Petugas melakukan perawatan kamera CCTV di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali. | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Ekonomi

Pasokan Listrik G-20 Pakai Energi Bersih

Bali mempunyai kebijakan agar ke depan bisa menjadi wilayah yang mandiri energi.

JAKARTA -- Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam rangkaian acara Energy Transition Day di Bali memamerkan dua proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang masuk ke dalam sistem kelistrikan di Bali. Sejauh ini, PLN mengoperasikan dua PLTS di sana.

"Artinya, dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20, Bali dipasok listrik bersih. Ini wujud komitmen nyata Indonesia mendukung transisi energi yang menjadi poin pembahasan penting dalam KTT G-20," kata Darmawan dalam acara Energy Transition Day, Selasa (1/11), di Bali.

 
 
PLN memprediksi kebutuhan listrik selama KTT G-20 akan meningkat sebesar 25 persen, yakni dari 846 MW menjadi 980 MW.
 
 

Ia memerinci, dua PLTS tersebut adalah PLTS Hybrid di Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 megawatt peak (MWp) yang terbentang di atas lahan seluas 4,5 hektare. Untuk menjaga keandalan dari PLTS ini, ditambahkan battery energy storage system (BESS) dengan kapasitas 1,84 megawatt hour (MWh) .

"PLTS ini bisa secara signifikan mengurangi pemakaian BBM yang selama ini berlangsung," kata Darmawan.

Kedua, PLN juga mengoperasikan PLTS Apung Muara Tukad dengan kapasitas 100 kilowatt peak (kWp). PLTS itu terletak di jantung Pulau Dewata dan terapung di bibir Pantai Kuta seluas 350 meter persegi.

Tak hanya itu, PLN juga memasang photovoltaic (PV) atap di 33 lokasi gedung PLN Grup dengan total kapasitas 890,55 kWp. Langkah PLN ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bali yang menggalakkan PV atap sebagai wujud menjadikan Bali ramah lingkungan.

Selain PTLS, PLN juga resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati 1x100 megawatt (MW) yang direlokasi dari Jawa Timur ke Pesanggaran, Bali. Relokasi pembangkit listrik ini dilakukan untuk memperkuat keandalan pasokan listrik di Bali yang menjadi tuan rumah KTT G-20.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PLN (@pln_id)

"PLN memprediksi kebutuhan listrik selama KTT G-20 akan meningkat sebesar 25 persen, yakni dari 846 MW menjadi 980 MW," kata Darmawan.

Darmawan memastikan, agenda KTT G-20 akan PLN kawal langsung. PLN juga memastikan target dapat rampung sesuai rencana.

Dengan relokasi PLTG Grati ke Pesanggaran, saat ini, daya mampu PLN untuk Subsistem Bali ada di level 1.422 MW. Artinya, kata Darmawan, masih ada 442 MW dari perkiraan beban maksimal untuk penyelenggaraan KTT G-20. "Saat ini, saya cek persiapannya sudah siap untuk menjaga keandalan listrik," kata dia.

Gubernur Bali I Wayan Koster dalam mengapresiasi langkah PLN dalam melakukan transisi ke energi yang lebih bersih. Dukungan infrastuktur untuk energi bersih yang dilakukan PLN harus terus didorong. "Memang transisi ini tidak bisa dilakukan sendiri, kita semua harus berkolaborasi," ucap Koster.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by G20 Indonesia (@g20org)

Koster juga menegaskan, Bali sebagai destinasi wisata internasional mendukung penuh rencana pemerintah dan PLN dalam mencapai target net zero emission. Untuk itu, Bali saat ini memiliki kebijakan daerah untuk mendukung hal ini.

Bali mempunyai kebijakan agar ke depan bisa menjadi wilayah yang mandiri energi. "Artinya, Bali ingin menjadi provinsi yang sepenuhnya dipasok dari listrik berbasis energi teebarukan," kata Koster. 

Optimalisasi Peluang KPR Syariah di Tengah Gejolak

BTN berencana melepas UUS kepada BSI paling lambat pada Juli 2023.

SELENGKAPNYA

PLN Pastikan Keandalan Listrik Saat G-20

Kementerian PUPR mengungkapkan, semua peningkatan infrastruktur untuk persiapan KTT G-20 telah selesai.

SELENGKAPNYA

PTPP akan Bangun Istana Presiden di IKN

Saat ini, PTPP pun masih berpartisipasi dalam beberapa lelang proyek di IKN Nusantara.

SELENGKAPNYA