Film The Fabelsman | Ist

Geni

Menengok Gerbang Karier Steven Spielberg

Spielberg menggunakan bahasa film dan konvensi secara sejarah untuk mengangkat kehidupannya.

OLEH GUMANTI AWALIYAH

Sutradara kawakan Hollywood, Steven Spielberg, mengajak penggemar menyelami kehidupan masa kecilnya lewat film The Fabelmans. Karya terbaru Spielberg yang berupa semi autobiografi ini memotret masa lampaunya hingga akhirnya membentuknya menjadi seorang sutradara visioner yang menggebrak industri hiburan sejak 1970-an.

Film ini dimulai pada musim dingin 1952 ketika Burt Fabelman (diperankan Paul Dino) dan Mitzi Fabelman (Michelle William) membawa putra mereka yang masih kecil, Sammy Fabelman (Mateo Zoryna Francis-Deford), ke pemutaran The Greatest Show on Earth karya Cecil B De Mille. Ini adalah pertama kalinya Sammy menonton film di mana dia merasa takut melihat para aktor yang terlihat sangat besar di layar.

Sang ayah yang berprofesi sebagai insinyur mencoba menenangkannya. Dia menjelaskan kepada sang anak bahwa teknologi membuat semua hal menjadi mungkin, termasuk membuat gambar diputar di layar besar. Sementara itu, ibunya yang merupakan pianis dan guru musik, memilih cara yang lebih abstrak dan metaforis untuk menjelaskan kepada anaknya. Dia mengatakan, “Sinema tercipta dari sebuah mimpi, mimpi yang kamu inginkan dan hidupi, dan mungkin, bekerja di dalamnya”.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by The Fabelmans (@thefabelmans)

Bagaimanapun, Sammy (gambaran sosok Spielberg) terhipnotis oleh apa yang dia tonton di layar. Utamanya, adegan kecelakaan kereta api dengan mobil yang terkenal di film De Mille. Adegan yang mengerikan itu malah memicunya untuk membuat adegan serupa.

Dia pun meminta dibelikan mainan kereta api kendali jarak jauh. Pada suatu malam, Sammy sengaja menabrakkan mainan keretanya dengan mobil mainan. Semuanya tampak seperti di film. 

Ayahnya cukup frustrasi dengan kelakuan Sammy. Sebaliknya, sang ibu justru menyadari potensi Sammy dan diam-diam membelikan kamera film 8mm. Ini ibarat gerbang yang membuatnya candu untuk membuat film.  

Dalam film berdurasi selama 151 menit tersebut, Spielberg menggunakan bahasa film dan konvensi secara sejarah untuk mengangkat kehidupannya. Penceritaan dan plot yang detail dengan akhir kisah yang sudah bisa ditebak membuatnya agak membosankan meski disuguhi bumbu konflik. 

Hal tersebut cukup bisa dipahami mengingat The Fabelmans bergenre drama, sangat berbeda dengan film-film Spielberg lain yang kental dengan unsur binatang buas atau alien. Dalam film ini, Spielberg jujur tentang diri dan kegelisahannya. Penonton pun dapat belajar menghargai proses dan ketangguhan memperjuangkan impian. 

Film ini diproduksi melalui Amblin Entertainment dan Reliance Entertainment milik Spielberg. Spielberg menyusun proyek tersebut sejak 1999. Adiknya bernama Anne dipercaya menulis skenario berjudul I’ll Be Home. Proyek itu kerap tertunda karena Spielberg sempat ragu mengeksplorasi cerita keluarga sendiri karena khawatir orang tuanya akan sedih.

Spielberg menggarap kembali proyek tersebut dengan menggandeng penulis skenario yang sering menjadi kolaboratornya, Tony Kushner. Mereka mulai bekerja sama saat membuat cerita West Side Story (2021). Naskah kemudian rampung pada akhir 2020 selama lockdown yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Proses produksi film secara resmi dimulai setelah itu di mana pemilihan pemain berlangsung antara Maret dan Mei 2021.

Deretan aktor dan aktris yang membintangi film ini, antara lain, Gabriel LaBelle yang memerankan karakter Sammy dewasa, Jeannie Berlin sebagai Hadassah Fabelman, dan Julia Butters sebagai Reggie Fabelman. Film The Fabelmans  ditayangkan perdana di Festival Film Internasional Toronto pada 10 September 2022 dan memenangkan People's Choice Award atau penghargaan pilihan penonton. 

Film ini kemudian dirilis secara terbatas di Amerika Serikat pada 11 November 2022, dan dijadwalkan untuk diperluas pada 23 November 2022 oleh Universal Pictures. Pada 23 November juga menjadi penayangan perdana The Fabelmans di bioskop Indonesia.

 

Bagi Hasil Lahan Pertanian

Menurut bahasa Arab, kata muzara’ah diambil dari kata az-zar’u yang berarti pertanian.

SELENGKAPNYA

Terobos Longsor Demi Selamatkan Anak

RSUD Sayang merawat 420 korban gempa hingga Selasa (22/11) pagi.

SELENGKAPNYA

'Mereka Harus Menghargai Kami'

Sebelum perhelatan Piala Dunia dimulai, Qatar menghadapi banyak kritikan.

SELENGKAPNYA