Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (bawah) menyampaikan pidato kebangsaan saat deklarasi koalisi antara Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Rapimnas Gerindra di SICC, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Kisah Dalam Negeri

Jokowi Cek Prabowo Miliki Kerutan Wajah dan Rambut Putih

Kepala BIN menyinggung kriteria pemimpin yang disebutkan Presiden Jokowi.

OLEH DESSY SUCIATI SAPUTRI

Saat memberikan keterangan seusai meninjau Asrama Mahasiswa Nusantara di Surabaya, Selasa (29/11), Presiden Joko Widodo mengatakan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memiliki kriteria pemimpin yang memikirkan rakyat seperti yang telah disebutkannya.

Menurut dia, Prabowo juga memiliki kerutan di wajahnya. "Tadi sudah saya cek ke Pak Prabowo, apakah beliau memiliki kerutan di wajahnya? Ternyata punya, kerutan wajahnya ada," ujar Jokowi.

Selain itu, menurutnya, sebagian rambut dari Prabowo juga sudah tampak memutih. "Terus saya cek rambutnya, ternyata juga ada putihnya, sebagian udah ada putihnya. Artinya, seperti yang saya sampaikan, itu," kata dia.

Saat kunjungan kerja di Pontianak, Jokowi mempersilakan masyarakat untuk menafsirkan pernyataannya yang menyebutkan ciri-ciri seorang pemimpin dilihat dari penampilannya. Jokowi pernah mengatakan, seorang pemimpin yang memikirkan rakyatnya terlihat dari kerutan di wajahnya dan juga rambut yang memutih.

photo
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berjabat tangan bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto usai melakukan pertemuan di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, beberapa waktu lalu. - (Republika/Prayogi)

“Ya ditafsirkan apapun silakan. Tetapi memang dalam orang bekerja kalau kerjanya sungguh-sungguh, kalau kerjanya kerja keras, itu pasti akan mempengaruhi fisiknya,” kata Jokowi saat memberikan keterangan pers di Pontianak, yang diunggah dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (29/11).

Karena terlalu bekerja keras, menurutnya penampilan seorang pemimpin pun akan berubah. “Entah itu saking mikirnya betul, mikir bener, kerutannya jadi kerutan wajahnya jadi banyak, termasuk juga rambut, mikirnya sangat berlebihan dan keras karena bisa saja, rambutnya jadi putih. Kan gitu saja,” lanjutnya.

Saat ditanya apakah ada tokoh yang memiliki ciri-ciri yang disebutkannya itu, Jokowi pun menyebut beberapa nama. Mulai dari Basuki Hadimuljono, Hatta Rajasa, Ganjar Pranowo, hingga Prabowo Subianto.

Wah tapi rambut putih kan banyak banget. Pak Basuki itu rambutnya putih, pak Hatta Rajasa rambutnya putih, pak Ganjar juga rambutnya putih, siapa lagi yang rambutnya putih. Pak Prabowo juga rambutnya agak putih,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Budi Gunawan (BG) menyinggung mengenai kriteria pemimpin yang sudah disebutkan oleh Presiden Jokowi sebelumnya. Menurutnya, pesan yang disampaikan Jokowi itupun sudah tertangkap dengan jelas dan identik dengan ciri-ciri yang dimiliki Prabowo Subianto saat ini.

Hal ini disampaikan Budi Gunawan saat memberikan sambutannya di peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, Jawa Timur. “Kita semua menangkap pesan, pesan dari Pak Jokowi tentang kerutan di dahi untuk menjadi ukuran kriteria, maka kami semua memperhatikan semua dari tadi kerutan tersebut 100 persen identik dengan Pak prabowo saat ini,” ujar BG.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Joko Widodo (jokowi)

Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyambut positif dukungan Presiden Jokowi kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. "Kalau kami lihat ini merupakan penyemangat bagi kami, kami juga nggak mau kemudian terlalu ge-er," kata Dasco, Selasa (29/11).

Dasco menekankan, yang paling penting semua itu menjadi penyemangat bagi Partai Gerindra untuk bekerja lebih baik di lapangan. Kemudian, meyakinkan kembali masyarakat kalau presiden atau capres yang paling tepat Prabowo Subianto.

Prabowo pun pada Senin (28/11), sempat menanggapi ringan soal kriteria rambut putih yang sempat disebutkan Jokowi. Sambil meninggalkan Gedung DPR, Prabowo menyebutkan kalau dirinya juga sudah memiliki rambut berwarna putih. "Kalau yang baik-baik kita amini, gitu aja," ujar Dasco. 

Tiga periode

Sedangkan Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera mengkritik Presiden Joko Widodo yang hadir di acara kumpulan relawannya dalam tajuk Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Padahal, masa periode kepemimpinannya akan berakhir pada 2024.

Menurutnya, kehadiran Jokowi dalam acara relawan tersebut justru membuat gerakan-gerakan tersebut dipandang legal. Serta, seakan membuka kembali wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

"Isu tiga periode tidak tertutup, tetap kita khawatir apalagi ada pintunya tuh, konvensi kenegaraan, PPHN itu. Artinya peluang amandemen tetap ada dan kalau amandemen ada dengan kondisi sekarang yang agak tidak imbang, berbahaya," ujar Mardani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (29/11).

Menurutnya, tak tepat bagi Jokowi untuk menghadiri acara relawan yang merupakan pihak yang mendukungnya. Hal tersebut justru mencoreng kinerjanya selama 10 tahun dan juga menunjukkan sikap penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power. "Haknya semua untuk berkumpul dan berserikat, tetapi sebagai presiden mendekati Pilpres 2024 jangan lagi sibuk dengan relawan. Sibuk, fokus melaksanakan tugas sebagai presiden dan kepala negara," ujar Mardani.

PKS, kata Mardani, tegas menolak wacana tiga periode masa jabat presiden dan penundaan Pemilu 2024. Menurutnya, sudah waktunya bagi Jokowi untuk menyerahkan kepemimpinan periode berikutnya kepada partai politik yang akan mengusung calon presiden (capres).

"Haknya rakyat, pemilu tiap lima tahun sekali. Berikan kepada rakyat kesempatan untuk mengevaluasi kita-kita yang di 2019 sudah dapat amanat dan peluangnya ada dan saya malah berbahaya dengan gerakan (relawan)," ujar Mardani.

Masa Pencarian Korban Gempa Cianjur Diperpanjang

Tren kasus penyakit pada warga yang mengungsi mulai mengalami penurunan.

SELENGKAPNYA

Polisi Patroli di Beijing

Kebakaran mematikan di Urumqi yang menewaskan 10 orang merupakan pemantik kemarahan.

SELENGKAPNYA

AS-Iran Saling Serang di Luar Lapangan 

FFIRI kemungkinan besar akan memperpanjang masalah penghapusan lambang di bendera Iran.

SELENGKAPNYA