Warga menggunakan aplikasi media sosial Instagram di Jakarta, Senin (18/7/2022). Kemenkominfo akan memblokir beberapa aplikasi terkait adanya pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) sebagai upaya pemerintah Indonesia untuk melindungi konsumen ma | ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Khazanah

MUI Bangun Jaringan Mujahid Digital se-Indonesia

Mujahid digital di tiap provinsi akan dipantau dan dikoordinasi oleh MUI provinsi

JAKARTA -- Kongres Mujahid Digital yang digelar Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI) belum lama ini menghasilkan kesepakatan. Salah satunya membangun jaringan mujahid digital se-Indonesia.

Ketua Komisi Infokom MUI, Mabroer MS, mengatakan, mujahid digital di tiap provinsi akan dipantau dan dikoordinasi oleh MUI provinsi. "Salah satu tugas mereka (mujahid digital), memperbanyak konten-konten keislaman yang moderat (wasathiyah) di dunia digital, baik di media mainstream maupun media sosial," kata Mabroer kepada Republika, Selasa (20/9).

Ia mengatakan, Komisi Infokom MUI berharap di masa yang akan datang akan lebih banyak konten positif yang mengisi media mainstream dan media sosial. Sebaliknya, konten-konten negatif secara perlahan akan ditinggalkan orang seiring hadirnya konten-konten positif yang makin banyak.

Ia menjelaskan, mujahid digital tidak perlu membuat kontranarasi melawan isu-isu yang ada. Namun, mujahid digital melawannya dengan menghadirkan banyak konten-konten positif. Mujahid digital tidak mengikuti irama mereka yang membuat konten negatif, tetapi membuat irama sendiri dengan menyajikan konten positif.

photo
Kick-Off Kongres Mujahid Digital dan Konsolidasi Infokom MUI - (Instagram/MUIPusat)

Mabroer menegaskan, MUI bisa dikatakan sudah memenuhi syarat untuk menjadi narasumber dalam bidang keagamaan. "Bisa dikatakan, narasumber dari MUI punya kompetensi, bukan asal-asalan, mereka punya kompetensi di bidangnya masing-masing di bidang keagamaan, punya sanad keilmuan yang jelas, beda dengan narasumber seperti ustaz dadakan," ujarnya.

Ia menjelaskan, Komisi Infokom MUI bisa menggerakkan mujahid digital dari MUI provinsi dan kabupaten/kota. Komisi Infokom MUI ingin memfasilitasi narasumber dari kalangan tokoh keagamaan, kiai, habib, ulama yang alim di daerah, supaya ilmu mereka disebarkan di dunia digital dengan lebih masif.

Ia menambahkan, Kongres Mujahid Digital juga menyepakati untuk menyusun etika atau akhlak bermasyarakat di dunia digital. MUI sudah mempunyai fatwa bermuamalah di media sosial, selanjutnya akan dikembangkan menjadi etika bermasyarakat di dunia digital.

"Ini akan kita rumuskan, kemarin sudah disepakati poin-poin pokoknya, nanti akan kita rumuskan dengan tim di MUI pusat agar menjadi keputusan resmi," ujar Mabroer.

photo
Internet Sehat Untuk Anak. Warga ikut meramaikan kampanye internet sehat untuk anak saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jakarta, Ahad (31/7). Demi mengampanyekan sosial media yang sehat bagi anak-anak, Facebook membuat program bernama Think Before You Share di Indonesia. Kampanye tersebut mempunyai misi agar setiap pengguna Facebook dapat berpikir panjang sebelum mengunggah konten di media sosial (medsos). Pasalnya, setiap konten yang diunggah dapat berdampak ke pengguna medsos lainnya. Republika/ WihdanInternet Sehat Untuk Anak. Warga ikut meramaikan kampanye internet sehat untuk anak saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor di Jakarta, Ahad (31/7). Demi mengampanyekan sosial media yang sehat bagi anak-anak, Facebook membuat program bernama Think Before You Share di Indonesia. Kampanye tersebut mempunyai misi agar setiap pengguna Facebook dapat berpikir panjang sebelum mengunggah konten di media sosial (medsos). Pasalnya, setiap konten yang diunggah dapat berdampak ke pengguna medsos lainnya. Republika/ Wihdan - (Republika/ Wihdan)

Ia mengatakan, dengan etika bermasyarakat di dunia digital, diharapkan kalau ingin mengkritik, memberi masukan dan berkomentar dipikirkan dulu, agar penyampaiannya menggunakan bahasa yang pantas. Sebab, selama ini bahasa yang berkembang di dunia digital seperti tidak ada etika.

"Jadi, kesadaran bermasyarakat yang harmoni di dunia digital yang sedang kita kembangkan," ujar Mabroer.

Mabroer mengatakan, Kongres Mujahid Digital juga menyepakati untuk mengonsolidasikan seluruh kekuatan Infokom MUI di seluruh Indonesia melalui Komisi Infokom MUI pusat. Tujuannya, agar irama atau arus utama Islam wasathiyah atau moderat di dunia digital menjadi maksimal.

Ia menambahkan, jihad dulu maknanya positif, kemudian belakangan makna jihad disederhanakan. Maknanya melawan non-Muslim jadi jihad, membunuh dengan bom dianggap jihad.

"Maka, kita kembalikan makna jihad yang sebenarnya, suami mencari rezeki juga sedang jihad, jadi jihad maknanya luas sekali, tidak sempit, menyekolahkan anak jihad, menjadi guru mengajarkan ilmu juga jihad," kata Mabroer.

Mabroer mengatakan, mujahid digital ini tidak hanya dari MUI, tapi juga dari kalangan kaum milenial. Karena itu, akan ada forum dengan //youtuber// dan influencer setiap tiga bulan sekali.

 

Bercadar, Wajib, Sunah, atau Mubah?

Terdapat berbagai pandangan para fuqaha (ahli fikih) tentang cadar

SELENGKAPNYA

Perempuan dan Peradaban

Dua perempuan yang teguh menyiapkan generasi untuk tegaknya peradaban, yaitu istri Imran dan Maryam binti Imran.

SELENGKAPNYA

Ratu Siti Aisyah We Tenriolle, Penyelamat Epos La Galigo

Siti Aisyah berjasa mengumpulkan naskah La Galigo dan menulis ulang ke dalam bahasa bugis kuno

SELENGKAPNYA