Pengunjung menaiki kereta gantung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Ahad (20/11/2022). Uji Coba Wajah Baru TMII tersebut setelah revitalisasi fasilitas sarana dan prasarana yang dibuka untuk umum dengan kuota terbatas 5.000 orang dari pukul 0 | Republika/Putra M. Akbar

Ekonomi

TWC Jadikan TMII Kawasan Wisata Hijau

Penerapan kawasan wisata hijau butuh penyesuaian dari pengunjung TMII. 

JAKARTA -- PT Taman Wisata Candi (TWC) saat ini tengah melakukan uji coba terbatas penataan kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta. Khususnya, untuk menjadikan TMII sebagai kawasan wisata hijau. 

Saat ini, operasional bus listrik menjadi salah satu yang TWC lakukan untuk menjadikan TMII sebagai kawasan wisata hijau. "Pengunjung diarahkan tidak lagi menggunakan kendaraan beremisi karbon dalam menikmati wajah baru TMII yang sudah dirancang dengan penataan jalur pedestrian yang nyaman," kata Direktur Utama TWC Edy Setijono kepada Republika, Ahad (27/11). 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Aviasi Pariwisata Indonesia (@injourney.id)

Sebagai fasilitas penunjangnya, Edy menuturkan, TMII mengoperasikan moda shuttle electric vehicle (EV). Operasional bus listrik tersebut dilakukan dengan sistem poin to poin untuk membantu wisatawan. 

"Saat ini, ada 12 shuttle EV terbuka dan empat bus short serta satu bus EV long yang digunakan untuk mengantar dan menjemput rombongan pengunjung yang berkegiatan di satu lokasi tertentu," kata Edy. 

Edy mengungkapkan, nantinya jumlah bus listrik di TMII dapat ditambah. Penambahan jumlah bus listrik yang dioperasikan akan disesuaikan kebutuhan yang ada. 

"Kepala romobongan pengunjung TMII bisa menginformasikan kepada manajemen tentang waktu kedatangan agar bisa dilayani drop off dan pick up," ucap Edy. 

 
 
Dengan harapan ke depan TMII sebagai destinasi wisata hijau akan menjadi pilihan bagi wisatawan untuk berwisata dengan sehat dan nyaman.
 
 

Edy memahami, penerapan konsep hijau merupakan hal baru di kawasan TMII. Dia mengakui, dalam penerapan kawasan wisata hijau membutuhkan penyesuaian juga dari pengunjung TMII. 

"Konsep ini terus kami evaluasi selama masa uji coba terbatas ini. Dengan harapan ke depan TMII sebagai destinasi wisata hijau akan menjadi pilihan bagi wisatawan untuk berwisata dengan sehat dan nyaman," ungkap Edy. 

Operasi bus listrik di TMII didukung PT Industri Kereta Api (Persero) atau PT Inka melalui uji coba operasional bus listrik E-Inobus. Hal tersebut untuk memperkuat mobilitas EV bagi pengunjung TMII. 

"Ada lima (bus EV) di TMII, kemungkinan (uji coba) sampai sekitar 15 Desember 2022," kata Senior Manager TJSL dan Stakeholder Relationship PT Inka Bambang Ramadhiarto kepada Republika, Ahad (27/11). 

 
 
Bus listrik panjang delapan meter untuk Damri Bandung dan Surabaya, totalnya ada 53 unit.
 
 

Bambang menjelaskan, bus listrik Inka yang diuji coba di TMII sebanyak lima unit. Bus tersebut terdiri atas empat unit E-Inobus dengan dimensi panjang delapan meter dan satu unit dengan dimensi panjang 12 meter. 

Untuk E-Inobus delapan meter memiliki daya baterai 138 kWh dengan daya jelajah 160 kilometer. Sedangkan, untuk E-Inobus 12 meter kapasitas baterai dan daya jelajah yakni 355 kWh dan 250 kilometer.

Bambang menjelaskan, setalah evaluasi uji coba bus listrik di TMII, akan ditentukan jumlah armada yang dibutuhkan. Sebab, kata Bambang, bus tersebut juga akan digunakan Damri di Bandung, Jawa Barat, dan Surabaya, Jawa Timur.

Dia mengharapkan, nantinya PT Inka juga dapat berkontribusi dalam mobilisasi kendaraan listrik di kawasan TMII. Khususnya dalam operasional bus listrik yang akan digunakan pengunjung.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by TWC MEDIA (@media_twc)

Sementara itu, bus listrik PT Inka yang juga digunakan saat perhelatan KTT G-20, akan diutamakan terlebih dahulu untuk Damri. "Bus listrik panjang delapan meter untuk Damri Bandung dan Surabaya, totalnya ada 53 unit. Masih ada satu bus panjang 12 meter low floor untuk bandara yang kemarin digunakan di dalam Bandara I Gustri Ngurah Rai Bali saat G-20," kata Bambang. 

Bambang menambahkan, dalam perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, E-Inobus telah dioperasikan Damri dan sudah mengangkut sekitar 3.600 penumpang. Dalam acara itu, bus listrik tersebut beroperasi untuk tiga rute di Nusa Dua dan operasional di dalam bandara melayani penumpang dari pesawat ke ruang tunggu bandara pergi dan pulang.

Nikmati Seduhan Kopi Sendiri

Penyeduh kopi di rumah biasanya belum mengerti mengenai resep meracik kopi yang tepat.

SELENGKAPNYA

Posisi Jari Ketika Tasyahud Akhir

Mazhab Maliki berpendapat menggerakkan jari telunjuk secara terus-menerus ke kanan dan kiri.

SELENGKAPNYA

Mengoptimalkan Pasar Lokal

Selama masa pandemi belakangan ini, tren lamanya menginap para wisatawan bergeser semakin panjang. 

SELENGKAPNYA