Relawan Rumah Zakat Indonesia menata air minum kemasan untuk korban erupsi gunung Semeru saat pemberangkatan Truk Kebaikan Semeru di Balai Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (10/12/2021). | ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani

Filantropi

Modal untuk Berdaya

Sebanyak 15 persen penerima manfaat program ekonomi Rumah Zakat dapat keluar dari garis kemiskinan.

OLEH SANTI SOPIA

Masih banyak pelaku usaha kecil dan mikro yang memerlukan bantuan modal usaha agar bisa meningkatkan omzet, terlebih di tengah bayangan resesi ekonomi 2023. Chief Program Officer Rumah Zakat Murni Alit Baginda mengatakan, pemberdayaan ekonomi Rumah Zakat diberikan kepada mustahik dalam bentuk beberapa kegiatan, di antaranya pemberian modal usaha atau sarana usaha. 

“Disertai dengan kegiatan pendampingan dari fasilitator relawan inspirasi, setelah sebelumnya dilakukan asesmen atas jenis usaha, keahlian, dan motif penerima manfaat untuk mendapat program pemberdayaan ekonomi,” kata Murni. Data-data itu akan menjadi bahan untuk melakukan dukungan yang diperlukan dan juga mengamati penerima manfaat dapat keluar dari garis kemiskinan. 

Isu permasalahan yang diintervensi Rumah Zakat dalam bidang ekonomi adalah akses masyarakat bottom of pyramid (40 persen masyarakat termiskin) terhadap lembaga keuangan, keterampilan produksi pelaku usaha mikro dan kecil, dan akses pelaku usaha mikro dan kecil terhadap modal. Terakhir, regenerasi profesi di bidang agro (petani/peternak/nelayan) serta pariwisata domestik dan berbasis rural. 

Terdapat program Badan Usaha Milik Masyarakat (Bummas) sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi berbasis kelompok. Saat ini, Rumah Zakat memiliki 253 Bummas di Desa Berdaya yang telah memberikan manfaat kepada 3.070 orang dengan berbagai macam unit usaha. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Rumah Zakat (rumahzakat)

Dua macam Bummas yang dijalankan di Desa Berdaya yaitu Bummas Agrobusiness & Microbusiness dan Bummas-Microfinance. Implementasinya dalam bentuk bantuan modal usaha serta pendampingan aktivitas Bummas berupa monitoring, evaluasi, dan konsultasi. 

Salah satu yang sudah menjadi anggota Bummas adalah Siti Romlah di Desa Doropayung, Jawa Tengah. Romlah mengakui, pengetahuannya terhadap ilmu perdagangan dan manajemen keuangan bertambah.

Selain itu, ia bahkan dapat berdakwah kepada sesama anggota. Romlah berterima kasih kepada Rumah Zakat yang telah membentuk Erzed Mart dan memberinya modal usaha. Setelah mendapatkan kucuran dana, Romlah menambah barang dagangannya, seperti air mineral, jajanan, dan mainan. 

Hingga tahun 2021, 42 juta layanan manfaat sudah dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 15 persen penerima manfaat dari program ekonomi Rumah Zakat, keluar dari garis kemiskinan dan mengalami peningkatan kesejahteraan. 

Pada tahun ini ditargetkan 20 persen penerima manfaat di bidang ekonomi keluar dari garis kemiskinan. “Target tahun ini, Rumah Zakat dapat mengangkat 20 persen penerima manfaat pemberdayaan ekonomi keluar dari garis kemiskinan,” lanjut Murni.

Pada tahun 2021, Rumah Zakat memperoleh nilai Indeks Zakat Nasional tertinggi dari hasil pengukuran IZN dan Kaji Dampak LAZ yang diselenggarakan oleh Baznas. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Rumah Zakat Impact (rumahzakatimpact)

Dalam program pemberdayaan, Rumah Zakat membina para penerima manfaat melalui Desa Berdaya. Itu merupakan sebuah proses pemberdayaan terintegrasi yang disesuaikan dengan potensi desa. 

Saat ini terdapat 1.724 Desa Berdaya yang tersebar dari Aceh hingga Papua dengan beragam program unggulan sesuai potensi yang ada di masing-masing desa. Ada Desa Ramah Lansia yang bertujuan meningkatkan perekonomian lansia dhuafa di desa. Kemudian, Desa Bebas Stunting yang saat ini berkolaborasi dengan BKKBN dalam kampanye Bapak Asuh Anak Stunting. 

Program pendampingan dan bantuan petani bersinergi dengan Kementerian Pertanian, serta ada pula kerja sama KUA percontohan bersama Kementerian Agama. Selain itu, terdapat beberapa fokus program, seperti Desa Tangguh Bencana, Desa Vokasi, hingga Desa Sinematografi. Pengembangan Desa Berdaya ini akan terus berlanjut sehingga lebih banyak lagi masyarakat desa yang berdaya.  

Bengkel untuk Pekerja Dhuafa 

Dompet Dhuafa membentuk organisasi khusus bernama Institut Kemandirian yang bertujuan melahirkan UMKM dengan menyerap para masyarakat dhuafa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kerja sama dengan ReBach dari Korea Industri. 

Institut kemandirian membuka peluang masyarakat dhuafa dalam membentuk iklim UMKM. Baru-baru ini, Institut Kemandirian meresmikan bengkel motor matic di Ciasem Hilir, Jl Raya Pantura, Subang, Jawa Barat, yang diberi nama Bengkel Motor Pakar Matic.

photo
Petugas kesehatan membawa pasien saat simulasi penanganan pasien di Rumah Sakit Hasyim Asyari, Jalan Cukir-Parkir Makam Gus Dur, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (26/10/2022). - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Direktur Institut Kemandirian Abdurrahman Usman menjelaskan, bengkel tersebut merupakan bengkel ketiga yang didirikan Institut Kemandirian setelah bengkel di Sumir Bambu Apus dan Cilangkap. “Kedua bengkel tersebut berada tidak jauh di Jakarta Timur dan diresmikan pada tahun 2018. Alhamdulillah, keduanya masih berjalan sampai saat ini,” kata Usman. 

Usman mengatakan, keberadaan bengkel itu akan menjadi laboratorium bagi alumni yang ada di sekitar Ciasem Subang, Jawa Barat. Semua bengkel yang dimiliki oleh Institut Kemandirian diisi oleh teknisi-teknisi alumni Institut Kemandirian. Bahkan, kepala teknisinya adalah alumni Institut Kemandirian yang sudah berpengalaman di dunia perbengkelan. 

“Hal ini dalam rangka memberdayakan dan memberikan ilmu tambahan bagi alumni,” ujar Usman. Nantinya, alumni yang bekerja di bengkel dapat memahami dunia perbengkelan secara keseluruhan, dari mengurus keuangan, manajemen, sampai pemasaran.

Ketika para alumni sudah mampu mandiri untuk membuka bengkel sendiri, Usman menegaskan, Institut Kemandirian akan hadir mendampingi alumni memberikan dana inkubasi. Diharapkan bengkel motor Pakar Matic yang baru saja diresmikan ini bisa memberikan hasil untuk para alumni sehingga tujuan dari Institut Kemandirian bisa tercapai. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Institut Kemandirian (institutkemandirian)

Setelah sukses memberikan materi sesi pertama pelatihan Programing dan Bootcamp Digital Marketing pada Juli sampaI Oktober 2022, Institut Kemandirian juga kembali membuka pelatihan Bootcamp Digital Marketing.

Usman menjelaskan, itu sesuai dengan tujuan utama dari Institut Kemandirian, yakni menjadi pusat pelatihan vokasi dan inkubasi bisnis terbaik dalam menyiapkan SDM berkualitas untuk menciptakan masyarakat berdaya.

Pelatihan sesi kedua ini hanya berjalan selama dua bulan. Pelatihan juga gratis, tidak memungut biaya. Program Bootcamp Digital Marketing akan mengupas tentang keterampilan Digital Marketing. Peserta latihan selama dua bulan akan mendapatkan materi dari profesional di bidangnya. 

Metode pembelajaran selama dua bulan blended learning atau 20 persen luring dan sisanya daring. Persyaratannya, pria atau wanita, usia 20-35 tahun, sehat jasmani dan rohani (tidak merokok). Lalu, tidak bekerja atau tidak terikat kontrak dengan perusahaan mana pun, berkomitmen mengikuti bootcamp selama dua bulan, memiliki motivasi kuat dan disiplin, serta berdomisili di Depok, Tangerang, dan sekitarnya.

Moeldoko: Pemimpin Jangan Menunggu, Harus Bergerak

Keberanian untuk melakukan suatu lompatan harus dimiliki semua pihak

SELENGKAPNYA

Kapal Rumah Sakit Ark Peace Tiba di Tanjung Priok

Tenaga medis dapat melakukan diagnosis penyakit dan operasi di kapal itu

SELENGKAPNYA

Modal dari Sumber yang tidak Halal

Jika ada dua pilihan hukum, maka Rasulullah SAW memilih hukum yang memudahkan selama pilihan tersebut bukan dosa.

SELENGKAPNYA