Anak bermain rappeling saat kegiatan trauma healing korban terdampak gempa di Taman Prawitasari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). | Republika/Thoudy Badai

Nusantara

‘Prioritaskan Korban Gempa Cianjur’

Pengungsi gempa Cianjur membutuhkan kasur, matras dan selimut.

JAKARTA -- Korban meninggal dunia akibat gempa Cianjur bertambah menjadi total 318 orang. Ini setelah Tim gabungan berhasil menemukan 8 jiwa yang sebelumnya dinyatakan hilang.

Data tersebut disampaikan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Fajar Setyawan pada Sabtu (26/11). Dua warga yang ditemukan jasadnya pada Jumat (25/11) lalu, teridentifikasi merupakan warga Desa Cijedil yang termasuk dalam korban hilang, sehingga jumlah korban hilang yang sebelumnya 24 berkurang menjadi 14 orang.

"Dua warga yang ditemukan jasadnya di Warung Sinta pada Jumat (25/11) kemarin merupakan warga Desa Cijedil yang termasuk dalam data orang hilang, sehingga hingga saat ini korban yang dinyatakan masih hilang berkurang menjadi 14 orang," kata Fajar, Sabtu (26/11) malam.

Untuk akumulasi korban luka-luka sebanyak sejak awal kejadian berjumlah 7.729 orang dengan rincian luka berat 545 orang, luka ringan 7.134 orang. Korban luka berat yang masih dirawat hingga saat ini sebanyak 108 orang. Sedangkan untuk korban luka ringan yang sudah tertangani sudah kembali ke rumah masing-masing.

Selanjutnya untuk jumlah akumulasi warga mengungsi sebanyak 73.693 orang. Saat ini BNPB bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) dan UNFPA telah melakukan survei data pengungsi terpilah untuk mengetahui distribusi usia, jenis kelamin, dan kelompok rentan di pos pengungsian.

Titik pengungsian yang telah disurvei sebanyak 207 titik. Jumlah KK yang di survei sebanyak 21.566 KK dengan total pengungsi sebanyak 45.976 jiwa dengan rincian laki-laki 20.002 jiwa, wanita 25.974 jiwa, penyandang disabilitas 65 jiwa, pemetaan daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh kendaraan darat.

BNPB juga mengerahkan sepeda motor untuk melakukan percepatan distribusi logistik di daerah sulit dijangkau kendaraan besar. BNPB juga kembali mengirimkan dan mendistribusikan bantuan logistik berupa tenda pengungsi sebanyak 30 unit, tenda gulung 1.000, sembako 2.000 paket, selimut 5.000, matras 5.000 dan hygiene kits 2.000.

photo
Anak mendengarkan cerita saat kegiatan trauma healing korban terdampak gempa di Taman Prawitasari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ahad (27/11/2022). Kegiatan yang digelar Rappeling Education (RED) tersebut ditujukan untuk mengurangi trauma pada anak akibat gempa bumi. - (Republika/Thoudy Badai)

Sementara, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri menyatakan bahwa sebanyak 27 balita dan 15 anak-anak telah diidentifikasi sebagai korban gempa di Cianjur. "Total korban yang sudah teridentifikasi oleh DVI Polri sebanyak 134 orang," kata Kepala Biro Dokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Polisi dr A Nyoman Eddy Purnama Wirawan, Ahad (27/11/2022).

Ia menjelaskan sejak Jumat (25/11) sore hingga Sabtu (26/11) 2022 telah diterima total 13 kantong jenazah. DVI Polri telah menerima 155 kantong jenazah berisi jenazah utuh dan tiga kantong jenazah berisi bagian tubuh.

Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan pelayanan kesehatan termasuk psikososial dan pencarian serta evakuasi terhadap korban. "Pelayanan kesehatan warga terdampak yang tersebar maupun di pos pengungsian termasuk dalam prioritas penanganan selama masa tanggap darurat," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ahad.

photo
Relawan menyiapkan hidangan makan malam untuk pemgungsi korban gempa Cianjur di posko relawan Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). - (Republika/Thoudy Badai)

Salah satu penyintas gempa Cianjur, Iis mengatakan, petugas memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada para warga terdampak musibah. Iis menuturkan petugas gabungan melayani pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi pengungsi yang sakit.

Sebanyak dua penampung air bersih berukuran 530 liter per hari disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan aktivitas warga terdampak. Selanjutnya, Iis menambahkan, terdapat 100 orang termasuk 30 anak yang menempati tenda pengungsian tersebut di sekitar Desa Gasol.

“Pengungsi di sini membutuhkan kasur, matras dan selimut karena cuaca dingin dan hujan,” kata Iis.

photo
Tim SAR gabungan melakukan evakuasi korban tertimbun longsor gempa bumi di Warung Sate Sinta, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (26/11/2022). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (25/11/2022) korban jiwa bertambah 17 jenazah dengan jumlah total 310 korban jiwa. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Disesalkan

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sangat menyesalkan pencabutan label identitas pemberi bantuan tenda yang dilakukan oleh warga setempat di tenda pengungsian di Kabupaten Cianjur. Dia mengatakan, pemasangan label identitas pemberi bantuan merupakan hal yang wajar. Karena pemasangan label identitas pemberi bantuan bisa saja sebagai bagian dari pelaporan maupun pertanggungjawaban kepada para donatur yang menitipkan bantuannya.

"Bantuan kemanusiaan tidak boleh ternodai sedikitpun oleh unsur kebencian golongan," kata Ridwan Kamil.

photo
Pengungsi beraktivitas di posko pengungsian, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Apalagi, kata dia, bencana gempa bumi Cianjur datang tidak pilih-pilih. Semua orang, semua pihak, dan semua golongan pun terdampak bencana tersebut. "Yang membantu bencana pun datang tidak pilih-pilih, datang dari semua pihak, dari semua golongan, kelompok, apapun keyakinan atau agamanya," kata dia.

Polres Cianjur juga memberikan pemahaman kepada warga untuk tidak melakukan penghadangan kendaraan yang membawa bantuan sosial untuk masyarakat terdampak gempa Cianjur. Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya telah meminta keterangan warga tersebut.

“Mereka melakukan penghentian paksa, karena bantuan logistik ini kebutuhan dasar bagi masyarakat khususnya pengungsi," kata Doni.

Menjaga Tubuh Tetap Bugar

Setiap orang seharusnya tidak malas beraktivitas fisik selama pandemi demi menjaga kebugaran tubuhnya. 

SELENGKAPNYA

Musibah Buka Peluang Pahala

SELENGKAPNYA

Bencana Alam, Azab atau Musibah?

Apa yang belum lama ini dialami masyarakat Cianjur dan sekitarnya adalah musibah.

SELENGKAPNYA