vp,,rm
Women watch the World Cup group G soccer match between Cameroon and Serbia, at the Al Janoub Stadium in Al Wakrah, Qatar, Monday, Nov. 28, 2022. | AP Photo/Alessandra Tarantino

Kabar Utama

Pendar Nilai Islam di Piala Dunia

Qatar mencoba memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada dunia.

OLEH REJA IRFA WIDODO

Sebagai negara mayoritas Islam pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia, Qatar mencoba memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada dunia. Upaya Qatar itu disebut mampu membuka mata para suporter non-Muslim dan menghilangkan stigma negatif terhadap Islam.

Lebih dari satu juta pendukung sepak bola yang diprediksi memenuhi Qatar selama gelaran Piala Dunia 2022 memang disuguhi berbagai ajaran dan nilai-nilai Islam. Petikan hadis Nabi Muhammad SAW mengenai kewajiban memuliakan tamu hingga menjaga perkataan yang baik berada di hampir setiap sudut ruang publik di Qatar, tidak terkecuali di stadion-stadion.

Tidak hanya slogan, Qatar pun melakukan dakwah secara terbuka dengan menempatkan ruang ibadah berdinding kaca di salah satu stadion, tepatnya di Staion Al Bayt, Al Khor. Dengan 'mushala transparan' tersebut, para pengunjung non-Muslim bisa melihat aktivitas shalat para pemeluk agama Islam.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, ulama ternama asal Amerika Serikat Muhammad Salah menyebut, sejumlah pendukung non-Muslim sempat begitu terkesan dan tertarik dengan aktivitas shalat. Bahkan, pengunjung tersebut sempat meminta merekam penjelasan soal shalat sebagai bahannya untuk belajar pada kemudian hari.

photo
Penggemar sepak bola melaksanakan shalat menjelang pertandingan Piala Dunia 2022 antara Qatar melawan Ekuador di Stadion  Al Bayt di Al Khor, Qatar, Ahad (20/11/2022). - (AP Photo/Aijaz Rahi)

Masjid juga menjadi salah satu episentrum dalam kampanye memperkenalkan Islam sepanjang Piala Dunia 2022. Masjid Besar Biru Katara, yang terletak sisi timur Kota Doha, dilaporkan menjadi salah satu atraksi wisata paling populer selama gelaran Piala Dunia 2022.

Para pendukung tidak hanya tertarik soal arsitektur masjid yang dibangun oleh arsitek Turki tersebut, tapi juga mulai berminat soal nilai-nilai dan ajaran Islam. Berdasarkan lansiran salah satu media setempat, Peninsula News, setidaknya ribuan orang datang ke Masjid Biru Katara setiap hari sejak Piala Dunia 2022 resmi dibuka.

Relawan di Masjid Besar Biru Katara itu pun siap berdiskusi dan menjawab berbagai pertanyaan dari pengunjung, terutama non-Muslim, soal Islam. Biasanya, mereka akan berdiskusi sambil ditemani suguhan kopi atau teh.

"Pertanyaan sosial yang paling sering muncul adalah soal bagaimana kehidupan seseorang berdasarkan ajaran Islam. Banyak pengunjung yang mengakui pandangan mereka tentang Islam dan Muslim banyak dipengaruhi oleh stigma-stigma negatif. Namun, saat berada di Qatar, pandangan mereka berubah 180 derajat," kata salah satu relawan di Masjib Biru Katar, Umm Ahmed, seperti dilansir About Islam, Rabu (30/11).

Qatar juga memberikan sentuhan teknologi dalam kampanye Islam di Piala Dunia 2022. Di setiap kamar hotel terdapat QR code yang langsung mengarah ke laman Kementerian Awqaf Qatar. Laman itu berisi soal panduan dan penjelasan soal Islam dan budaya Qatar dalam semua bahasa. Inisiatif ini diluncurkan Pusat Kebudayaan Islam dengan Kementerian Awqaf dan Urusan Islam Qatar.

Upaya FIFA untuk menghormati aturan dan nilai-nilai Islam di Qatar pun tergambar dalam keputusan larangan penjualan alkohol, termasuk bir, di sekitar stadion. Keputusan ini sempat menimbulkan polemik karena diumumkan dua hari menjelang laga pembukaan Piala Dunia 2022.

Sebagai negara teokrasi yang menjalankan pemerintahan dengan ajaran-ajaran Islam, Qatar memang melarang peredaran alkohol dan mabuk buat warga negaranya di ruang publik. Khusus di Piala Dunia 2022, minuman beralkohol hanya diperjualbelikan di tempat-tempat tertentu dengan harga yang relatif mahal.

Bagi sebagian fan sepak bola, terutama yang berasal dari negara Barat, meminum bir sembari menyaksikan pertandingan sepak bola adalah tradisi tersendiri. Namun, tradisi ini harus dikesampingkan selama gelaran Piala Dunia 2022. Hasilnya, para fan tetap menikmati pertandingan sepak bola meski harus ditemani minuman dengan kadar alkohol nol persen keluaran salah satu sponsor utama Piala Dunia.

photo
Lapak minuman keras di area FIFA Fan Festival d- {antai Barat Doha, Qatar, at the West Bay in Doha, Qatar, Jumat (18/11/2022). - (EPA-EFE/MARTIN DIVISEK)

"Mungkin, saya sedikit merindukan hal itu (minum bir dalam laga sepak bola). Namun, saya menikmati suasana di sini, cuacanya cukup bagus, dan atmosfer pertandingan juga cukup terasa," kata pendukung Belgia, Steffan Pacquee, seusai laga Belgia kontra Maroko, akhir pekan lalu, seperti dikutip Reuters.

Hal senada diungkapkan salah satu pendukung timnas Jerman, Christian Kopatsch. Meski sudah terbiasa dengan larangan minum alkohol di sebuah laga, seperti yang terjadi di Jerman, Kopatsch mengakui, ada atmosfer berbeda, jauh lebih damai dan bisa lebih menikmati pertandingan di Piala Dunia 2022.

"Saya kira, atmosfer dan suasananya lebih tenang. Anda tidak perlu mengkhawatirkan soal keberadaan orang mabuk di sekitar Anda. Orang-orang jauh terlihat lebih normal dan lebih bahagia. Saya sepertinya bisa bertahan, meski tanpa alkohol dalam sepekan,” kata Kopatsch kepada Reuters.

Salah satu fan timnas Spanyol, Raimundo Oujo, menilai, tradisi minum alkohol sebelum atau sesudah menyaksikan pertandingan bukan sesuatu yang wajib diikuti. Ada cara lain yang bisa dilakukan dalam merayakan kemenangan tim kesayangannya di atas lapangan.

photo
Perempuan SAudi mendukung tim sepak bola negara mereka di Piala Dunia Qatar, Selasa (22/11/2022). - (AP/Luca Bruno)

"Fakta bahwa kami merayakan dengan minum alkohol, sebelum dan sesudah laga, adalah hal penting, tapi juga faktor utama. Mungkin, kami bisa mengambil cara lain untuk merayakannya. Nanti setelah kembali ke negara asal, kami bisa melakukan perayaan lagi dan menggelar pesta besar," kata pengusaha asal La Coruna, Spanyol, tersebut.

Qatar sejak awal telah mempromosikan nilai-nilai Islam di Piala Dunia. Bahkan, lantunan ayat suci Alquran, tepatnya Surah al-Hujurat, bergema di Stadion Al Bayt, Al Khor, dalam seremoni pembukaan Piala Dunia 2022, 20 November 2022. Ayat ke-13 dari surat ke-49 dalam Alquran itu diucapkan Ghanim al-Muftah selaku duta Piala Dunia 2022.

Salah satu influencer di Qatar dan duta Piala Dunia 2022 itu melantunkan ayat tersebut kala berinteraksi dengan aktor asal Amerika Serikat, Morgan Freeman, yang terpilih sebagai salah satu pengisi acara seremoni pembukaan Piala Dunia edisi ke-22 tersebut. Potongan ayat ini pun sempat menjadi sorotan dalam seremoni pembukaan. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia digelar pada 1930, ayat suci Alquran berkumandang pada seremoni pembukaan.

Lewat ayat ini pula, Qatar seolah kembali mengingatkan soal kemuliaan ajaran Islam, agama yang kerap diidentikan dengan kekerasan dan terorisme dalam beberapa dekade terakhir. Petikan Surat al-Hujurat ayat 13 yang berisi soal pesan keberagaman umat manusia dan pesan perdamaian antarumat manusia, terasa begitu sejalan dengan agenda FIFA yang menjadikan sepak bola sebagai alat perdamaian dunia.

Sejak terpilih sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar memang terus mempersiapkan diri. Terlepas dari berbagai isu miring yang menyertainya, termasuk soal dugaan pelanggaran HAM, Qatar bergeming.

Gelaran Piala Dunia 2022 tetap dianggap menjadi salah satu sarana terbaik untuk mempromosikan nilai-nilai Islam, yang telah berkelindan erat dengan budaya setempat.

Pesta Musik di Tengah Rintik

Hujan tak menghilangkan antusiasme penonton bersukaria di Soundrenaline 2022.

SELENGKAPNYA

Terus Bangun Ekonomi Syariah 

Perlu keseriusan dan komitmen semua pihak untuk memajukan ekonomi syariah.

SELENGKAPNYA

Neymar di Hotel Saat Brasil Kalahkan Swiss

Neymar satu-satunya pemain yang tak ada di stadion dalam laga tersebut.

SELENGKAPNYA