.

Pada Pemilu 2020 lalu --meski Demokrat menguasai Gedung Putih dengan terpilihnya Joe Biden dan menguasai mayoritas kursi DPR-- Senat masih dikuasai Republik. Saat itu, dari 435 kursi DPR, Demokrat meraih 222 kursi (51,03 persen), sedangkan Republik meraih 213 kursi (48,97 persen). Adapun di Senat, Demokrat menguasai 48 kursi, sedangkan Republik menguasai 50 kursi. Dua kursi lainnya dimiliki senator independen.

photo
Pendukung senator dari Partai Demokrat untuk negara bagian Pennsylvania, John Fetterman, merayakan hasil Pemilu Sela di Pittsburgh, Pennsylvania, Selasa (8/11/2022). - (EPA-EFE/JIM LO SCALZO)

Mengapa penguasaan kedua kamar parlemen itu penting bagi presiden dan partainya? Karena, meskipun jumlah anggota berbeda jauh, namun posisi kedua lembaga itu sama kuat. Sebab, dalam mekanisme kerja parlemen Amerika, sebuah RUU dan kebijakan lainnya, harus dibahas di kedua kamar. Dan, jika salah satu kamar tidak setuju, maka kebijakan tersebut gagal. Sebuah usulan RUU yang sudah disetujui seluruh 435 anggota DPR sekalipun, misalnya, bisa gagal jika tak disetujui mayoritas 50 persen plus satu anggota Senat.

Perlunya pertujuan kedua kamar dalam pengambilan keputusan itu, misalnya dapat dilihat pada upaya pemakzulan (impeachment) Trump yang gagal. Pada 18 Desember 2019, DPR berhasil memakzulkan Trump, setelah dakwaan pertama dan kedua disetujui mayoritas anggota DPR. Tapi, saat dibawa ke Senat yang dikuasai Partai Republik, usulan itu gagal, karena 52 anggota Senat menyatakan Trump tidak bersalah.

Trump dikecam

Bila Joe Biden semakin moncer, sebaliknya dengan Trump. Mantan presiden AS 2016-2020 itu, kini menjadi sasaran kritik dari para koleganya sendiri. Dan, hal itu membuat jalan Trump untuk nyapres di Pemilu 2024 semakin terjal.

photo
Grafis menunjukkan peta politik selepas Pemilu Sela 2022 di Amerika Serikat. - (AP Photo/Phil Holm)

“Ini adalah adalah pemilu ketiga secara berturut-turut Trump merugikan kami,” kecam Gubernur Maryland, Larry Logan, kepada CNN. Yang dimaksud gubernur dari Partai Republik itu adalah kekalahan Partai Republik dalam Pemilu Sela 2018, Pemilu 2020, dan Pemilu Sela 2022. “Dia (Trump) mengatakan bahwa kami akan lelah dengan kemenangan. Well, saya sudah lelah dengan kekalahan,” tandasnya.

Banyak yang menilai kekalahan Partai Republik dalam pemilu sela kali ini merusak karier politik Trump secara serius. Karena,pemilu sela ini seharusnya kesempatan Partai Republik merebut lebih banyak kursi DPR dan Senat, mengigat pemilu sela selalu berdampak negatif kepada partai berkuasa. Tapi, alih-alih terjadi demikian, pengaruh Trump justru dinilai lebih destruktif bagi the Grand Old Party, yang membuat para politisi Republik mulai sering bicara terbuka mengkritik Trump.

Maroko dan Pengembaraan Ibnu Battuta

Selama kurang lebih 29 tahun, Ibnu Battuta telah singgah di 44 negara.

SELENGKAPNYA

Penyesalan Para Pendurhaka

Tidak mungkin para pendurhaka akan diperlakukan sama seperti orang-orang yang patuh dan taat.

SELENGKAPNYA

Adab-Adab Nobar Piala Dunia

Dengan adab itu, Muslim bisa menyaksikan nobar Piala Dunia, tetapi dalam koridor tuntunan syariah.

SELENGKAPNYA