Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (tengah) didampingi Irjen Kementerian Agama Faisal Ali Hasyim (keempat kiri) dan jajaran pejabat eselon satu Kementerian Agama berfoto bersama saat acara Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Inspektorat Jenderal Kemente | Republika/Thoudy Badai

Khazanah

Menag Dorong Perbaikan Layanan Publik

Arah pelayanan publik ke depan haruslah terdigitalisasi.

JAKARTA — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama (Itjen Kemenag) menggelar Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Tahun 2022. Saat menyampaikan sambutan pada pembukaan rakorwas tersebut, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan dua amanah dari Presiden Joko Widodo yang harus diselesaikan di Kemenag.

“Pertama, layanan publik yang belum maksimal sesuai harapan masyarakat. Kedua, isu kecurangan (fraud) yang ditengarai masih terjadi dalam layanan publik, pengadaan barang serta praktik transaksional dalam mutasi promosi jabatan,” kata Menag saat pembukaan Rakorwas Itjen Kemenag di Hotel Novotel, Mangga Dua, Jakarta, Senin (21/11) malam.

Menag menyampaikan dirinya sangat concern terhadap perbaikan layanan publik di Kemenag. Banyak layanan di Kemenag yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

 
Isu kecurangan yang ditengarai masih terjadi dalam layanan publik, pengadaan barang serta praktik transaksional dalam mutasi promosi jabatan.
YAQUT CHOLIL QOUMAS
 

“Katakanlah seperti masalah pernikahan, rujuk, pencatatan wakaf, pelayanan haji, pembinaan rumah ibadah, dan pendidikan keagamaan. Jadi, ketika masyarakat kecewa dengan layanan yang kita berikan, dengan mudah masyarakat memberikan penilaian terhadap Kementerian Agama,” kata Menag.

Namun, ia meyakini dengan digitalisasi layanan publik, masyarakat tidak perlu bersentuhan langsung dengan petugas yang memberikan layanan. Dengan cara ini, praktik korupsi dalam layanan publik bisa dicegah."Di era digital ini, kita sudah tidak bisa bekerja dengan cara lama dengan cara konvensional, maka arah pelayanan publik ke depan haruslah terdigitalisasi," kata Yaqut.

photo
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan sambutan sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI di Jakarta, Senin (21/11/2022). Dalam Rakorwas tersebut, Yaqut Cholil meminta jajarannya di Kementerian Agama untuk fokus dalam memperbaiki layanan publik dan menghindari setiap kecurangan dalam pengadaan barang dan jasa serta memperbaiki dalam sistem tranformasi digital. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Menag juga mengatakan, masalah yang dihadapi di Kemenag sudah sedemikian menumpuk. Karena itu, dia berharap seluruh aparatur Kemenag saat ini tidak menjadi bagian dari masalah di Kemenag, tapi menjadi bagian solusi dari Kemenag.

“Karena itu, saya perintahkan Pak Irjen untuk mengawal betul hal ini, saya meminta setiap instruksi yang saya berikan dicatat, dikawal, dan dipastikan dilaksanakan oleh seluruh aparatur di Kementerian Agama tanpa terkecuali,” ujar Menag. 

Dia pun merasa bahwa Kemenag belum optimal menjawab keluhan masyarakat lantaran masih bekerja dengan cara-cara konvensional dan belum terbiasa dengan digital. Menurut dia, inilah yang sekarang terus diperbaiki oleh Kemenag.

“Hal ini kita juga terus perbaiki, saya perintahkan staf khusus untuk mengawal proses digitalisasi di Kemenag. Tanggal 25 (November) kita launching layanan digital Kemenag, saya ingin semua layanaan publik bisa diakses dalam genggaman,” kata Menag.

Mengusung tema “Transformasi Pengawasan Inspektorat Jenderal Menjadi Organisasi yang Adaptif dan Agile”, Rakorwas Itjen Kemenag diselenggarakan secara hibrida dengan mengundang seluruh unit eselon I, kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, kepala bagian tata usaha Kanwil Kemenag Provinsi, kepala Balai Diklat Keagaaman, kepala Badan Litbang Agama se-Indonesia untuk hadir langsung di lokasi. Sedangkan kepala Kantor Kemenag kabupaten/kota hadir secara daring melalui aplikasi Zoom.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by INSPEKTORAT JENDERAL KEMENAG (@itjen_kemenag_ri)

Sementara, Inspektur Jenderal (Irjen) Kemenag Faisal Ali Hasyim menyampaikan pentingnya transformasi pengawasan. Dengan transformasi pengawasan, menurut dia, akan memberikan perbaikan pada tata kelola Kemenag. Dia mengatakan, Itjen harus memberikan peringatan dini dan meningkatkan efektivitas manajemen risiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah.

Faisal menuturkan, ada tiga hal yang menjadi fokus sebagaimana ditekankan oleh Menag. Pertama, memastikan pelayanan publik melalui transformasi bisa berjalan dengan baik. Kedua, memastikan sistem pengendalian internal sudah efektif untuk mencegah praktik transaksional dalam layanan publik, promosi, dan mutasi. Ketiga, selalu proaktif dan respons cepat atas segala permasalahan di Kemenag.

 
Pelaksanaan pengawasan belum dapat memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program Kemenag.
FAISAL ALI HASYIM Irjen Kemenag
 

"Kami mendapati, selama ini pola pengawasan Inspektorat masih belum optimal. Pelaksanaan pengawasan belum dapat memberikan gambaran tentang keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan program Kemenag," kata pria yang baru dua bulan menjabat sebagai irjen Kemenag ini.

Faisal, yang sebelumnya menjabat kepala perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bangka Belitung, mengatakan, pelaksanaan audit di Kemenag masih bersifat parsial sehingga hanya memotret bagian-bagian kecil pelaksanaan tugas dan fungsi satuan kerja (satker). 

KAI Siapkan 2,1 Juta Tiket untuk Libur Akhir Tahun

Tiket KA tambahan tersebut sudah dapat dipesan mulai 22 November.

SELENGKAPNYA

Terobos Longsor Demi Selamatkan Anak

RSUD Sayang merawat 420 korban gempa hingga Selasa (22/11) pagi.

SELENGKAPNYA

'Mereka Harus Menghargai Kami'

Sebelum perhelatan Piala Dunia dimulai, Qatar menghadapi banyak kritikan.

SELENGKAPNYA