Pengunjung berfoto di BTS Gojek Space Installation di Mal Gandaria City, Jakarta, Sabtu (17/9/2022). Para penggemar boyband asal Korea BTS di Indonesia dapat berfoto dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) sehingga seolah-olah terlihat berada | ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

Ekonomi

Badai PHK di Perusahaan Teknologi

Pemerintah harus memastikan karyawan yang terkena PHK mendapatkan haknya.

OLEH RETNO WULANDHARI dan FAUZIAH MURSID

Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di sejumlah startup. Pekan ini, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberhentikan 1.300 orang atau sekitar 12 persen dari total karyawan tetapnya sebagai langkah efisiensi. Keputusan itu disampaikan langsung CEO Grup GoTo Andre Soelistyo dalam townhall yang mengundang seluruh karyawan.

Dalam keterbukaan informasi, Jumat (18/11), GoTo menyampaikan, karyawan terdampak akan memperoleh paket kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di setiap negara di mana GoTo beroperasi. GoTo juga memberikan dukungan finansial, antara lain, berupa tambahan satu bulan gaji serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Gojek Indonesia (@gojekindonesia)

GoTo pun memberikan dukungan pencarian kerja serta layanan konseling. Karyawan terdampak berhak memiliki laptop yang saat ini mereka gunakan, mengakses berbagai pelatihan, serta bergabung ke direktori alumni GoTo.

"GoTo harus mengakselerasi upaya menjadi bisnis yang mandiri secara finansial dan tumbuh berkelanjutan dalam jangka panjang," kata Andre.

Berdasarkan data Layoff.fyi, jumlah karyawan startup di dunia yang terkena PHK meningkat sejak awal 2022. Pada kuartal pertama, sebanyak 9.829 karyawan startup terkena PHK.

PHK melonjak tajam pada kuartal kedua dengan jumlah mencapai 37.703 karyawan. Lalu pada kuartal ketiga PHK sedikit menurun menjadi 34.909 karyawan. Jumlahnya kembali turun menjadi 21.390 orang selama priode 1 Oktober-9 November 2022. Hingga 9 November, total karyawan startup di dunia yang diberhentikan sepanjang 2022 mencapai 103.831 orang.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KH.Ma'ruf Amin (@kyai_marufamin)

"Menjelang akhir 2022, kondisi ketenagakerjaan kita kurang menggembirakan karena adanya gelombang PHK, khususnya di startup dan manufaktur," kata Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin.

Padahal, kata Wapres, angka pengangguran di Indonesia saat ini masih lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menyebut, promo dan diskon besar-besar yang kerap e-commerce dan ride-hailing lakukan perlu mulai diatur pemerintah. "Ini membuat persaingan usaha sektor digital menjadi kurang sehat," kata Bhima.

 
 
Menjelang akhir 2022, kondisi ketenagakerjaan kita kurang menggembirakan karena adanya gelombang PHK, khususnya di startup dan manufaktur.
 
 

Ia memperkirakan gelombang PHK pun riskan dilakukan perusahaan digital lain akibat ketatnya persaingan mencari investor di tengah ancaman resesi global pada 2023.

Bhima menambahkan, pemerintah harus memastikan karyawan yang terkena PHK mendapatkan haknya. Pemerintah juga diminta ikut menyiapkan lapangan kerja buat mereka.

Abdullah bin Rawahah Menolak Suap dari Wajib Pajak

Suap termasuk dalam kategori memakan harta orang lain dengan cara batil.

SELENGKAPNYA

Kala Ibnu Sina Menjawab Fenomena Penyakit Epilepsi

Para dokter Muslim membangun penelitian medis yang lebih maju untuk mengurai hal ihwal epilepsi.

SELENGKAPNYA

Kasus Pemalsuan Merek Pupuk Diungkap

Tim juga turut menguji mutu dan kualitas pupuk di beberapa kios.

SELENGKAPNYA