Sebuah mobil melintas di dekat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/11/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Utama

BI: Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh pada 2023

Pertumbuhan ekonomi didukung konsumsi swasta, investasi, dan kinerja ekspor.

JAKARTA -- Ekonomi Indonesia diproyeksikan tetap tumbuh pada tahun depan di tengah suramnya prospek perekonomian dunia. Menurut proyeksi Bank Indonesia (BI), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 tetap kuat pada kisaran 4,5-5,3 persen. 

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2022 mengatakan, pertumbuhan ekonomi RI akan terus meningkat menjadi 4,7-5,5 persen pada 2024. "Meski di tengah gejolak ekonomi global yang belum mereda, ekonomi Indonesia terus menunjukkan ketahanan dan prospek yang baik," kata Perry, Rabu (30/11). 

Pertumbuhan tersebut didukung oleh konsumsi swasta, investasi, dan tetap positifnya kinerja ekspor di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) juga diprakirakan menurun pada 2023 dan kembali menurun pada 2024.

Inflasi IHK 2023 ditargetkan pada kisaran 2-4 persen dan 1,5-3,5 persen pada 2024. Inflasi inti ditargetkan kembali lebih awal pada paruh pertama 2023, seiring dengan tetap terkendalinya inflasi harga impor dengan nilai tukar rupiah yang stabil dan respons kebijakan moneter yang front loaded, pre-emptive, dan forward looking.

Perry mengatakan, koordinasi kebijakan yang erat antara pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) dan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), akan dilanjutkan. Tujuannya agar tingkat inflasi dapat terus terkendali. 

"Sinergi dan inovasi merupakan kunci dari prospek kinerja ekonomi Indonesia pada 2023 dan 2024, yang akan melanjutkan ketahanan dan kebangkitan ekonomi," katanya. 

Meskipun menyampaikan prospek optimistis, Perry mengingatkan bahwa optimisme terhadap pemulihan ekonomi perlu terus diperkuat, dengan tetap mewaspadai rambatan dari ketidakpastian global. "Kita harus tetap waspada, termasuk pada risiko stagflasi atau perlambatan ekonomi dan inflasi tinggi. Juga waspada terhadap reflasi atau resesi ekonomi dan inflasi tinggi," katanya. 

Dia mengatakan, risiko koreksi pertumbuhan ekonomi dunia dan berbagai negara dapat terjadi apabila tingginya fragmentasi politik dan ekonomi terus berlanjut. Pengetatan kebijakan moneter juga memerlukan waktu yang lebih lama untuk mampu menurunkan inflasi di masing-masing negara.

Apalagi, bank sentral AS, The Fed, diproyeksikan menahan suku bunga tingginya di level lima persen selama 2023. "Sehingga ini menjadi tantangan pengelolaan moneter di berbagai negara, termasuk Indonesia," katanya. 

Kemarin, Presiden Joko Widodo kembali menyinggung bahwa kondisi dunia saat ini tidak mudah bagi semua negara. Selain menghadapi berbagai krisis pangan, energi, finansial, dan pertumbuhan ekonomi yang anjlok, banyak negara juga akan menghadapi ancaman resesi global.

Jokowi menyebut, resesi global diperkirakan mulai terjadi pada awal tahun depan. “Dan tahun depan, tahun 2023 ini akan jauh lebih sulit lagi untuk semua negara. Dan diperkirakan awal tahun depan sudah masuk kepada resesi global,” kata Jokowi dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Investasi Tahun 2022, Rabu (30/11).

Dalam menghadapi situasi dunia yang sulit saat ini, Jokowi meminta seluruh pihak harus berhati-hati dalam membuat kebijakan karena bisa berdampak langsung kepada masyarakat. “Dalam menakhodai situasi yang sangat sulit ini, semuanya harus hati-hati. Jangan sampai keliru, jangan sampai salah. Begitu salah risikonya gede sekali. Karena situasinya betul-betul situasi yang tidak normal," katanya. 

Jokowi pun meminta agar jajarannya dapat bekerja lebih keras lagi untuk menghadapi berbagai krisis dan ancaman resesi pada tahun depan. Jokowi juga menyampaikan, di tengah situasi saat ini, ada banyak negara berkompetisi untuk menarik investasi.  

Oleh karena itu, Jokowi mengingatkan para pejabat di lingkup pemerintah pusat ataupun daerah agar tak mempersulit proses perizinan investasi. Sulitnya proses perizinan investasi akan berdampak pada kepercayaan investor terhadap Indonesia.

“Kepercayaan yang sudah kita dapatkan, jangan sampai hilang gara-gara kita salah memperlakukan investasi yang masuk ke negara kita, karena ketatnya persaingan dalam merebut investasi,” kata Jokowi. 

KH Shodiq Hamzah, Raih Doktor HC Berkat Tafsir Bahasa Jawa

Tafsir ini menggabungkan antara tradisi penulisan Jawa pegon dengan tulisan Latin.

SELENGKAPNYA

Terus Bangun Ekonomi Syariah 

Perlu keseriusan dan komitmen semua pihak untuk memajukan ekonomi syariah.

SELENGKAPNYA

Neymar di Hotel Saat Brasil Kalahkan Swiss

Neymar satu-satunya pemain yang tak ada di stadion dalam laga tersebut.

SELENGKAPNYA