Seorang warga memegang bunga di samping foto korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, jawa Timur, Ahad (2/10/2022). | ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Kabar Utama

Tragedi Kanjuruhan Renggut Nyawa 33 Anak

Sebanyak 26 korban masih dalam perawatan.

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah merampungkan pendataan korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Saat ini, sebanyak 26 korban masih dalam perawatan. Sebanyak 33 anak teridentifikasi sebagai korban tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Berdasarkan hasil verifikasi Kemenkes, korban meninggal dunia sebanyak 125 orang. Data tersebut selaras dengan yang telah disampaikan Polri pada Ahad (2/10). 

Kepala Biro Humas Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyampaikan, jumlah korban luka ringan dan sedang sebanyak 219 orang dan luka berat 68 orang. “(Korban) masih dalam perawatan 26 orang dan meninggal 125 orang. Sampai sore ini (kemarin—Red), datanya sudah final,” kata Nadia saat dikonfirmasi pada Senin (3/10).

Nadia memastikan seluruh korban luka memperoleh pelayanan optimal dari tenaga kesehatan yang bertugas di fasilitas pelayanan kesehatan. Kemenkes akan terus memantau kebutuhan obat dan tenaga kesehatan dari kalangan spesialis yang dibutuhkan. “Semua biaya perawatan gratis oleh RS tempat dirawat,” katanya.  

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar penanganan para korban dilakukan secara cepat dan maksimal. Ia berharap korban jiwa dari insiden di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam tidak bertambah.  

“Presiden minta, nomor satu, adalah korban yang ada sekarang harus ditangani cepat karena masih ada 26 (yang dirawat). Itu mesti ditangani yang masih ada di rumah sakit,” kata Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (3/10). 

Presiden juga menginstruksikan agar penyelenggaraan kegiatan besar yang melibatkan banyak penonton harus dilakukan dengan persiapan yang lebih baik. Dengan begitu, tragedi di Stadion Kanjuruhan tak kembali terulang. 

Menurut Budi, pihaknya akan menggelar rapat bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dan pihak terkait untuk membahas standar penyelenggaraan kegiatan internasional. Kemudian, standar penyelenggaraan kegiatan tersebut akan disosialisasikan ke seluruh pihak terkait. 

“Jadi, yang tahu jangan hanya Menpora atau Menkes saja, tapi Polri harus tahu, TNI harus tahu, organisasi olahraga harus tahu, karena mungkin sebagian besar belum tahu,” ujar dia.

Menkes pun mengaku baru mempelajari aturan-aturan FIFA mengenai penyelenggaraan sepak bola. Oleh karena itu, Menkes menekankan, aturan-aturan tersebut harus disosialisasikan secara masif.  

photo
Petugas medis memindahkan jenazah korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan di RSUD Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur, Ahad (2/10/2022). - (ANTARA FOTO/R D Putra)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengonfirmasi ada 33 anak yang meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan. Mereka berusia antara empat hingga 14 tahun.

"Tiga puluh tiga anak meninggal dunia (terdiri atas) delapan anak perempuan dan 25 anak laki-laki," kata Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar saat dihubungi Antara di Jakarta, Senin (3/10).

Menurut Nahar, jumlah tersebut merupakan bagian dari 125 korban meninggal dunia berdasarkan data yang dirilis Polri. Sementara untuk jumlah anak yang dirawat di rumah sakit setempat masih terus dikonfirmasi. "Kami masih terus melengkapi datanya," kata Nahar.

Pihaknya bersama Dinas PPPA Provinsi dan Kabupaten/Kota Malang masih terus berkoordinasi dan berupaya menyediakan data khusus anak yang menjadi korban sebagai bahan pihak-pihak terkait melakukan intervensi layanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan, Presiden Jokowi telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh kementerian dan lembaga berkenaan dengan tragedi di Stadion Kanjuruhan. Salah satu instruksi itu meminta fasilitas pelayanan kesehatan di sekitar lokasi kejadian untuk tidak mempersoalkan biaya pengobatan para korban. 

"Biar negara yang mengurus seluruh perawatan bagi yang sakit, yang masih dirawat, dan sebagainya. Perlu obat ini, obat itu, perlu rumah sakit ini, rumah sakit itu, supaya dilakukan dengan baik, termasuk di dalamnya trauma healing," kata Mahfud.

Mahfud menjelaskan, pemerintah juga akan memberikan santunan sosial kepada para korban. Namun, ia belum dapat memerinci jenis bantuan yang bakal diberikan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan jajaran pemerintah daerah, termasuk pemerintah provinsi akan memberikan pelayanan yang baik kepada korban. Khofifah menegaskan, seluruh biaya perawatan kesehatan menjadi tanggungan pemerintah.  

“Semua layanan masyarakat di RS di kabupaten dan Kota Malang seperti RSSA (RSUD Saiful Anwar)," ucap Khofifah.  

Pemprov Jatim telah mencicil pemberian santunan takziyah untuk ahli waris korban yang meninggal dunia. Masing-masing ahli waris korban mendapatkan santunan sekitar Rp 10 juta dari Pemprov Jatim.

Jika yang bersangkutan warga Kota Malang atau Kabupaten Malang, mereka juga akan memperoleh santunan Rp 10 juta dari Pemkot atau Pemkab Malang. Bank Jatim juga memberikan santunan Rp 5 juta untuk masing-masing korban meninggal dunia. 

photo
Seorang keluarga korban meninggal tragedi Kanjuruhan pingsan usai menerima bansos di Kantor Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). - ( ANTARA FOTO/Irfan Anshori)

Bencana sosial

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyatakan, tragedi di Stadion Kanjuruhan merupakan bencana sosial. Dalam penanganan tragedi Kanjuruhan, Kementerian Sosial memberikan santunan Rp 15 juta per korban.

"Kalau korbannya dalam satu keluarga ada dua, kami juga berikan dua. Kalau ada tiga, ya, kita berikan tiga, standarnya begitu. Kita berikan ini, kemudian kita berikan sembako," kata mantan wali kota Surabaya itu.

Risma memberikan santunan kepada 125 ahli waris yang terdata oleh Kemensos di Kota dan Kabupaten Malang. Data tersebut akan terus berubah sesuai perkembangan di lapangan. 

Selain santunan ahli waris, Kemensos membantu evakuasi korban di stadion saat terjadi kericuhan, Sabtu (1/10), melalui Pelopor Perdamaian (Pordam) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), dilanjutkan dengan pendataan ahli waris korban meninggal. 

photo
Korban tragedi Kanjuruhan mendapatkan perawatan di RSUD Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Senin (3/10/2022). - (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)

Melalui unit pelaksana teknis (UPT) milik Kemensos di seluruh Indonesia, Kemensos melakukan layanan dukungan psikososial bagi keluarga korban meninggal. Selain itu, Kemensos memberikan dukungan bagi keluarga korban luka ringan maupun berat, baik yang ada di rumah sakit maupun yang ada di rumah duka.

Hukum Waris dan Prinsip Keadilan

Apa pun perubahan zaman, ketentuan hukum waris ini tetap berlaku sepanjang masa.

SELENGKAPNYA

Anak-Anak Turut Jadi Korban 

Menurut H, ada sejumlah anak-anak yang ikut menyelamatkan diri di warungnya.

SELENGKAPNYA

Lakukan Evaluasi Menyeluruh

Komas HAM menyatakan tragedi di Stadion Kanjuruhan sebagai tragedi kemanusian.

SELENGKAPNYA