Pesan Merdu dari Bumi | Freepik

Geni

Pesan Merdu dari Bumi

Gesekan biola mengalun merdu pada komposisi lagu Ilmu Bumi.

OLEH SHELBI ASRIANTI

Gesekan biola mengalun merdu pada komposisi lagu "Ilmu Bumi". Kesyahduannya berpadu dengan harmoni suara dari alat musik lain yang dimainkan para personel grup musik Akar Bambu. 

Penampilan mereka menghangatkan suasana di SV IPB University, Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (18/11) petang. Tak ada panggung megah. Akar Bambu tampil di sebuah pendopo, di mana audiens bebas menyimak sambil duduk lesehan atau berdiri di sekitar panggung. Suguhan berupa kacang, pisang, dan ketela rebus menemani, dengan kopi dan teh yang bebas diisi ulang.

Pertunjukan bertajuk "Saatnya Pemuda Berkarya" itu menyuguhkan kontemplasi alias perenungan atas berbagai problem kehidupan. Semua dikemas dalam musik, mengajak audiens yang mayoritas merupakan mahasiswa untuk ikut memiliki kepedulian terhadap sekitar.

Akar Bambu terdiri atas Muhammad Nur Amin (vokal, biola, gitar), Acoy (gitar), Edu (kibor), Eric (bas), Delly (drum), dan Yusman (alat musik tradisional). Amin menyampaikan, lagu instrumental pertama yang mereka mainkan terinspirasi dari bumi.

 
Dia (bumi) selalu memberi yang terbaik, yakni kesuburan, kehidupan. 
NUR AMIN Vokalis Akar Bambu
 

Menurut dia, bumi banyak memberi contoh keteladanan yang luar biasa, mengajarkan arti sabar. Setiap hari manusia menginjak, mengotori, melubangi, dan merusak bumi, tapi bumi tidak membalas. "Dia (bumi) selalu memberi yang terbaik, yakni kesuburan, kehidupan. Semoga kita belajar dari makhluk bernama bumi, menjadi pribadi yang sabar," kata Amin.

Akar Bambu juga melantunkan deretan tembang orisinal lain, di antaranya "Soedirman Soedjono", "Madani", "Diam Sejenak", "Hela", "Pour Une File", dan "Land of Hope". Setiap lagu punya kisah di baliknya, muatan positif yang menyeru pendengarnya untuk berbuat kebaikan.

Pada lagu "Soedirman Soedjono", misalnya, Akar Bambu menyoroti isu lingkungan. Lirik lagu itu mengisahkan seorang kakek dan cucunya. Sang kakek menyangsikan masih ada pemuda yang mau menanam padi di sawah dan menghijaukan bumi saat dirinya nanti telah tiada dan si cucu beranjak dewasa.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Akar Bambu (@akarbambu.official)

Keresahan yang sama digaungkan Akar Bambu dalam proses bercerita dengan audiens. Seusai lagu itu, Amin meminta penonton menyampaikan pendapat personal masing-masing soal isu yang disoroti. Tidak ada benar atau salah, hanya proses diskusi yang mengalir hangat.

Akar Bambu bukan sekadar grup musik, tapi sebuah gerakan yang fokus dalam bidang pertanian, pelestarian lingkungan, dan kemanusiaan. Amin yang berasal dari Pati, Jawa Tengah, menyampaikan pula bahwa kejuangan dan kepemudaan turut menjadi perhatian Akar Bambu.

Konser malam itu digagas oleh Ikatan Keluarga Mahasiswa Pati Institut Pertanian Bogor (IKMP IPB) bersama Do Something Community. Meski peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober telah berlalu, semangat dari gerakan kepemudaan itu diyakini dapat terus bergaung sepanjang waktu.

Amin yang merupakan pembina Do Something Community menjelaskan, pertunjukan malam itu hendak mengajak pemuda mencintai dan melakukan hal hebat demi Tanah Air. Pria 38 tahun tersebut berpendapat, perhelatan budaya menjadi sarana berbagi nilai yang efektif.

Semangat yang sama juga dilakoni oleh Do Something Community, komunitas anak muda yang dibentuk Akar Bambu. Sejak dibentuk pada tahun lalu, Do Something Community telah melakukan berbagai hal untuk sekitar, seperti penyediaan tempat sampah, mengecor jalan yang rusak, berbagi nasi bungkus, hingga mengadakan pelatihan mengolah hasil pertanian untuk ibu-ibu PKK. "Agar sejalan, antara bermusik dan melakukan aksi nyata di masyarakat," kata Amin yang menamatkan studi S-2 di Teknologi Kelautan IPB.

 
Bisa menumbuhkan semangat, menggebrak jiwa generasi muda agar hatinya tergugah melakukan sesuatu yang lebih baik untuk bangsa
IDHAM JAYA BM Ketua IKMP IPB
 

Ketua IKMP IPB, Idham Ilyas BM, berharap kegiatan tersebut bisa bermanfaat dan menggelorakan semangat berkarya bagi pemuda. Mahasiswa semester lima Jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan IPB tersebut tidak ingin pemuda kian terseret arus dalam kegiatan yang sia-sia. Padahal, masih banyak permasalahan bangsa yang membutuhkan campur tangan kaum muda untuk penyelesaiannya.

Idham berharap penonton yang hadir pulang dengan "membawa sesuatu", yakni pesan-pesan baik dari lagu-lagu sarat makna yang dibawakan Akar Bambu serta momen berbagi cerita malam itu. "Bisa menumbuhkan semangat, menggebrak jiwa generasi muda agar hatinya tergugah melakukan sesuatu yang lebih baik untuk bangsa," ujar Idham.

 

Menengok Gerbang Karier Steven Spielberg

Spielberg menggunakan bahasa film dan konvensi secara sejarah untuk mengangkat kehidupannya.

SELENGKAPNYA

Terobos Longsor Demi Selamatkan Anak

RSUD Sayang merawat 420 korban gempa hingga Selasa (22/11) pagi.

SELENGKAPNYA

'Mereka Harus Menghargai Kami'

Sebelum perhelatan Piala Dunia dimulai, Qatar menghadapi banyak kritikan.

SELENGKAPNYA