Petugas menyiapkan hidangan Soto Mie pada acara Bogor Breakfast Festival 2022 di Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (23/10/2022). | Republika/Putra M. Akbar

Kuliner

Meraih Manfaat Sarapan

Menu-menu sarapan khas nusantara lebih dapat melengkapi kebutuhan gizi harian dan lebih sehat. 

OLEH SANTI SOPIA

Sarapan pagi memberikan energi bagi setiap orang untuk memulai aktivitas. Namun, kebiasaan sarapan ini ternyata masih belum banyak diterapkan oleh masyarakat. Padahal, sarapan itu penting dalam membantu kadar gula darah dalam tubuh sehingga dapat mendukung aktivitas sehari-hari. 

"Seseorang perlu menyambut hari baru yang segar pada pagi hari karena mulai bekerja. Sarapan penting setelah sepanjang malam tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh. Jika seseorang melewatkan sarapan, dia baru merasa siap fokus berkegiatan setelah makan siang," kata spesialis gizi klinik Dr dr Inge Permadhi MS SpGK (K), dua pekan lalu. 

Makanan yang baik untuk sarapan adalah yang dapat mendukung kadar gula darah normal untuk menyokong aktivitas. Artinya, diperlukan porsi sumber karbohidrat yang paling banyak, lalu protein, dan lemak baik. Keseimbangan gizi dalam sarapan dinilainya penting, tak hanya untuk menambah energi, tapi juga menjaga kesehatan. 

Inge mencontohkan sarapan, seperti roti isi telur dengan sayur, bubur ayam lengkap lauk pauk, atau kacang dan sayuran. Jika sarapan hanya karbohidrat dan lemak, perlu waspada terhadap kegemukan. Jika ditambahkan protein, itu bisa mendukung bentuk daya tahan tubuh. 

Menanggapi kebiasaan orang yang membuka hari dengan kopi, Inge mengatakan, boleh saja jika minuman itu dirasa membuat tubuh lebih segar. Namun, tentu saja sarapan yang terbaik adalah harus memenuhi kecukupan gizi harian, tak sekadar minum kopi. Apalagi, bagi beberapa orang perlu mengontrol asupan kafein dan gula. Untuk yang seperti itu, mereka perlu mengganti pola makannya lebih baik lagi. 

Dia juga mencontohkan menu-menu sarapan khas nusantara yang sebenarnya bagus untuk melengkapi kebutuhan gizi harian. Contohnya, nasi soto, bubur ayam, ketoprak, lontong sayur, hingga nasi gudeg. “Itu kan bagus, ada lontong, sayur, protein. Jadi, masakan nusantara bisa lengkap gizinya.” 

Ketua Indonesian Chef Association (ICA) Bogor Raya Chef Zahakir Haris menilai masakan khas nusantara jauh lebih sehat karena mengandung rempah-rempah yang baik. Rempah-rempah ini hampir tidak ditemukan di makanan negara lain yang kini digandrungi di Indonesia.

“Misalnya, soto mi Bogor ada kroket, mi, banyak rempah. Hampir semua makanan lain, seperti laksa, toge goreng, itu juga rempah dan kondimennya luar biasa.” ujar Haris.

Haris menjelaskan bahwa inovasi juga diperlukan dalam mengangkat kuliner nusantara, seperti halnya dalam pengemasan. Kemasan kuliner lokal dapat dibuat lebih kekinian, menarik, dan fleksibel. Karena itu, dia melanjutkan, masyarakat dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu mendapatkan edukasi agar berinovasi pada penampilan kemasan dan cara menjualnya. 

photo
Warga memperlihatkan hidangan Soto Mie pada acara Bogor Breakfast Festival 2022 di Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (23/10/2022). Pada acara tersebut sebanyak 5.000 porsi hidangan Soto Mie yang merupakan kuliner khas Kota Bogor itu dibagikan gratis kepada warga untuk sarapan pagi. - (Republika/Putra M. Akbar)

Begitu juga para ahli masak yang ada di hotel terus menampilkan masakan lokalnya karena rata-rata tamu lokal maupun mancanegara akan mencari makanan tradisional di daerah yang dikunjunginya. Para kreator konten dan Youtuber juga perlu terus mengunggah dan menggaungkan makanan lokal lewat media sosial.

Melestarikan Masakan Lokal

Di tengah maraknya makanan modern, kuliner lokal dinilai tetap perlu lestari di saat merasuknya makanan modern dalam tatanan masyarakat. Menurut Ketua Indonesian Chef Association (ICA) BPC Bogor Raya Zahakir Haris, anak muda zaman sekarang perlu lebih mengenal kuliner daerah sendiri karena kuliner lokal lebih sehat dan lezat, termasuk untuk menu-menu sarapan.

Dia menilai masakan nusantara juga perlu terus dilestarikan. ICA merasa wajib memperkenalkan masakan nusantara ini, kendati sudah dikenal, karena anak-anak milenial lebih menyukai kuliner asing dan instan. Padahal makanan lokal tak kalah enak dengan yang internasional. 

Pelestarian itu dilakukan, salah satunya lewat Bogor Breakfast Festival yang digelar dua pekan lalu. “Mari bangkitkan kuliner lokal dan bisa diterima oleh anak muda sekarang,” kata Haris di Alun-Alun Kota Bogor, Oktober lalu. Haris menilai, jika masih banyak pedagang yang menjualnya, termasuk di pinggir jalan raya, kuliner lokal akan tetap bertahan sampai kapan pun.

photo
Warga menyantap hidangan Soto Mie pada acara Bogor Breakfast Festival 2022 di Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (23/10/2022). Pada acara tersebut sebanyak 5.000 porsi hidangan Soto Mie yang merupakan kuliner khas Kota Bogor itu dibagikan gratis kepada warga untuk sarapan pagi. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Bogor Breakfast Festival sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali mulai dari menu laksa, toge goreng, hingga soto mi. Setelah dua tahun pandemi, gelaran kali ini begitu disyukuri karena industri kuliner maupun pariwisata, tampak mulai bergeliat. 

Bogor Breakfast Festival yang menyediakan 5.000 porsi soto mi gratis untuk masyarakat umum. Satu porsi soto mie berisikan mi kuning, kroket, daging sapi, dan jeruk limau. Kuahnya berupa racikan rempah-rempah, seperti bawang, kemiri, merica, jahe, hingga biji pala.

Menurut Director of Government Affairs & Strategic Collaboration Grab Indonesia Uun Ainurrofiq, ada banyak makanan khas lokal yang bisa dieksplor, salah satunya di Kota Bogor. Soto mi memang jadi salah satu kuliner legendaris yang paling digemari. "Soto mi bogor ini selalu ada dan ketika ada teman dari luar negeri datang, kita selalu ajak kulineran dan soto mi disukai,” kata Uun.

photo
Warga menyantap hidangan Soto Mie pada acara Bogor Breakfast Festival 2022 di Alun-alun Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad (23/10/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Kegiatan Bogor Breakfast Festival ini juga merupakan rangkaian puncak kegiatan Festival Bunga dan Buah Nusantara. Kegiatan ini diadakan oleh Pemerintah Kota Bogor bersama Indonesian Chef Association (ICA) BPC Bogor Raya, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dan IPB University. 

Mahasiswa IPB dan Ketua Pelaksana Festival Bunga dan Buah Nusantara 2022 Muhammad Ihsan Fatawa melihat, anak muda saat ini boleh jadi sudah lupa dengan makanan tradisional. Ihsan melihat tantangannya kuliner nusantara adalah bahan pangan berkualitas. Ini jadi tantangan bagi petani di Indonesia. 

Dia menyebutkan, hasil produksi dalam negeri tidak kalah dengan impor. Misalnya, buah-buahan, produk impor dianggap lebih murah dan tampilannya bagus. Padahal, produk lokal juga tidak kalah bagus. “Seperti alpukat mentega itu banyak dicari masyarakat,” kata Ihsan.

Penyengat dan Raja Ali Haji

Abdullah menjadi kebanggaan Malaysia dalam hal bahasa Melayu bersaing dengan Raja Ali Haji kebanggaan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Muamalat-KNEKS Tingkatkan Kompetensi Digital SDM

Sinergi program seperti ini diharapkan dapat berkesinambungan dan dilakukan secara masif.

SELENGKAPNYA

Hari Kiamat Itu Pasti

Lalu, dari air hujan, kehidupan di muka bumi terus berlanjut sampai hari kiamat. Masihkah Anda ragu dengan hari kiamat?

SELENGKAPNYA