Calon pembeli mengecek kualitas beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Selasa (4/10/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada September sebesar 1,17 persen (month-to-month/mtm), tertinggi sejak Desember 2014 dengan komoditas uta | ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Jakarta

Pedagang: Pasokan Beras Menurun

Mentan optimistis produksi beras lokal tetap mencukupi kebutuhan dalam negeri.

JAKARTA -- Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) menyebut pasokan beras mulai menipis. Ketua Koperasi Pedagang Pasar Beras Induk Cipinang (PIBC) Zulkifli Rasyid pun berharap pemerintah dapat segera merealisasikan impor beras melalui Perum Bulog.

"Kenapa? Karena beras dari daerah sudah tidak ada. Boleh dikatakan, satu-satunya yang bisa menyuplai ke pasar induk adalah Bulog. Tapi, (cadangan) di Bulog juga kurang cukup," kata Zulkifli dalam webinar yang digelar Pataka, Selasa (29/11).

Ia mengatakan, rata-rata harga beras medium di pasar induk juga meningkat, dari semula berkisar Rp 8.300 per kg menjadi Rp 9.200 per kg. Angka itu mendekati harga eceran tertinggi (HET) beras medium di level konsumen sebesar Rp 9.450 per kg.

 

 
Beras dari daerah sudah tidak ada. Boleh dikatakan, satu-satunya yang bisa menyuplai ke pasar induk adalah Bulog.
ZULKIFLI RASYID Ketua Koperasi PIBC
 

Menurut Zulkifli, titik kritis beras akan terjadi pada Desember 2022 hingga Februari 2023. Menurut dia, dalam periode tersebut, pasokan beras perlu dijaga karena masih menunggu masa musim panen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo optimistis produksi beras lokal tetap mencukupi untuk kebutuhan dalam negeri. Produksi juga cukup untuk memenuhi kebutuhan Bulog dalam mengisi stok cadangan beras pemerintah (CBP). 

Syahrul mengatakan, data perberasan nasional telah mengacu pada Badan Pusat Statistik (BPS). Lembaga itu juga telah memprediksi produksi beras tahun ini akan mengalami surplus. "Kita sudah sepakat semuanya menggunakan satu data milik BPS. Kalau tidak percaya data BPS, data siapa lagi?" kata Syahrul. 

photo
Pekerja mengangkut karung beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Senin (3/10/2022).  (Republika/Putra M. Akbar)

Mengutip data angka sementara, luas panen dan produksi padi BPS yang dirilis Oktober 2022, total luas panen padi 2022 diperkirakan mencapai 10,61 juta hektare atau naik 1,87 persen dari 2021. Dari luas panen tersebut, total produksi padi diperkirakan mencapai 55,67 juta ha, meningkat 2,31 persen dari 2021. Sementara itu, produksi beras diproyeksikan mencapai 32,07 juta ton, meningkat 2,29 persen dari produksi tahun lalu.

Syahrul menjelaskan, produksi yang dihasilkan petani harus dapat diserap oleh Perum Bulog. Kendati demikian, pihaknya tak menampik adanya kenaikan harga gabah dan beras dari petani. Menurut dia, hal itu disebabkan oleh biaya produksi imbas kenaikan harga BBM yang tidak bisa dihindari.

Mengenai rencana impor oleh Perum Bulog sebesar 500 ribu ton karena stok cadangan yang menipis, ia enggan menanggapinya. "Jangan tanya saya soal itu. (Tapi) kalau sudah punya baju, harus beli baju lagi? Untuk apa? Kecuali kalau mau gaya," ujarnya.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran menyebut ketersediaan stok yang cukup akan membantu menjaga kestabilan harga beras. Harga beras yang stabil diharapkan dapat tetap terjangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. 

photo
Pekerja mengemas beras pesanan pelanggan di Pasar Induk Beras Cipinang , Jakarta, Senin (29/8/2022). Prayogi/Republika. - (Prayogi/Republika.)

Menjelang akhir tahun, ujar Hasran, ada kecenderungan kenaikan harga beras yang berulang setiap tahunnya karena adanya peningkatan permintaan menjelang Natal dan tahun baru. Kemudian, Indonesia juga akan masuk dalam periode Ramadhan mulai Maret 2023.

“Krisis iklim sudah berdampak pada sektor pertanian dengan berkurangnya produksi yang sangat mungkin terjadi akibat tertundanya musim panen dan musim tanam,” kata Hasran.

Dia menyebut cadangan beras di tingkat nasional pada pekan keempat September 2022 mencapai 6,8 juta ton. Ia menuturkan, stok tersebut diperkirakan hanya mampu bertahan selama 81 hari. Itu dengan asumsi pemakaian stok beras per harinya mencapai 84.330,07 ton.

 
Tentu saja kenaikan harga di pasar tradisional ini berdampak terhadap mereka.
HASRAN Peneliti CIPS
 

 

Di pasar tradisional, data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan kenaikan harga beras 3,46 persen sejak Juli 2022. "Mayoritas keluarga berpenghasilan rendah di Indonesia membeli kebutuhan pokoknya di pasar tradisional. Tentu saja kenaikan harga di pasar tradisional ini berdampak terhadap mereka," ujarnya. 

Hasran menyampaikan, jika melihat beberapa negara di ASEAN, seperti Filipina dan Thailand, harga beras di Indonesia masih cenderung mahal. Proses produksi yang belum efisien bisa menjadi perhatian untuk diatasi supaya harga beras menjadi terjangkau dan kualitasnya berdaya saing.

"Melihat berbagai faktor tadi, tidak ada salahnya jika pemerintah mempertimbangkan opsi impor beras dengan tujuan untuk menjaga kestabilan harga di dalam negeri yang masih cenderung tinggi. Impor ini juga perlu dilakukan untuk menjamin ketersediaan hingga akhir tahun dan sebelum musim panen tiba," ujar dia.

Kasman Singodimedjo, Perumus dan Pejuang NKRI

Kasman selalu menyampaikan arti penting pemuda Muslim untuk mencintai Tanah Air dan memiliki nasionalisme.

SELENGKAPNYA

Wisata Susur Sungai Cikeas Ajak Warga Jaga Kebersihan

Susur sungai juga menjadi wahana edukasi dan melatih ketahanan fisik peserta.

SELENGKAPNYA

Stok Sayuran di Pasar Kramat Jati Aman

Lancarnya distribusi membuat kebutuhan sayur wilayah Jabodetabek masih bisa terpenuhi.

SELENGKAPNYA