vp,,rm
Indonesian President Joko Widodo delivers his speech during the B20 Summit Indonesia 2022 on the sidelines of the G20 Summit in Nusa Dua, Bali, Indonesia, 14 November 2022. The event runs on 13-14 November 2022 as a part of the 17th Group of Twenty (G20) | EPA-EFE/MADE NAGI

Kabar Utama

Presiden: Akhiri Perang

Sebagian besar anggota KTT G-20 akan mengutuk perang di Ukraina di akhir konferensi.

BALI – Presiden Joko Widodo resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Hotel Apurva Kempinski, Bali, pada Selasa (15/11). Dalam pidatonya di hadapan para pemimpin negara peserta konferensi, Presiden Jokowi menekankan, semua negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghentikan perang demi menyelamatkan umat manusia.

“Bertanggung jawab di sini juga berarti bahwa kita harus menghentikan perang. Jika perang tidak berakhir, maka akan sulit bagi dunia untuk maju. Jika perang tidak berakhir, maka akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi saat ini dan juga generasi masa depan,” kata Jokowi dalam sambutannya di G-20 dengan tema Kondisi Ekonomi Global, Ketahanan Pangan, dan Energi, Selasa (15/11).

Kepala negara mengatakan, semua negara harus menghormati hukum internasional dan juga prinsip-prinsip Piagam PBB secara konsisten. Jokowi juga mendesak para pemimpin dunia untuk menghentikan perpecahan dan menghindari terulangnya Perang Dingin. Menurutnya, semua negara, terutama negara-negara G-20 memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk rakyatnya sendiri tetapi juga untuk populasi global.

Presiden menegaskan, Indonesia telah melakukan upaya habis-habisan untuk menjembatani perpecahan yang semakin dalam. Namun, itu hanya akan berhasil jika setiap negara, tanpa kecuali, berbagi komitmen untuk mengesampingkan perbedaan dan mengerjakan sesuatu yang konkrit dan bermanfaat bagi dunia. .

Sebagai negara demokrasi yang memiliki 17 ribu pulau dan 1.300 suku bangsa, Indonesia menyadari pentingnya dialog untuk mempertemukan perbedaan. Menurut Jokowi, semangat yang sama pun juga harus ditunjukan oleh G-20. “Kita tidak memiliki opsi lain. Paradigma kolaborasi sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia,” kata mantan wali kota Solo itu.

Jokowi menambahkan, dunia saat ini sedang menghadapi tantangan yang luar biasa. Berbagai krisis terjadi mulai dari pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum usai, terjadinya rivalitas yang terus menajam, termasuk perang.

Krisis tersebut berdampak pada ketahanan pangan, energi, dan juga keuangan yang dirasakan dunia, terutama negara berkembang. Bahkan, saat ini ada 48 negara berkembang dengan tingkat kerawanan pangan tertinggi yang akan menghadapi kondisi yang sangat serius.

Presiden berharap agar pertemuan ini menghasilkan langkah-langkah nyata bagi krisis dunia saat ini. Sebagai Presidensi G-20, lanjut dia, Indonesia sudah berupaya semaksimal mungkin untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam dan lebar.

Namun, keberhasilan hanya akan tercapai jika semua negara berkomitmen, bekerja keras, dan menyisihkan berbagai perbedaan untuk menghasilkan sesuatu yang konkret dan bermanfaat bagi dunia.

“Hari ini mata dunia tertuju pada pertemuan kita. Apakah kita akan mencetak keberhasilan? Atau akan menambah satu lagi angka kegagalan? Buat saya, G20 harus berhasil dan tidak boleh gagal,” ujarnya.

photo
Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan Presiden Cina Xi Jinping di sela KTT G-20 di Bali, Senin (14/11/2022). - (AP Photo/Alex Brandon)

G-20 terdiri dari Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa. Spanyol adalah negara tamu tetap grup.

KTT tersebut dihadiri oleh 17 pemimpin negara anggota G-20, termasuk Presiden AS Joe Biden, Presiden Turki Recep Tayiip Erdogan, dan Presiden Cina Xi Jinping. Presiden Rusia Vladimir Putin, Luiz Inacio Lula da Silva dari Brasil, dan Andres Manuel Lopez Obrador dari Meksiko tidak hadir dalam KTT tersebut.

KTT G-20 disebut akan mengeluarkan pernyataan di akhir, di mana sebagian besar anggota akan mengutuk perang Rusia di Ukraina. Menurut rancangan komunike yang dilihat oleh Agence France-Presse, kelompok 20 akan menyesalkan dampak ekonomi dari konflik Ukraina dan menyerukan perpanjangan kesepakatan dengan Rusia.

“Saya pikir Anda akan melihat sebagian besar anggota G-20 menjelaskan bahwa mereka mengutuk perang Rusia di Ukraina, bahwa mereka melihat perang Rusia di Ukraina sebagai akar sumber penderitaan ekonomi dan kemanusiaan yang sangat besar di dunia,” kata seorang pejabat AS kepada wartawan, yang meminta namanya tak disebutkan.

Presiden Dewan Eropa Charles Michel meminta Rusia segera mengakhiri perang. Ia menilai, momen KTT G-20 ini menjadi momen yang tepat untuk semua satu suara mendorong perdamaian. Charles mengatakan, perang membuat stabilitas dunia menjadi terganggu dan menghambat pertumbuhan ekonomi global.

“Perang ini sangat mempengaruhi kita semua. Mempengaruhi segala aspek. Dan satu-satunya cara terbaik untuk mengakhiri krisis akut pangan dan energi adalah Rusia mengakhiri perang,” ujar Charles.

Akibat perang ini, kata Charles, jumlah orang yang menghadapi kelaparan parah dan kekurangan gizi meningkat. Sebab, perang menggangu ketahanan pangan serta rantai pasok dunia. Dia berharap, pada pertemuan G-20 ini bisa menjadi forum bersama untuk bisa mendorong Rusia menghentikan perang, meski Presiden Rusia Vladimir Putin tak datang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, pertemuan puncak KTT G-20 merupakan momentum tepat untuk menghentikan perang Rusia di negaranya. Dia menekankan, perang harus diakhiri dengan adil sesuai Piagam PBB dan hukum internasional. “Saya yakin sekarang adalah waktunya ketika perang destruktif Rusia harus dan dapat dihentikan,” kata Zelensky menurut salinan pidatonya untuk KTT G-20.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov tetap berada di ruangan selama pidato virtual oleh Presiden Ukraina. Pada saat pidato presiden Ukraina, terlihat ruangan hampir penuh termasuk Lavrov di dalamnya. Lavrov hadir mewakili Presiden Vladimir Putin.

photo
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. - (AP/Markus Schreiber)

Ia kemudian mengambil giliran untuk berbicara dan mengatakan harus menanggapi Zelenskiyy. Ruangan sesi pembukaan juga penuh saat pidato Lavrov, tanpa adanya aksi walk out massal yang kerap dilakukan delegasi negara lain saat Rusia berbicara di acara internasional sebelumnya.

Kedatangan Lavrov dalam pembukaan KTT G-20 ini sekaligus menepis spekulasi bahwa dirinya tidak dalam kondisi sehat untuk menghadiri KTT. Sebelumnya, Lavrov dikabarkan masuk ke salah satu rumah sakit di Bali usai tiba di Bandara Ngurah Rai pada Senin (14/11).

Lavrov pun langsung mengunggah potongan video ia sedang bersantai di kamar hotelnya. Lavrov duduk di sebuah teras dengan hanya mengenakan kaos pendek dan celana pendek sembari membaca dokumen. Terkait kabar yang menyebutnya sakit, Lavrov mengatakan, wartawan Barat telah menulis kepalsuan selama berpuluh-puluh tahun dengan mengatakan Putin sakit.

“Ini bukan permainan baru dalam politik, jurnalis Barat harus lebih jujur, mereka harus menulis kebenaran,” kata Lavrov yang berusia 72 tahun.

Tolak Senjata Nuklir

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, AS dan Cina sepakat untuk menolak penggunaan senjata nuklir. Kesepakatan ini muncul saat Biden dan Presiden Cina Xi Jinping melakukan pertemuan bilateral di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20.

Pertemuan Biden dengan Xi Jinping selama 3,5 jam tersebut membahas banyak hal, salah satunya adalah persoalan antara Rusia dan Ukraina. “Kami membahas agresi Rusia terhadap Ukraina, dan kami berdua sepakat mengecam penggunaan senjata nuklir. Penggunaan nuklir tidak bisa diterima,” ujar Biden saat konferensi pers di Nusa Dua, Senin (14/11) malam.

Biden melakukan pertemuan pertamanya dengan Xi setelah lima tahun tak bertemu. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama setelah kedua belah pihak berselisih pendapat sehingga memicu perang dingin.

Biden mengaku kerap melakukan komunikasi dengan Xi, baik secara formal maupun informal, meski hanya melalui sambungan telepon ataupun surat. Ia mengapresiasi pertemuan keduanya sebagai sinyal memperkuat hubungan kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Mao Ning mengatakan, pertemuan Presiden Cina Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjelang KTT G-20 di Bali pada Senin (14/11), dapat menstabilkan hubungan bilateral kedua negara. Pertemuan Xi dengan Biden memang berlangsung saat hubungan AS-Cina dianggap berada di titik terendah dalam beberapa dekade terakhir.

photo
Presiden AS Joe Biden berjabat tangan dengan Presiden Cina Xi Jinping di sela KTT G-20 di Bali, Senin (14/11/2022). - (AP Photo/Alex Brandon)

“Kami berharap AS akan bekerja sama dengan Cina, dengan tetap menjaga perbedaan, mempromosikan kerja sama yang saling menguntungkan, serta menghindari kesalahpahaman dan salah penilaian guna mendorong hubungan AS-Cina kembali ke jalur pembangunan yang sehat dan stabil,” kata Mao Ning saat ditanya tentang pertemuan Xi dan Biden, dikutip laman resmi Kementerian Luar Negeri Cina, Selasa (15/11).

Dia menekankan, Cina berkomitmen untuk saling menghormati, hidup berdampingan secara damai, dan menjalin kerja sama saling menguntungkan dengan AS. “Pada saat yang sama, kami akan dengan tegas mempertahankan kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan kami,” ujar Mao.

Menurut dia, AS pun perlu bekerja sama dengan Cina dalam mengelola dengan baik perbedaan antara kedua negara. Sebab hanya dengan cara seperti itu, hubungan AS-Cina bisa sehat dan stabil.

Xi Jinping dan Joe Biden melakukan pertemuan bilateral di Hotel Mulia, Bali, Senin (14/11). Itu merupakan pertama Biden dengan Xi sejak dia menjabat sebagai presiden AS. Saat keduanya berjabat tangan sebelum melangsungkan pertemuan, ada nuansa kehangatan. Xi dan Biden saling bertukar senyum. “Senang bertemu Anda,” kata Biden kepada Xi.

Pertemuan Xi dan Biden cukup dinanti. Hal itu karena saat ini hubungan bilateral AS-Cina dipandang berada pada titik paling rendah selama beberapa dekade. Biden mengatakan, pertemuannya dengan Xi di Bali merupakan awal untuk pertemuan selanjutnya.

Biden mengungkapkan, saat ini dunia sedang dihadapkan dengan berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan. Menurut dia, penanganan isu-isu tersebut membutuhkan kolaborasi dan kerja sama, tak terkecuali dari dirinya dengan Xi. 

Xi menyampaikan hal senada dengan Biden. Dia menilai, saat ini dunia tengah menghadapi beragam tantangan. Xi berpendapat kerja sama AS-Cina dapat membawa harapan bagi perdamaian dunia dan stabilitas global.

“Lewat pertemuan ini, kami siap melakukan pertukaran pandangan yang lebih mendalam terhadap isu-isu strategis antara Cina dan Amerika. Terutama juga hubungannya dengan isu-isu global dan regional,” kata Xi.

Klub Petik Manfaat dari Indonesia Cup 2022

Pelaksanaan pada musim hujan membuat laga di Solo sempat terganggu karena ada atap yang bocor.

SELENGKAPNYA

PSSI Diminta Benahi Sistem Sebelum Suksesi

Banyak hal yang harus dibenahi agar ketua umum baru bisa bekerja lebih baik.

SELENGKAPNYA

Jerman Dorong Uni Eropa Rangkul ASEAN

Scholz mengharapkan kemajuan cepat dalam negosiasi UE dengan Australia, India, dan Indonesia

SELENGKAPNYA