Presiden Joko Widodo berbicara ke media di sela KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, Jumat (11/11/2022). | AP Photo/Anupam Nath

Kabar Utama

Presiden Singgung Hak Hilirisasi di KTT ASEAN 

Langkah penyetopan ekspor bahan mentah belum tentu menguntungkan masyarakat dalam negeri.

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyinggung pentingnya kebijakan hilirisasi saat menghadiri salah satu sesi dialog dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, di Phnom Penh, Kamboja, Ahad (13/11). Menurut Presiden, negara berkembang harus terus memperjuangkan hak untuk hilirisasi sumber daya alam mentah. 

Jokowi menegaskan, negara berkembang tidak akan mendapatkan keuntungan yang memadai dari perdagangan internasional jika hanya mengekspor bahan baku. "Untuk itu, negara berkembang terus memperjuangkan hak untuk hilirisasi,” kata Jokowi dalam acara ASEAN Global Dialogue Ke-2: Post Covid-19 Comprehensive Recovery, di Phnom Penh, Kamboja, kemarin, berdasarkan siaran pers Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden. 

Presiden dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa perdagangan dunia harus diatur dengan mempertimbangkan hak pembangunan negara berkembang. Jokowi juga menyoroti kesulitan yang dialami negara berkembang saat ingin melakukan hilirisasi.

Indonesia sedang berupaya menggencarkan program hilirisasi. Salah satu bentuk komitmen itu diwujudkan dengan menyetop ekspor bijih nikel. Akan tetapi, kebijakan tersebut digugat ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) oleh Uni Eropa. 

Hak pembangunan negara berkembang merupakan salah satu dari tiga fokus utama yang disampaikan Presiden Jokowi untuk ASEAN dalam menghadapi tantangan ekonomi kawasan. “Meskipun proyeksi pertumbuhan ekonomi rata-rata masih terus positif, namun ke depannya, tantangan ekonomi kawasan akan makin berat apalagi dengan ancaman resesi. Untuk itu, saya ingin fokus pada tiga hal,” kata Jokowi.

Jokowi juga mendorong penguatan ruang fiskal negara ASEAN demi stabilitas keuangan. Dia juga menekankan bahwa efisiensi belanja dan alokasi program mitigasi dampak krisis agar menjadi prioritas, termasuk jaring pengaman bagi rakyat kurang mampu.

“Dukungan pada sektor yang memiliki dampak terhadap ekonomi kawasan juga harus diprioritaskan. ADB (Asian Development Bank) telah mengidentifikasinya, seperti pariwisata, agro-processing, dan tekstil. Sektor-sektor ini penting karena melibatkan UMKM yang mewakili 90 persen dunia usaha ASEAN,” kata Jokowi

Jokowi juga menilai perlunya penguatan dukungan keuangan internasional. Jokowi menegaskan pentingnya peran lembaga keuangan internasional dalam merespon krisis dan meminimalkan dampak yang diakibatkan melalui berbagai instrumen keuangan yang fleksibel. Menurutnya, ada instrumen yang sifatnya darurat sehingga bisa cepat digunakan saat krisis. 

Terkait hilirisasi, Presiden dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa pemerintah tak gentar meskipun ada banyak negara yang memprotes kebijakan Indonesia dalam mengurangi serta menyetop ekspor bahan mentah. Jokowi saat menghadiri Kongres XII Legiun Veteran RI pada pertengahan Oktober lalu, bahkan berharap pengganti dirinya memiliki komitmen untuk terus melakukan hilirisasi industri. Ia tak ingin ekspor bahan-bahan mineral mentah kembali dilakukan.

Ia mengatakan, selama Indonesia merdeka, bahan mineral mentah selalu diekspor tanpa diolah lebih lanjut. Padahal melalui hilirisasi industri, bahan mineral mentah yang diolah menjadi barang setengah jadi maupun barang jadi bisa memberikan nilai tambah bagi negara serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. 

Jokowi mencontohkan, larangan ekspor nikel pun telah memberikan nilai tambah kepada negara. Saat masih diekspor dalam bentuk mentah, nilai ekspor nikel hanya sebesar Rp 15 triliun. Namun setelah dilakukan hilirisasi industri, nilai yang didapatkan dari pengolahan nikel melonjak hingga Rp 360 triliun.

Ekonom menilai langkah pemerintah yang akan menyetop berbagai komoditas mentah, menjadi satu-satunya langkah untuk bisa melakukan hilirisasi. Tanpa langkah radikal, keinginan pemerintah memperoleh nilai tambah dari ekspor barang mentahnya hanya akan menjadi angan-angan.

photo
Aktivitas tungku smelter nikel di PT VDNI di kawasan industri di Kecamatan Morosi, Konawe, Sulawesi Tenggara, Jumat (9/9/2022). - (ANTARA FOTO/Jojon)

"KIta tidak akan pernah bisa mendorong hilirisasi kalau tidak dilarang ekspor mentahnya," kata Direktur Institute For Demographic and Poverty Studies, Yusuf Wibisono, kepada Republika, Ahad (13/11).

Mengenai adanya gugatan di WTO, Yusuf menyebut larangan ekspor menjadi strategi industrialisasi yang seharusnya dihormati oleh negara lain. Namun, dalam konteks perdagangan bebas bisa saja digugat dan Indonesia menjadi pihak yang melanggar ketentuan internasional.

"Jika isu ini dibawa secara damai ke forum internasional memang agak sulit. Jadi harus kuat-kuatan. Kita harus berdiplomasi dengan lebih cantik," ujarnya menambahkan.

Yusuf menyebut, langkah penyetopan ekspor bahan mentah belum tentu menguntungkan masyarakat dalam negeri. Ia mencontohkan soal nikel yang berhasil diolah menjadi barang setengah jadi. Pasalnya, hasil hilirisasi itu pun dinikmati oleh negara lain, khususnya Cina yang juga berinvestasi dalam proses hilirisasi tambang.

Investor asing yang masuk ke Indonesia juga telah dibanjiri fasilitas insentif dari pemerintah. Sementara itu, keterlibatan perusahaan domestik disebut Yusuf masih cukup rendah. Padahal, industri dalam negeri pun diharapkan ikut menikmati hasil olahan dari sumber daya alam yang dimiliki sendiri.

"Perlu kita evaluasi lagi, apakah ini sudah sepadan dengan kita dicaci-maki dunia internasional?" ujar dia.

photo
Pekerja menyelesaikan pembuatan kapal di galangan kapal Telaga Punggur, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (10/9/2022). Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepulauan Riau menyebutkan setelah terpuruk hampir dua tahun karena pandemi COVID-19, kini industri galangan kapal di Batam mulai bangkit dengan banyaknya pesanan pembuatan kapal tug boat dan tongkang seiring dengan kenaikan harga komoditi nikel dan batubara. - (ANTARA FOTO/Teguh Prihatna)

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono, menilai tak menjadi masalah jika Indonesia menghadapi kecaman dunia internasional.

"Tidak ada masalah, itu hak segala bangsa dan negara," ujarnya. Djatmiko menambahkan, proses sengketa nikel di WTO masih berjalan dan belum terdapat keputusan final.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat, ekspor produk turunan dari bijih nikel mengalami peningkatan setelah pemerintah melarang ekspor bijih mentah nikel. Sejak 2020, ekspor bijih nikel tercatat nihil karena telah dilarang pemerintah. Namun, terdapat dua produk turunan bijih nikel yang mengalami pertumbuhan signifikan nilai ekspor, yakni nikel dan barang daripadanya, serta fetronikel.

Sepanjang 2020 ekspor nikel dan barang daripadanya senilai 4,73 miliar dolar AS, naik dari 2019 yang hanya 2,59 miliar dolar AS. Ekspor kembali meningkat pada 2021 menjadi 7,08 miliar dolar AS dan periode Januari-Agustus 2022 telah mencapai 8,7 miliar dolar AS.

Memasuki 2021, nilai ekspor naik signifikan menjadi 1,28 miliar dolar AS. Selama periode Januari-Agustus 2020, ekspor fetronikel telah mencatatkan nilai hingga 3,59 miliar dolar AS.

Menteri Investasi Bahlil Lahadalia seusai pertemuan tingkat menteri G20 bidang perdagangan, investasi, dan industri (TIIMM G20) akhir September lalu menyampaikan, salah satu kesepakatan di bidang investasi yang tercapai dalam pertemuan itu adalah soal hilirisasi industri. Ia mengakui terdapat perdebatan panjang antara negara G-20 soal pentingnya hilirisasi, namun dapat diselesaikan dan dicapai kesepakatan.

"Jadi, kalau nanti ada yang membawa ke WTO untuk masalah hilirisasi, ini bisa menjadi instrumen untuk kita merasionalisasikannya kepada mereka," kata Bahlil. 

Haji Abdurrahman Sjihab, Teladan Sang Pendidik

Haji Sjihab menaruh perhatian besar pada upaya-upaya menjaga akidah umat.

SELENGKAPNYA

Ratu Adil dari Masa ke Masa

Gerakan ratu adil di Indonesia memiliki sejarah panjang.

SELENGKAPNYA

Segera Tangani Cedera Olahraga

Penanganan cedera yang cepat dan tepat berperan penting untuk kesembuhan pasien.

SELENGKAPNYA