Dalam buku ini, ahli hadis as-Samarqandi merangkum kisah-kisah penuh hikmah. | DOK IST

Kitab

Senarai Kisah Penggugah Jiwa

Melalui Al-Nail al-Hatsits, ulama abad kesembilan Hijriyah ini menuturkan cerita-cerita berhikmah.

Setiap perkataan dan perbuatan Nabi Muhammad SAW merupakan sumber keteladanan. Dengan meniru akhlak beliau, kaum Muslimin dapat menjadi pribadi yang lebih baik sehingga dimudahkan Allah dalam menggapai ridha-Nya. “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah” (QS al-Ahzab: 21).

Sejak zaman salaf ash-shalih upaya-upaya telah dilakukan untuk menghimpun memori tentang segala ucapan, tindakan, dan persetujuan Rasulullah SAW. Ikhtiar demikian membuahkan disiplin ilmu hadis. Pada abad ketiga Hijriyah, para ulama mulai memilah hadis-hadis sahih, menyusunnya ke dalam berbagai topik, serta membukukannya.

Studi hadis terus berkembang dari masa ke masa. Antara abad kedelapan dan kesembilan Hijriyah, lahirlah seorang ahli sunnah yang bernama Abu Hafsh Umar bin al-Husain al-Naisaburi. Ia populer dengan sebutan al-Samarqandi; bukan Abu Laits al-Samarqandi (wafat 373 H) yang mengarang Tanbihul Ghafilin.

 
Al-Samarqandi menyemangati umat agar selalu menjadikan Rasulullah SAW panutan utama.
 
 

Namanya dikenal tidak hanya sebagai pakar hadis dan fikih, melainkan juga motivator. Di berbagai kesempatan, al-Samarqandi menyemangati umat agar selalu menjadikan Rasulullah SAW panutan utama. Ia meyakini, Muslimin dapat bangkit dari keterpurukan selama mengikuti ajaran Nabi SAW, baik dalam hal akidah, akhlak, maupun ibadah sehari-hari.

Untuk lebih memotivasi orang-orang dalam menerapkan sunnah, ia pun menulis sebuah buku yang berjudul Al-Nail al-Hatsits fii Hikayat al-Hadits. Dalam karya ini, al-Samarqandi menyajikan ratusan kisah yang dibuka dengan hadis-hadis tertentu. Harapannya, setiap cerita itu dapat menggambarkan hikmah dari sabda Nabi Muhammad SAW.

Kitab itu telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Edisi bahasa Indonesia diterbitkan Alifia Book dengan judul 200 Motivasi Nabi dan Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa. Seperti tampak pada namanya, karya ini memuat sebanyak 200 cerita. Masing-masing didahului oleh hadis-hadis tertentu.

Mengapa al-Samarqandi memilih format cerita untuk menyajikan pesan hadis-hadis Nabi SAW? Kisah atau hikayat dapat menjadi sarana yang terbaik untuk menanamkan keutamaan dalam jiwa manusia. Dengan menyimak pengalaman orang saleh, terlebih lagi Rasulullah SAW sendiri, mereka terstimulus untuk menirunya dalam rutinitas sehari-hari.

Narasi dari beliau atau pun para sahabat dan generasi sesudahnya juga mendorong diri untuk bermental kuat dalam memikul perjuangan meraih tujuan mulia. Tidak ketinggalan, metode narasi membangun kesadaran sejarah, khususnya bagi generasi muda yang kelak berperan di masa depan.

Bahkan, Alquran pun mengandung kisah-kisah umat terdahulu. Diketahui, sekitar 70 persen isi Kitabullah berisi cerita-cerita, baik mengenai orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT maupun para pendurhaka, semisal Firaun serta umat-umat kafir yang dibinasakan-Nya. Semua narasi itu sarat akan pelajaran yang berharga dan perenungan bagi manusia.

Isi buku

Secara keseluruhan, Al-Nail al-Hatsits mengisahkan sosok Nabi Muhammad SAW, para sahabat beliau, generasi tabiin dan tabiut tabiin. Termasuk di dalamnya kisah-kisah yang masyhur dari kalangan keluarga Rasul SAW dan keempat khulafaur rasyidin. Sebagai contoh narasi dari masa Nabi SAW adalah kisah yang berjudul “Cara Rasulullah Menenangkan Sahabatnya.”

Al-Samarqandi membuka narasinya dengan hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Tenanglah di atasmu ini ada seorang nabi, orang tepercaya, dan syahid.” Sabda itu beliau ucapkan tatkala tanah di bawahnya berguncang, sementara dirinya berada di Gua Hira bersama dengan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.

Dikisahkan, ada seorang mualaf yang mengutarakan pengalamannya sebelum berislam. Dahulu, lelaki yang kini menjabat menteri itu memeluk Nasrani. Saat berada di tengah umat Kristen, ia ditanya bagaimana mulanya berpindah keyakinan hingga menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.

Si menteri pun menuturkan, dirinya pernah menumpangi sebuah bahtera di lautan. Tiba-tiba, kapal besar itu dihantam ombak dan pecah berkeping-keping. Dengan berpegang pada papan, ia pun terapung-apung dan terbawa arus sampai ke sebuah pulau.

Belum pernah ia mendapati pulau yang seaneh ini. Tanahnya ditutupi daun-daun berukuran besar. Di sana-sini, tumbuh semacam teratai dengan buah yang amat manis rasanya dan berisi air tawar. Dengan itulah, lelaki yang terdampar ini memenuhi perutnya guna bertahan hidup.

“Menjelang malam, aku mendengar suara panggilan seperti petir menyambar. Suara itu berkata, ‘Tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah',” katanya kepada kaum Kristen yang menyimak ceritanya.

Suara tersebut juga menyebutkan nama-nama sahabat Rasulullah SAW, yakni Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali—persis seperti redaksi hadis di atas. “Mereka adalah sahabat terbaik Muhammad,” ujar si menteri menirukan suara yang didengarkannya di pulau misterius.

Keesokan paginya, ia dibangunkan oleh sosok makhluk yang janggal. Wajah makhluk itu adalah perempuan yang cantik jelita, tetapi leher dan kakinya menyerupai hewan ternak. “Wanita” itu lalu bertanya kepadanya, “Apa agamamu?”

“Nasrani,” jawab si lelaki.

 
Masuklah Islam. Niscaya engkau akan selamat.
 
 

“Masuklah Islam. Niscaya engkau akan selamat,” katanya lagi.

Maka, lelaki tersebut menyatakan diri masuk Islam. “Aku akan menolongmu pulang ke negerimu. Di dekat pulau ini, sedang melintas sebuah kapal. Akan kubuat mereka mengirimkan bantuan kepadamu,” jelas si “perempuan.”

Tidak lama berselang, beberapa orang menghampirinya dari arah pantai. Mereka membantunya sampai ke kapal. “Kemudian aku ceritakan kejadian yang baru saja menimpaku. Mereka semua lantas memeluk Islam,” kata menteri ini menutup kisahnya.

Salah satu kisah lainnya yang terdapat dalam Al-Nail al-Hatsits berkaitan dengan keutamaan ikhlas. Sungguh, inilah sifat yang sangat penting ditanamkan dalam diri setiap Mukmin. Al-Samarqandi membuka kisahnya dengan hadis Nabi SAW.

Beliau berkata kepada sahabatnya, “Tidak seorang pun diselamatkan oleh amal perbuatan yang dilakukannya.” Muadz bin Jabal pun bertanya, “Tidak pula engkau, ya Rasulullah?”

“Ya, termasuk aku, kecuali Allah menurunkan rahmat-Nya untukku,” jawab beliau.

Rasul SAW melanjutkan nasihatnya, “Maka luruskanlah niat, mendekatlah kepada-Nya siang dan malam, dan sedikit kerja keras serta tekad, kalian akan mencapai (keselamatan). Sungguh, sebaik-baik amal adalah yang berkelanjutan meskipun sedikit. Kerjakanlah amal yang kalian mampu, sungguh Allah tidaklah bosan hingga kalian jemu.”

Alkisah, pada zaman dahulu di kalangan Bani Israil terdapat seorang lelaki yang saleh. Ia tidak pernah kendor beribadah kepada Allah selama 70 tahun. Kemudian, Allah menurunkan wahyu kepada seorang nabi-Nya, “Katakan kepada si fulan, hamba-Ku itu, ‘Engkau telah memenuhi janji-Ku. Engkau habiskan usiamu untuk berkhidmat kepada-Ku. Maka, Aku akan memasukkanmu ke dalam surga berkat keutamaan-Ku dan rahmat-Ku.”

Maka sang nabi menyampaikan firman Allah itu kepada si lelaki saleh. Mendengarnya, pria itu merenung sesaat, lalu berkata, “Jika aku masuk surga karena keutamaan dan rahmat-Nya, lantas apa yang akan engkau perbuat selama 70 tahun?”

Perkataan itu meremehkan keterangan yang disampaikan sang nabi. Maka Allah menakdirkan si ahli ibadah itu sakit gigi. Lelaki tersebut kesakitan hingga meronta-ronta.

Allah mewahyukan kepada nabi-Nya, “Katakan kepadanya, apakah ibadah yang dikerjakan selama 70 tahun itu sepadan dengan lepasnya sakit gigi dari dirimu.” Mengetahui firman-Nya itu, si ahli ibadah berkata, “Aku rela, aku rela.” Seketika, Allah menyembuhkan penyakit dari giginya.

“Ibadahmu yang selama 70 tahun itu untuk membayar kesembuhan penyakitmu tadi. Sisanya tidak akan membuatmu masuk surga jika Aku (Allah) tidak memberikanmu fadilah dan rahmat-Ku,” ujar sang nabi menyampaikan wahyu Allah kepadanya.
Orang tersebut langsung menangis seraya bertobat.

Membaca buku Al-Nail al-Hatsits insya Allah akan membuat Anda lebih bersemangat untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Pesan-pesan moral di dalamnya memberikan motivasi untuk selalu konsisten meneladan Rasulullah SAW. Inilah buku yang akan memengaruhi dan membentuk pribadi Anda.

DATA BUKU

Judul: 200 Motivasi Nabi dan Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa (terjemahan atas Al-Nail al-Hatsits fii Hikayat al-Hadits)

Penulis: Abu Hafsh Umar bin al-Husain al-Naisaburi al-Samarqandi

Penyunting: Yusni A Ghazali

Penerbit: Alifia Books

Keagungan Akhlak Rasulullah SAW

Akhlak mulia adalah apa yang membawa kemaslahatan bagi dunia, agama, dan akhirat.

SELENGKAPNYA

Islamic Relief: Perempuan Rentan terhadap Perubahan Iklim

Lombok menjadi salah satu pulau yang berisiko tinggi terhadap dampak perubahan iklim.

SELENGKAPNYA

Ustaz Faisol Nasar Kembali Nahkodai Al Irsyad

Al Irsyad akan menggenjot bidang pendidikan dan memperbanyak amal usaha.

SELENGKAPNYA