Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Hery Gunardi (kedua kiri) berbincang dengan Group Chief Executive Officer (CEO) Dubai Islamic Bank (DIB) Adnan Chilwan (kedua kanan), Head of International Business & RE Investments Dubai Islamic Bank Anwar Belg | Dhemas Reviyanto/ANTARA

Ekonomi

Tantangan Samudra Luas untuk BSI

Kita tidak ingin BSI hanya bermain di kolam kecil, tetapi harus masuk ke samudra luas.

OLEH FUJI EKA PERMANA dari Dubai, Uni Emirat Arab

Eratnya hubungan Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) dinilai dapat menjadi peluang emas untuk Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam menjangkau pasar yang lebih luas.

Dalam kunjungan ke kantor BSI Perwakilan Dubai di Dubai International Financial Centre (DIFC), Dubai, UEA, Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin mengharapkan agar BSI terus melebarkan sayapnya di luar negeri. Tidak hanya di UEA, tetapi juga di negara-negara Muslim lainnya.

"Kita tidak ingin BSI hanya bermain di kolam kecil sekitar rumah saja karena kapasitasnya kecil, tetapi harus masuk ke samudra luas," kata Wapres pada pekan lalu.

Wapres menyampaikan, salah satu cita-cita Indonesia, yaitu memiliki bank syariah yang menjalankan bisnis di tingkat nasional dan tingkat global. Menurut dia, ini kesempatan yang bagus bagi BSI karena hubungan Indonesia dan UEA cukup erat.

Dia menjelaskan, hubungan baik Indonesia dan UEA tecermin dari adanya kerja sama dalam pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed dan Islamic Center di Solo, Jawa Tengah. Kemudian, UEA juga berkomitmen untuk membangun School of Future Studies di Indonesia dan membantu pembangunan ibu kota Nusantara (IKN).

"Tolong dimanfaatkan dengan baik. BSI punya momen baik. Ini supaya jadi pintu masuk investasi ke Indonesia, termasuk (melalui kerja sama) dengan Dubai Holding," ujar Kiai Ma'ruf.

Ma'ruf juga meminta BSI untuk terus mempromosikan potensi-potensi investasi di Indonesia, khususnya yang terkait industri halal, seperti pabrik gelatin halal, kosmetik halal, dan farmasi. Indonesia juga sudah memiliki beberapa kawasan industri halal di Jawa Timur, Banten, dan Kepulauan Riau. Menurut dia, kawasan industri halal lainnya juga akan berkembang ke depan.

Dia mengharapkan agar BSI Dubai dapat melayani para diaspora Indonesia dengan baik. Menurut dia, para diaspora juga merupakan jembatan masuknya produk-produk Indonesia ke UEA. "Para diaspora adalah hamzah washal, penghubung produk-produk Indonesia agar bisa sampai ke Dubai," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf meminta BSI untuk turut membantu memopulerkan produk-produk halal unggulan Indonesia, termasuk fashion Muslim di Dubai. Dia mencontohkan, BSI dapat membuat pameran busana Muslim di Dubai seperti yang sudah rutin dilaksanakan di dalam negeri. Dia menilai, desainer Indonesia memiliki potensi yang kuat sehingga mampu menembus pasar global.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Hery Gunardi (gunardihery)

Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan, kehadiran BSI di Dubai disambut sangat baik oleh Pemerintah UEA. Perseroan pun akan menjalankan usaha perbankan secara optimal di Dubai sehingga BSI menjadi bank syariah modern dan terus tumbuh di dunia internasional.

"Kami kawal supaya bisa menjalankan amanah tidak hanya menjadi bank syariah terbesar di Indonesia, tetapi juga secara global," kata Hery.

Hery menerangkan, izin BSI saat ini masih sebagai kantor perwakilan. Akan tetapi, paling lama awal tahun depan akan menjadi kantor cabang penuh di Dubai. Jika sudah menjadi kantor cabang penuh, bank ini bisa ikut mengikuti sindikasi pembiayaan, menghadirkan layanan treasury, serta berdiri sama tinggi dengan Dubai Islamic Bank atau Abu Dhabi Islamic Bank.

Ia mengatakan, BSI saat ini telah melayani transaksi perbankan para diaspora Indonesia, seperti mengirimkan uang, menabung, dan mencicil emas secara mudah dengan aplikasi BSI Mobile Banking. "Referral BSI Mobile Banking adalah satu-satunya yang bisa memakai nomor ponsel di sini dan bisa untuk mengirim uang (remittance) melalui kerja sama dengan perusahaan lokal Direct Remit," ujar Hery.

Kemenkeu Jaga Dampak Kenaikan Tarif Cukai Rokok

Kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dinilai tidak akan berdampak besar bagi tenaga kerja.

SELENGKAPNYA

Menggali Jalan Keluar Pesta Musik

Asosiasi promotor musik akan bertemu dengan Menparekraf dan pihak Mabes Polri

SELENGKAPNYA

Lebih Peka Perubahan Iklim

Semoga masyarakat dunia dari kalangan manapun, kini lebih peka terhadap perubahan iklim serta dampaknya.

SELENGKAPNYA