Anggota parlemen AS Nancy Pelosi (kiri) berjalan brsama Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dalam pertemuan di Taipei, Rabu (3/8/2022). | ap/Taiwan Presidential Office

Internasional

Presiden Taiwan Mundur dari Jabatan Ketua Partai

Tsai akan tetap melanjutkan jabatannya sebagai presiden Taiwan hingga 2024.

TAIPEI - Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengundurkan diri dari jabatan ketua Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa, Sabtu (26/11) waktu setempat. Keputusan ini menyusul kekalahan partainya dalam pemilihan umum (pemilu) lokal.

Pemilu diadakan untuk menentukan walikota, hakim, dan berbagai jabatan lainnya di 22 kota dan kabupaten Taiwan. Sebelumnya, Tsai menjadikan pemilu ini lebih dari sekadar pemungutan suara lokal untuk menunjukkan tekad Taiwan mempertahankan demokrasinya di tengah ketegangan militer dengan Cina.

Partai oposisi utama Kuomintang atau KMT, memimpin atau mengeklaim kemenangan pada angka 13 dari 21 kursi walikota dan kepala daerah yang diperebutkan, termasuk ibu kota Taipei. Sementara DPP hanya mendapatkan lima kursi wali kota dan kabupaten.

Hasil ini secara luas sesuai dengan harapan dan mirip dengan hasil pemilihan kepala daerah terakhir pada 2018. "Hasilnya gagal sesuai harapan kami. Kami dengan rendah hati menerima hasilnya dan menerima keputusan rakyat Taiwan dan saya segera mengundurkan diri sebagai ketua DPP," kata Tsai.

"Bukannya DPP tidak pernah gagal sebelumnya. Kami tidak punya waktu untuk merasa menyesal. Kami jatuh, tetapi kami akan berdiri lagi," ujarnya menambahkan.

Tsai akan tetap melanjutkan jabatannya sebagai presiden Taiwan hingga 2024 mendatang. Kantor Urusan Taiwan Cina mengatakan, hasilnya menunjukkan bahwa opini publik utama Taiwan adalah untuk perdamaian, stabilitas, kehidupan yang baik, dan bahwa Beijing akan terus bekerja dengan rakyat Taiwan untuk mempromosikan hubungan yang damai.

Cina menjadi agresif terhadap Taiwan di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping. Ketegangan semakin menjadi pada Agustus 2022, ketika Cina menggelar latihan militer besar-besaran di sekitar Taiwan untuk memprotes kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi ke Taipei.

KMT pun mempromosikan hubungan lebih dekat dengan Cina ketika berkuasa. Mereka berjanji bekerja keras untuk menjaga perdamaian di kawasan itu. KMT menuduh Tsai dan DPP terlalu konfrontatif dengan Cina.

KMT juga memfokuskan kampanyenya untuk mengkritik tanggapan pemerintah terhadap pandemi Covid-19, terutama setelah lonjakan kasus tahun ini. Ketua KMT Eric Chu merayakan kemenangan mereka, tetapi mengatakan mereka juga akan melindungi kebebasan Taiwan.

"Kami akan bersikeras membela Republik Cina dan melindungi demokrasi dan kebebasan," katanya kepada wartawan, menggunakan nama resmi Taiwan. "Kami juga akan bekerja keras untuk menjaga perdamaian regional," ia menegaskan. 

Nikmati Seduhan Kopi Sendiri

Penyeduh kopi di rumah biasanya belum mengerti mengenai resep meracik kopi yang tepat.

SELENGKAPNYA

Haji Bakri Syahid Tokoh Muhammadiyah yang Multitalenta

Berlatar belakang militer, tokoh Muhammadiyah ini juga ahli ilmu tafsir Alquran.

SELENGKAPNYA

Masjid Negara Qatar, Oase Menyejukkan di Kota Doha

Inilah masjid terbesar di seluruh negara Qatar.

SELENGKAPNYA