Trem di Eropa (Ilustrasi) | Antara

Bodetabek

Pemkot Bogor Dukung Pembangunan Trem Bersama LRT

Pembangunan proyek perkeretaapian tersebut telah masuk dalam RTRW Kota Bogor

BOGOR — Pemerintah Kota Bogor mendukung usulan Direktorat Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar proyek trem Kota Bogor bersamaan dalam satu paket dengan pembangunan kelanjutan light rail transit (LRT) tahap II Cibubur-Baranangsiang.

Pembangunan proyek perkeretaapian tersebut telah masuk dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor yang akan ditegaskan dalam peraturan daerah (perda) tentang transportasi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Rudy Mashudi menjelaskan, Pemkot Bogor sudah menyelesaikan Perda RTRW yang di dalamnya memuat rencana perkeretaapian dalam kota atau trem, termasuk kawasan transit oriented development (TOD). Hal itu dilakukan guna mendukung konektivitas antara LRT, trem, dan kereta api yang menjadi program strategis nasional.

“(Rencana trem) sudah masuk RTRW. Nanti ditegaskan lagi di Perda Transportasi, sedang dibahas sama dewan. Seharusnya nanti di masa sidang akhir tahun,” kata Rudy kepada Republika, Selasa (11/10).

 

 

(Rencana trem) sudah masuk RTRW. Nanti ditegaskan lagi di Perda Transportasi, sedang dibahas sama dewan

 

RUSDY MASHUDI Kepala Bappeda Kota Bogor
 

 

Untuk rencana jangka panjang, kata dia, saat LRT beroperasi di Kota Bogor, pemkot harus mengoneksikan angkutan yang ada di dalam kota. Sebab, jika tidak ada konektivitas, dikhawatirkan bisa terjadi hambatan bottle neck.

“Masalahnya kalau ada bottle neck itu nanti kita punya masalah baru. Nah, tentu komunikasi-komunikasinya harus dari sekarang, menyamakan anggaran pusat dengan kita,” ujarnya.

Rencana matang

Sebelumnya, Plt Dirjen KA Kemenhub Zulmafendi mengusulkan pembangunan trem Kota Bogor bisa satu paket dengan pembangunan lanjutan LRT tahap II Cibubur-Baranangsiang. Kelanjutan pembangunan LRT itu juga sudah memiliki studi dan perencanaan.

"Ini baru pemikiran sementara, apakah mungkin langsung digabung. Dan bisa saja pemkot diuntungkan dengan itu. LRT dengan trem saling connecting. Jadi, nanti bisa sama-sama kita kaji," ujarnya.

Dengan usulan itu, Zulmafendi mengatakan, Kemenhub siap membentuk tim untuk konsentrasi terhadap trem Kota Bogor. Sehingga dengan studi kelayakan atau feasibility study (FS) yang sudah ada tinggal dimatangkan kembali. Dia pun menilai trem merupakan salah satu solusi alternatif transportasi di Kota Bogor di tengah kondisinya yang semakin padat.

 

"Sangat kami dukung baik rencana ini. Ditjen KA sangat gembira dan menyambut baik bagaimana planning ke depan untuk pengembangan trem menjadi salah satu moda dan solusi pengaturan lalu lintas di Kota Bogor yang nyaman seperti dulu," ujarnya.

 

 

Pengembangan trem menjadi salah satu moda dan solusi pengaturan lalu lintas di Kota Bogor yang nyaman seperti dulu

 

ZULMAFENDI Plt Dirjen KA Kemenhub
 

 

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, perencanaan trem Kota Bogor sudah cukup matang. Setelah FS yang sudah dilakukan Colas Rail, Pemkot Bogor juga sudah melakukan komunikasi dengan PT KAI dan kajian dari Universitas Indonesia (UI).

"Kami butuh arahan lebih lanjut dari Kemenhub bagaimana langkah ke depan. Kami juga sudah berkomunikasi dengan PT INKA. Mereka berharap (trem) bisa terwujud," kata Dedie.

Dia menilai trem dapat menjadi transportasi yang representatif. Jika Kota Bogor sukses dalam menjalankan moda transportasi trem, akan menjadi contoh untuk kota-kota lainnya.

Orang Jawa dan Islam di Kaledonia Baru

Meski jauh dari kampung halaman, orang Jawa masih memegang teguh nilai-nilai agama dan adat mereka

SELENGKAPNYA

Ajakan Puasa Senin-Kamis Pak Habibie Kala Maulid Nabi

Mereka menyambut baik ajakan berpuasa yang disebut Habibie sebagai proses pembudayaan

SELENGKAPNYA

Kesederhanaan Sang Penakluk

Rasulullah sering harus berpuasa lantaran tak ada makanan yang bisa dimakan

SELENGKAPNYA