Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas setibanya di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (4/7/2022). | Dok Kemenag

Khazanah

Kemenag Audit Semua Bangunan Madrasah

Pemerintah berencana membangun MTsN 19 Jakarta di tanah yang lebih tinggi

JAKARTA – Musibah ambruknya tembok bangunan yang menewaskan tiga siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Jakarta menimbulkan keprihatinan. Menyusul peristiwa nahas ini, Kementerian Agama (Kemenag) akan mengarahkan seluruh jajarannya untuk mengaudit kualitas semua bangunan madrasah di Indonesia.

“Sebagaimana yang sudah kita lakukan, kita akan melakukan audit terhadap semua sekolah madrasah yang ada di bawah Kemenag. Kita sudah lakukan, nanti yang perlu diperbaiki, perbaiki,” ujar Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas saat ditemui usai acara pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2022 di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Senin (10/10).

photo
Suasana lokasi peristiwa tembok roboh akibat banjir di MTsN 19, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Junat (7/10/2022). Peristiwa banjir yang mengakibatkan tembok pembatas sekolah roboh hingga menewaskan 3 orang siswa dan 1 orang luka tersebut terjadi pada Kamis (6/10/2022) kemarin sekitar pukul 14.50 WIB. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

Untuk menyelesaikan masalah di MTsN 19 Jakarta, menurut dia, Kemenag sedang berbicara dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pihaknya berencana membangun madrasah tersebut di tanah yang lebih tinggi.

“Khusus untuk MTsN 19 itu, itu kita sedang berbicara dengan Pemprov (DKI Jakarta) untuk minta alokasi tanah, mungkin bisa diberikan ke kita. Di sebelahnya itu kan ada yang lebih tinggi, konturnya lebih tinggi. Kita akan pakai untuk membangun madrasah,” kata Menag.

 

 

Khusus untuk MTsN 19 itu, itu kita sedang berbicara dengan Pemprov (DKI Jakarta) untuk minta alokasi tanah, mungkin bisa diberikan ke kita

 

YAQUT CHOLIL QOUMAS Menteri Agama
 

 

Di lokasi yang sama, Juru Bicara Kemenag, Anna Hasbie, menambahkan, Kemenag juga akan mengganti laptop-laptop yang hanyut karena hujan deras dan banjir. “Hari ini kami akan mengirimkan pengganti laptop-laptop yang kemarin hanyut, lalu untuk pengobatan semuanya juga sudah dilakukan pada saat itu,” kata Anna.

Saat ini, menurut dia, pihaknya sedang melihat berbagai kemungkinan terkait bangunan MTsN 19 Jakarta. Sebab, menurut dia, madrasah tersebut berada di daerah yang cekung. “Jadi, diperlukan arsitek atau tata ruang yang khusus supaya kejadian kemarin itu tidak terulang lagi,” ujar Anna.

“Kemarin kami sudah menghubungi beberapa pihak terkait untuk melihat kemungkinan daerah mana yang bisa digunakan. Karena sebelah situ ada tanah kosong,” ujar dia.

Hujan deras yang berlangsung pada Kamis (6/10) sekitar pukul 14.50 WIB menyebabkan air masuk ke lapangan MTsN 19 Jakarta Selatan dan mengakibatkan tembok pembatas roboh. Tembok itu menimpa tembok panggung tempat anak bermain. Akibatnya, ada tiga siswa yang wafat dan dua siswa dirawat.

photo
Sejumlah petugas Pemadam kebakaran dan BPBD DKI Jakarta melakukan penyisiran untuk mencari korban robohnya tembok sekolah di MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta, Kamis (6/10/2022). Dalam peristiwa tersebut tiga orang pelajar MtsN 19 meninggal dunia tertimpa tembok. - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Sementara itu, terkait upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pondok pesantren, Kemenag terus memproses regulasi mengenai hal tersebut. Regulasi tersebut diharapkan bisa diterbitkan pekan ini.

Sebelumnya, regulasi tersebut dalam tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono Abdul Ghofur mengatakan, regulasi pencegahan kekerasan di pesantren tersebut saat ini sudah ditandatangani oleh Menag.

“Sudah ditandatangani oleh Pak Menteri, tinggal saya mau menerima. Sudah selesai harmonisasi. Tinggal menunggu dari TU Menteri ke kami,” ujar Waryono.

 

 

Sudah ditandatangani oleh Pak Menteri, tinggal saya mau menerima. Sudah selesai harmonisasi

 

WARYONO ABDUL GHOFUR Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag
 

 

Dia pun berharap regulasi pencegahan kekerasan di pesantren tersebut bisa segera diterbitkan dan disahkan pekan ini. “Ya sebenarnya saya mengharap pekan ini,” ujar Waryono.

Setelah disahkan, kata dia, pihaknya akan melakukan sosialasi ke pesantren-pesantren, baik melalui Kemenag maupun asosiasi pesantren. “Sosialisasinya sendiri nanti ada. Tentu nanti secara struktural tentu lewat kabid, kasi, lewat Kemenag, atau lewat asosiasi,” kata Waryono.

Selain itu, Waryono juga merespons kasus dugaan pemerkosaan terhadap santriwati di salah satu pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Waryono berharap kejadian seperti itu tidak terjadi lagi di lingkungan pesantren.

“Ya, kita semua kan tidak berharap kejadian itu terjadi. Tapi, siapa sih yang bisa memastikan pencegahan exactly, itu kan gak bisa. Jadi, memang harus peduli kita semua. Jadi, kita harus memantau terus,” ujar Waryono.

Menag: Siswa Madrasah Bisa Beprestasi di Bidang Sains

Saat ini, siswa madrasah mampu berprestasi di bidang sains dan teknologi

SELENGKAPNYA

Kasus Robohnya Tembok MTsN 19 DKI Butuh Penyidikan

Perlu dilihat dari peran pembangunan oleh Kemenag yang membawahi MTsN

SELENGKAPNYA

Mutu Madrasah Ditingkatkan Lewat Konversi

Disparitas mutu madrasah masih tajam

SELENGKAPNYA