Presiden Joko Widodo (tengah) meninjau lokasi bencana gempa di Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Nasional

Jokowi Serahkan Bantuan Korban Gempa Cianjur

Pemerintah akan membangun rumah baru di lahan relokasi untuk korban gempa.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo akan menyerahkan bantuan untuk perbaikan rumah yang terdampak gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat pada Senin (5/12) mendatang. Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, bantuan tahap pertama tersebut akan diserahkan kepada sekitar 8.000 penerima.

“Ganti rugi nanti, Insya Allah pada Senin Presiden Jokowi akan menyerahkan bantuan langsung untuk perbaikan rumah, mulai dari rusak rumah ringan, sedang, berat, yang sudah terverifikasi untuk rombongan pertama ini sekitar 8.000 yang nanti akan diserahkan langsung,” kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/12).

Muhadjir menjelaskan, penyerahan bantuan secara langsung oleh Presiden ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga berharap, sektor perekonomian di Cianjur bisa kembali bergerak.

Ia menyampaikan, proses pendataan dan verifikasi untuk seluruh rumah terdampak masih dilakukan. Diperkirakan terdapat sekitar 60 ribu rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa di Cianjur.

“Tapi nanti kan setelah didata kemudian diverifikasi dulu, dipastikan apakah memang sesuai dengan daftar yang disampaikan dari pihak kelurahan itu memang sesuai,” kata dia.

Saat ini, pemerintah sudah mulai mengerjakan perbaikan fasilitas umum yang rusak, utamanya di sektor pendidikan. Sehingga diharapkan proses pembelajaran bagi anak-anak korban gempa tidak tertunda terlalu lama.  

“Sekarang sudah mulai kita tangani untuk fasum, utamanya di sektor pendidikan. Sehingga, jangan sampai pendidikannya berlama-lama terbengkalai, baik nanti ada sekolah-sekolah sementara atau darurat, maupun untuk menangani sekolah-sekolah madrasah,” ujar dia.

photo
Pengungsi berdoa di dalam tenda darurat di Kampung Gasol, Desa Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Sebelumnya pada Rabu (30/11) lalu, Muhadjir beserta rombongan mengendarai sepeda motor untuk mengunjungi Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Desa tersebut merupakan wilayah terdampak parah yang sempat terisolir karena akses yang terputus parah.

Dia juga mengecek beberapa bangunan rumah warga yang terdampak rusak parah. Termasuk juga bangunan sekolah, masjid, dan juga madrasah. Seperti diketahui, berdasarkan data BNPB terakhir per 29 November, sebanyak 14.490 rumah terdata kerusakannya dan telah diverifikasi oleh pihak BNPB.

Sementara, jajaran Polda Jawa Barat juga memastikan kebutuhan air bersih untuk korban gempa dapat tercukupi. Khususnya di wilayah Kecamatan Cugenang yang paling terkena dampak gempa.

photo
Pengungsi beraktivitas di dalam tenda darurat di Kampung Gitung, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan petugas dan unsur terkait terus menyuplai air bersih kepada korban gempa Cianjur. Mereka sangat membutuhkan air bersih selain kebutuhan pangan dan pakaian.

"Kebutuhan air bersih di sini cukup terpenuhi, kita memperhatikan kebutuhan air bersih bagi para korban karena kebutuhan utama," ujar Ibrahim, Kamis.

Ia menuturkan air bersih kebutuhan utama bagi para korban gempa Cianjur. Sebab air pada daerah yang terkena dampak gempa sudah tidak terdapat sumber air,  khususnya di Desa Cugenang.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan daerah relokasi dan pemerintah pusat akan membangunkan rumah warga yang rusak. Lahan relokasi untuk korban gempa tersebut sebesar 16 hektar.

"Jadi 16 hektar telah disiapkan. Nanti Bupati dan tim yang akan menentukan siapa dan penduduk mana yang akan pindah ke sini," kata Suharyanto di Desa Sirnagalih, Kamis.

Bagi warga yang rumahnya direlokasi, akan mendapatkan ganti rumah di tempat yang telah disediakan. Sedangkan rumah yang lama tidak diperbolehkan lagi dihuni masyarakat. Rumah yang lama akan dijadikan daerah resapan air dan daerah hijau.

Identifikasi jenazah

Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi satu jenazah korban gempa pada hari ke-11 atau Kamis (1/12). Ahli Madya Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah Jawa Barat AKBP drg Iwansyah mengatakan, jenazah yang teridentifikasi yaitu Nomor PM 062/022/CJR/154 cocok dengan data ante mortem 120.

photo
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (25/11/2022) - (Republika/Thoudy Badai)

Jenazah itu teridentifikasi sebagai Herman Setiawan, laki-laki, 26 tahun, warga Kampung Cicadas, RT 01 RW 06 Desa Cijedil Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. "Jenazah tersebut teridentifikasi melalui sidik jari, catatan medis dan propertinya," kata Iwansyah.

Saat ini, jumlah total jenazah korban gempa Cianjur yang sudah teridentifikasi hingga Kamis, 1 Desember 2022 yaitu sebanyak 152 jenazah. Sedangkan yang belum teridentifikasi, yang ada di RSUD Sayang itu ada sembilan kantong jenazah.

“Enam kantong berisi jenazah utuh, tiga kantong berisi body part tubuh manusia," kata dia.

Dia mengatakan, hingga Kamis siang, Tim DVI Polri belum kembali menerima kantong jenazah dari Tim SAR Gabungan yang bertugas di lapangan.

Jalur Tambang Parung Panjang-Rumpin Segera Dibangun

Jalur tambang sudah dilaksanakan empat tahun lalu

SELENGKAPNYA

Anggaran Belanja Produk UMKM Capai Rp 3 Triliun

Pelaku UMKM diajak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan melengkapi legalitas usaha.

SELENGKAPNYA

Asuransi Syariah 2023

Disarankan 42 UUS asuransi syariah memulai membangun fondasi persiapan spin off atau konversi tahun depan.

SELENGKAPNYA