Penjaga gawang Serbia Predrag Rajkovic melakukan penyelamatan. | AP/Darko Vojinovic

Piala Dunia

Isu Perselingkuhan Ganggu Persiapan Serbia

Tentang laga di depan mata, Serbia tak memiliki pilihan lain melainkan harus menang.

DOHA -- Pertemuan antara tim nasional Serbia melawan Swiss pada laga pamungkas Grup G Piala Dunia 2022 bakal berlangsung dalam tempo tinggi. Sebuah partai hidup-mati di Stadion 974, Ras Abu Aboud, Sabtu (3/12) dini hari WIB.

Kedua kubu sedang berjuang memperebutkan satu tiket babak 16 besar. Bersama Kamerun tentunya. Wakil Afrika ini akan menghadapi Brasil pada pertandingan lain.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Football Association of Serbia (@fudbalskisavezsrbije)

Kembali ke duel Serbia vs Swiss. Isu negatif di luar lapangan mewarnai persiapan skuad polesan Dragan Stojkovic. Penyerang the Eagles, Dusan Vlahovic, dikabarkan berselingkuh dengan rekan setimnya yang bernama, Predrag Rajkovic.

Vlahovic jengah mendengar hal itu. Ia merasa perlu tampil ke publik untuk berbicara. Ini menyangkut integritasnya.

"Bukan pertama kalinya hal seperti ini terjadi. Saya berharap orang-orang mendukung tim sebelum pertandingan yang begitu penting. Tetapi sebaliknya, kami dipaksa membicarakan hal-hal yang tidak ada hubungannya dengan itu," kata striker asal klub Juventus ini, dikutip dari Metro.co.uk, Kamis (1/12).

Rumor tersebut nyaring terdengar di negeri Vlahovic. Awalnya, ia enggan menanggapi. Namun, jika dibiarkan, bakal hal tak terkendali.

 
 
Kami lebih bersatu dari sebelumnya, dan atmosfer dalam skuad tidak pernah lebih baik dari saat ini.
 
 

Menurutnya, itu ulah dari sekelompok manusia yang tak bertanggung jawab. Ia siap mengambil tindakan hukum jika diperlukan. Terlepas dari gosip yang beredar, eks Fiorentina ini menegaskan, suasana di kamar ganti tetap kondusif.

"Kami lebih bersatu dari sebelumnya, dan atmosfer dalam skuad tidak pernah lebih baik dari saat ini," ujar Vlahohic.

Tentang laga di depan mata, Serbia tak memiliki pilihan lain. Mereka harus menang. Pasalnya, the Eagles sedang berstatus juru kunci klasemen sementara dan baru mengoleksi sebiji angka.

 
 
Mudah-mudahan kami akan mempersiapkan diri dengan baik, dan kemudian saya yakin kami akan menjadi tim yang dominan, mengambil lebih banyak risiko.
 
 

Jumlah poin anak asuh Stojkovic sama dengan Kamerun di urutan ketiga. Hanya saja, Les Lions Indomptables memiliki selisih gol lebih baik dari Vlahovic dan rekan-rekan. Lalu, bagaimana dengan Swiss?

Rossocrociati selangkah lebih maju. Granit Xhaka dan rekan-rekan bisa saja lolos meskipun cuma meraih hasil imbang. Itu dengan asumsi, dalam pertandingan lain, Kamerun kalah atau bermain seri dengan Brasil.

Skuad polesan Murat Yakin tertahan di tangga kedua tabel klasifika dengan koleksi tiga poin. Namun, pantang bagi sang arsitek untuk mematok target imbang. Ia meminta pasukannya bermain untuk menang.

"Kami tahu kami memiliki kemampuan dan kualitas untuk melakukannya. Mudah-mudahan kami akan mempersiapkan diri dengan baik, dan kemudian saya yakin kami akan menjadi tim yang dominan, mengambil lebih banyak risiko," ujar Yakin, dikutip dari the Analyst.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Nati (@swiss_nati_men)

Ia memprediksi kedua kubu bakal tampil atraktif. Baik Rossocrociati maupun the Eagles sama-sama mengincar hasil maksimal. Ada banyak pemain berkualitas bertempur di lapangan.

Adu taktik dua pelatih turut menyemarakkan pertandingan ini. Menarik dinantikan jalannya duel di arena berkapasitas 44 ribuan kursi itu.

Mencari Pendamping Portugal Menuju 16 Besar

Korsel belum pernah mencetak lebih dari dua gol sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.

SELENGKAPNYA

Operasi Densus 88 Seusai Shalat Subuh

Densus 88 pun langsung bergerak untuk penggeledahan di rumah terduga teroris.

SELENGKAPNYA

Roti Prancis Baguette Tercatat di UNESCO

Keputusan itu dibuat untuk menghormati lebih dari sekadar roti.

SELENGKAPNYA