Oni Sahroni | Daan Yahya | Republika

Konsultasi Syariah

Transfer Beda Mata Uang

Di antara contoh serah terima nonfisik adalah uang berhasil ditransfer atau diterima oleh rekening penerima.

 DIASUH OLEH USTAZ DR ONI SAHRONI; Anggota Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia

Assalamu’alaikum Wr Wb.

Saya mentransfer dana pada pagi hari dengan mata uang won, kemudian teman saya mentransfer (ke orang lain) pada sore harinya senilai uang yang saya transfer tadi dalam bentuk rupiah. Ada jeda sedikit, tapi sama-sama tunai (transaksi langsung antarrekening dengan teman saya). Kami saling transfer biasanya diinformasikan melalui Whatsapp, jadi tidak satu majelis. Apakah yang saya lakukan termasuk riba, karena ada jeda waktu transfer antara saya dan teman yang saya tukar uangnya? --Fatimah-Busan, Korea Selatan

Wa’alaikumussalam Wr Wb.

Transfer dengan mata uang yang berbeda sebagaimana dalam pertanyaan itu dibolehkan dan tidak termasuk riba (nasi’ah) selama penukaran mata uang berbeda jenis tersebut dilakukan secara spot dalam satu majelis (online) sebelum kedua pihak meninggalkan tempat transaksi.

Kesimpulan tersebut bisa dijelaskan dalam poin-poin berikut. Pertama, jika diilustrasikan ulang dalam contoh, yakni ibu A pada pukul 10.00 waktu Busan mentransfer uang 1.000 won ke bapak B untuk ditukarkan ke rupiah dan dikirim ke saudaranya di Kudus.

Pada pukul 10.15 waktu Busan, bapak B sesuai dengan permintaan melakukan penukaran ke rupiah dan mengirim melalui bank syariah ke Kudus sesuai permintaan ibu A. Jadi, yang menjadi isu syariah adalah, apakah dalam penukaran tersebut itu ada unsur riba nasi’ah atau tidak? Apakah transaksi tersebut boleh dilakukan secara online (transfer)?

Kedua, saat terjadi penukaran antarmata uang yang berbeda dalam proses transfer tersebut, penukaran itu harus dilakukan serah terima secara tunai atau spot sebelum para pihak meninggalkan tempat transaksi. Hal ini sebagaimana hadis Rasulullah SAW, “... Jika jenisnya berbeda, juallah sekehendakmu jika dilakukan secara tunai.” (HR Muslim).

Ketiga, serah terima dapat dilakukan secara fisik di mana pembeli dan penjual menerima fisik uang tersebut. Transaksi juga dapat dilakukan secara nonfisik, di mana kedua belah pihak memiliki uang tersebut walaupun fisik uangnya belum diterima. Semua merujuk pada kelaziman yang terjadi di masyarakat dan pasar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Oni Sahroni (@muamalah_daily)

Di antara dalil serah terima nonfisik tersebut adalah konsensus seluruh ulama bahwa mekanisme serah terima didasarkan pada tradisi pasar sehingga yang menjadi ukuran adalah perpindahan kepemilikan.

Keempat, di antara contoh serah terima nonfisik adalah uang berhasil ditransfer atau diterima oleh rekening penerima. Sedangkan, proses pencatatan rekening tersebut di penerima itu boleh tertunda jika itu bagian dari proses settlement.

Sebagaimana fatwa DSN MUI Nomor 28 tentang Jual Beli Mata Uang, “Transaksi spot, yaitu transaksi pembelian dan penjualan valuta asing untuk penyerahan pada saat itu (over the counter) atau penyelesaiannya paling lambat dalam jangka waktu dua hari. Hukumnya adalah boleh, karena dianggap tunai, sedangkan waktu dua hari dianggap sebagai proses penyelesaian yang tidak bisa dihindari dan merupakan transaksi internasional.”

Kelima, di antara salah satu contoh aplikasi dari ketentuan di atas adalah si A mentransfer kepada si B sebagai penyedia jasa transfer untuk mentransfer kepada si C berupa mata uang lain. Jika si A yang mentransfer sekaligus membeli, dipastikan selama komunikasi telah disepakati hingga ijab kabul terkait kurs atau nilai tukar yang disepakati. Kemudian, berapa dana yang harus ditransfer saat masing-masing bertransaksi dan terdapat foto bukti transfer tersebut.

Akan tetapi, jika si A yang mentransfer itu memberikan kuasa ke si B sebagai penyedia jasa transfer untuk melakukan penukaran, yang berkewajiban untuk melakukan transaksi spot adalah penyedia jasa selaku penukar uang dengan penjual. Penukar uang menyampaikan bukti penukaran kepada pihak yang melakukan transfer.

Sebagaimana standar syariah Internasional AAOIFI Nomor 1 tentang al-Mutajarah fi al-'Umulat bahwa saat transfer berhasil dilakukan walaupun proses settlement atau pencatatannya dilakukan, kemudian itu dikategorikan sebagai serah terima nonfisik (at-Taqabudh ala al-hukmy) dan dikategorikan sebagai transaksi spot. Wallahu a’lam.

Filosofi Seksual dalam Alquran (1)

Hubungan seksual harus disertai dengan kesadaran emosional-spiritual

SELENGKAPNYA

Mengusap Khuff

Hendaknya ketika mengenakan khuff, dia dalam keadaan suci (dari hadas)

SELENGKAPNYA

Bidadari untuk Lelaki di Surga, Bagaimana dengan Muslimah?

Muslimah akan menjelma sebagai perempuan jelita dan rupawan

SELENGKAPNYA