Juventus coach Massimiliano Allegri gestures during the UEFA Champions League group stage soccer match Juventus FC vs Maccabi Haifa FC at the Allianz Stadium in Turin, Italy, 5 Occtober 2022. | EPA-EFE/ALESSANDRO DI MARCO

Sepak Bola

Si Nyonya Tua Telan Pil Pahit

Khusus di Benua Biru, Juventus memiliki satu target tersisa.

LISABON -- Juventus masih akrab dengan inkonsistensi sepanjang musim ini bergulir. Teranyar, klub berkostum hitam-putih itu gagal melaju ke babak 16 besar Liga Champions.

Juve dikalahkan Benfica, 3-4, pada matchday kelima Grup H Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (26/10) dini hari WIB. Hasil itu membuat Bianconeri tertahan di tangga ketiga klasemen sementara. Secara matematis, klub raksasa Turin itu sudah tak bisa menembus posisi dua besar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Juventus (@juventus)

Pertama kalinya Juve tersingkir di fase grup kompetisi terelite Benua Biru dalam sembilan tahun terakhir. Si Nyonya Tua pun harus menelan pil pahit. Klub tersebut berada di situasi yang tak biasa.

"Fakta telah tereliminasi itu menyakitkan. Kami marah dan kecewa, tetapi sekarang kami harus berfokus ke Seri A Liga Italia. Kami perlu memulihkan energi fisik dan mental," kata pelatih Juventus Massimiliano Allegri kepada Sky, dikutip dari Football Italia.

Performa Juve naik-turun. Dusan Vlahovic dan rekan-rekan sudah mentas dalam 16 pertandingan. Hitungannya dari berbagai ajang.

Selama periode tersebut, Bianconeri baru mengoleksi enam kemenangan. Selebihnya, rival sekota Torino itu bermain imbang di empat kesempatan. Tragisnya, La Vecchia Omicidi enam kali tumbang.

Kegagalan melangkah jauh di pentas Liga Champions mempertegas situasi teranyar Juventus. Klub tersebut dinilai tidak berada di jalur semestinya. Sejak musim lalu, penampilan Juve bak tim semenjana.

 
 
Kami harus berfokus pada Lecce dan kemudian PSG (Paris Saint-Germain—Red). Kami ingin menuju Liga Europa dengan segala cara.
 
 

Namun, perjuangan belum berakhir. Masih ada waktu bagi Bianconeri untuk menunjukkan kebangkitan. Khusus di Benua Biru, si Nyonya Tua memiliki satu target tersisa.

"Kami harus berfokus pada Lecce dan kemudian PSG (Paris Saint-Germain—Red). Kami ingin menuju Liga Europa dengan segala cara," ujar bek tengah Juventus Federico Gatti kepada Sportmediaset.

Situasi berbeda dialami Chelsea FC. The Blues sempat gagal meraih kemenangan dalam dua laga awal pada ajang Liga Champions. Mirip-mirip kondisi yang dialami Juve.

Namun, skuad London Biru langsung melakukan perbaikan nyata. Wakil Inggris itu meraih tiga kemenangan beruntun. Teranyar, Jorginho dkk mengalahkan tuan rumah RB Salzburg, 2-1, di EM-Stadion Wals-Siezenheim (Red Bull Arena), Rabu (26/10) dini hari WIB.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Chelsea FC (@chelseafc)

"Secara keseluruhan, saya senang dengan performa kami. Penghargaan untuk para pemain karena mereka fantastis," ujar pelatih Chelsea Graham Potter, dikutip dari uefa.com.

Hasil demikian membuat the Blues kokoh di puncak klasemen Grup E. Anak asuh Potter pun melaju ke putaran selanjutnya. 

 

Tim yang lolos babak 16 besar Liga Champions: *) 

  • Grup E: Chelsea
  • Grup F: Real Madrid
  • Grup G: Manchester City, Borussia Dortmund
  • Grup H: Paris Saint-Germain, Benfica

 

Tim yang tersingkir di fase grup Liga Champions: 

  • Grup E: Dinamo Zagreb
  • Grup F: Celtic
  • Grup G: Sevilla, Copenhagen
  • Grup H: Juventus, Maccabi Haifa.

 

*) Setelah laga Rabu (26/10) dini hari WIB.

The Daddies Mulai Kehabisan Bensin

Ganda putra Indonesia mengirimkan lima wakilnya dalam turnamen BWF Super 750.

SELENGKAPNYA

Shin Tae-yong Soroti Dua Kekurangan Timnas Indonesia U-20 

Dua calon pemain naturalisasi telah berkunjung ke kantor PSSI untuk bertemu Ketua Umum PSSI.

SELENGKAPNYA

Liverpool Versus Ajax, Pantang Terpeleset

Di kubu tim tuan rumah, kemenangan menjadi harga mati.

SELENGKAPNYA