Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta. | ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Ekonomi

Perbankan Syariah Sesuaikan Margin Pembiayaan

Laba BCA Syariah mencapai Rp 97 miliar atau naik 49,7 persen.

 

JAKARTA -- Perbankan syariah menyesuaikan margin pembiayaan maupun deposito dengan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Bank sentral telah menaikkan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 175 basis poin (bps) sejak Agustus 2022 menjadi 5,25 persen.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum menyampaikan, penyesuaian margin telah dilakukan secara bertahap. "Sifatnya case by case. Untuk deposito, dengan jumlah tertentu tentunya untuk mengelola cost of fund kami sehingga kami masih dapat memberikan rate pembiayaan yang bersaing," kata Yuli kepada Republika, Senin (28/11).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bank Indonesia (@bank_indonesia)

Untuk pembiayaan, kenaikan margin di BCA Syariah relatif masih selektif. Hal ini karena BCA Syariah masih tetap mempertimbangkan kondisi dunia usaha. BCA Syariah juga tetap berupaya menjaga rasio pembiayaan bermasalah (NPF).

Yuli mengatakan, pertumbuhan pembiayaan juga diproyeksikan masih relatif baik. "Insya Allah optimistis untuk pertumbuhan pembiayaan pada tahun depan. Insya Allah di atas angka BI yang 10 persen," katanya.

Direktur BCA Syariah Pranata mengatakan, pertumbuhan pembiayaan pada tahun ini dan tahun depan masih potensial. Hal itu terutama dari segmen konsumer yang pertumbuhannya mencapai 144 persen per September 2022.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by CIMB Niaga (@cimb_niaga)

Secara keseluruhan, BCA Syariah mencatat, pertumbuhan pembiayaan hingga kuartal III 2022 tercatat 26,3 persen (yoy) menjadi Rp 7,4 triliun. Sementara, aset tumbuh sebesar 16 persen (yoy) dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 21 persen (yoy). Laba BCA Syariah mencapai Rp 97 miliar atau naik 49,7 persen (yoy).

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengatakan, terdapat beberapa pembiayaan yang sudah mengalami penyesuaian margin. Menurut Pandji, rata-rata kenaikan margin sekitar 50 bps. "Penyesuaian margin sudah kami lakukan mulai November 2022 dan ini mengikuti tren kondisi di pasar," kata Pandji.

Menurutnya, penyesuain margin pembiayaan CIMB Niaga Syariah mengikuti kebijakan CIMB Niaga sebagai bank induk. Penyesuaian margin ini berlaku untuk pembiayaan baru dan pembiayaan existing. Meski demikian, hal itu hanya berlaku khusus untuk akad pembiayaan yang bisa disesuaikan, seperti musyarakah mutanaqishah (MMQ) atau IMBT.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BCA Syariah (@bcasyariah.official)

"Sedangkan pembiayaan existing yang berbasis jual beli atau Murabahah tidak mengalami penyesuaian," katanya.

Pandji menyampaikan, kenaikan margin di CIMB Niaga Syariah ini masih terus dipantau dampaknya kepada nasabah. Termasuk potensinya terhadap rasio pembiayaan bermasalah atau nonperforming financing (NPF). 

Ki Bagoes Hadikoesoemo, Penggagas Tegaknya Syariat Islam

Ia telah merumuskan pokok-pokok pikiran KH Ahmad Dahlan hingga menjadi Mukaddimah Anggaran Dasar Muhammadiyah.

SELENGKAPNYA

Kisah Kesombongan Kafir Makkah

Orang-orang kafir Makkah sombong karena mengira bahwa kelak di akhirat mereka akan diutamakan daripada kaum Mukminin.

SELENGKAPNYA

Bagaimana Pandangan Syariah Menonton Piala Dunia?

Saat kopi disebut sebagai minuman sejuta umat, menonton sepak bola itu tontonan sejuta umat.

SELENGKAPNYA