Petugas membatu mengisi daya mobil listrik di SPBU Green Energy Station Fatmawati, Jakarta, Rabu (1/9/2021). | Prayogi/Republika.

Opini

Percepat Transisi Kendaraan Listrik

Pemerintah perlu mendorong bank, terutama bank BUMN mempermudah pinjaman pembelian mobil listrik.

ANIF PUNTO UTOMO, Wartawan dan Penulis Buku

Subsidi energi  Rp 502 triliun di mana separuh lebih untuk bahan bakar minyak (BBM) merupakan angka mengerikan. Dana besar yang bisa dialokasikan untuk menyejahterakan masyarakat, harus dibakar untuk subsidi kalangan mampu.

Kenaikan harga minyak yang berakibat pada membengkaknya subsidi perlu dijadikan momentum untuk segera bertransisi ke kendaraan listrik, baik mobil maupun motor. Apalagi terbukti mobil dan motor listrik jauh lebih hemat dibandingkan konvensional.

Mobil listrik: Jakarta-Bali pernah dicoba hanya menghabiskan Rp 250 ribu, sementara mobil BBM (Pertamax dengan asumsi konsumsi 1:10km) habis Rp 1,2 juta. Jadi untuk jarak sekitar 1.200 km perbandingannya Rp 250 ribu : Rp 1,2 juta.

Motor listrik: Pengisian penuh 2 kWh menghabiskan Rp 3.000 dan cukup untuk 60 km. Untuk jarak yang sama, motor skutik membutuhkan 1,5 liter RON 90 yang Rp 7.650 per liter atau menjadi Rp 11.475. Jadi untuk jarak 60 km perbandingannya Rp 3.000 : Rp 11.475.

 
Kenaikan harga minyak yang berakibat pada membengkaknya subsidi perlu dijadikan momentum untuk segera bertransisi ke kendaraan listrik, baik mobil maupun motor.
 
 

Pengembangan mobil listrik pernah diinisiasi Dahlan Iskan saat menjadi menteri BUMN. Namun karena dia tak bisa meyakinkan Presiden SBY, inisiatifnya tidak mendapat dukungan pemerintah.

Dahlan pun berjuang sendiri. Ia mengumpulkan ahli mesin dan mobil listrik yakni Mario Rivaldi, Dasep Ahmadi, Ravi Desai, dan Danet Suryatama. Mereka pada 2012 mulai bekerja sama dan tergabung dalam tim yang dinamakan Tim Putra Petir.

Banyak yang tak suka kenekatan Dahlan. Jadi begitu SBY turun dan Dahlan tak menjadi menteri, selesai semuanya. Mimpi Dahlan bukan hanya ambyar, juga berujung ironis. Dahlan diincar, ujung-ujungnya salah satu anggota Tim Putra Petir berakhir tragis, masuk penjara gara-gara prototipe mobil listrik.

Jokowi sebetulnya peduli dengan pengembangan mobil listrik tetapi tak meneruskan langkah Dahlan. Jokowi lebih memilih konsentrasi dulu di jantungnya mobil listrik, yakni industri nikel dan baterei.

Pemerintah menargetkan menghentikan penjualan motor bensin pada 2040. Setelah itu berlanjut ke 2050, menghentikan penjualan mobil bensin. Semua mengarah pada target utama yakni net zero emission tahun 2060.

 
Jokowi sebetulnya peduli dengan pengembangan mobil listrik tetapi tak meneruskan langkah Dahlan. Jokowi lebih memilih konsentrasi dulu di jantungnya mobil listrik, yakni industri nikel dan baterei.
 
 

Melihat kondisi sekarang, harga minyak cenderung terus naik, target itu perlu dipercepat.  Beberapa strategi bisa dilakukan. Pertama seluruh kendaraan dinas pemerintah (pusat dan daerah) baik motor maupun mobil diwajibkan kendaraan listrik.

Ini mulai jalan, pada 2021 jumlah kendaraan listrik di instansi pemerintah 13.236 unit mobil dan 39.883 unit motor. Target pada 2030 mencapai 531.513 unit mobil dan motor. Pelaksanaannya harus dikawal, jangan nanti ganti presiden target jadi kendur.

Hal sama seharusnya juga untuk BUMN, semua kendaraan yang dibiayai perusahaan wajib bertenaga listrik, baik yang beli maupun sewa. Jika ada karyawan membeli mobil atau motor, sarankan yang listrik dan beri fasilitas pinjaman menarik.

Kedua, kendaraan umum taksi. Perusahaan taksi Blue Bird mencoba mengawali memakai mobil listrik. Berlanjut pada 2022 dari 5.000 mobil yang dipesan, 500 mobil listrik. Pemerintah perlu memberi insentif agar persentase mobil listrik lebih besar. Taksi hemat di bahan bakar dan perawatan.

 
Hal sama seharusnya juga untuk BUMN, semua kendaraan yang dibiayai perusahaan wajib bertenaga listrik, baik yang beli maupun sewa.
 
 

Taksi online sudah ada yang listrik tapi sangat minim. Untuk mempercepatnya, Go Car dan Grab Car perlu memberikan fasilitas pinjaman pembelian mobil listrik. Pengemudi akan senang karena selain hemat, nantinya mobil menjadi milik sendiri.

Hal yang sama bisa diberlakukan untuk ojek online, berikan fasilitas pinjaman untuk motor listrik. Ketiga angkutan umum. Busway di Jakarta sudah uji coba bus listrik, jika ada pergantian bus mestinya semua diwajibkan bus listrik.

Ini perlu diterapkan juga di kota besar lain seperti Trans Jogja atau Trans Semarang. Di Palembang bahkan sudah satu langkah di depan, angkot mobil listrik.

Keempat menyasar masyarakat umum. Pemerintah perlu mendorong bank, terutama bank BUMN mempermudah pinjaman pembelian mobil listrik. Misalnya, bunga lebih rendah dibandingkan mobil ber-BBM.

Tantangan pengembangan mobil listrik saat ini, harga masih mahal dan minimnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).  Menyiasti mahalnya harga, pemerintah perlu memberikan insentif terutama terkait pajak.

Pajak kendaraan mobil listrik yang sepersepuluh dari pajak mobil bensin yang sudah diterapkan sangat menarik. Harus ada kebijakan pajak lain agar bisa menurunkan harga.

 
Indonesia sangat berkepentingan dengan transisi kendaraan ber-BBM ke listrik.
 
 

Dalam penyiapan infrastuktur SPKLU, yang digarap Pertamina dan PLN, tak boleh tanggung-tanggung. Jangan menunggu mobil listrik banyak baru bangun SPKLU, bangun dulu SPKLU untuk mempermudah pemakai mobil listrik. Infrastuktur itu sifatnya antisipatif bukan responsif.

Pada sidang G-20 di Bali 15-16 November nanti, seluruh fasilitas kendaraan mulai bus, mobil, sampai sepeda motor menggunakan bahan bakar listrik. Perhelatan ini bisa menjadi momentum gerakan konversi kendaraan listrik di Indonesia.

Indonesia sangat berkepentingan dengan transisi kendaraan ber-BBM ke listrik.

Jika semuanya kendaraan listrik, tak perlu lagi ribut kenaikan harga BBM, tak perlu lagi subsidi.  Kita tak perlu membuang ratusan juta dolar AS per hari hanya untuk mengimpor minyak mentah 800 ribu barel. Itulah kenapa transisi perlu dipercepat. 

Raden Saleh: Sayyid, Maestro, Pemberontak

Raden Saleh mewariskan sebuah masjid mungil di Dresden, Jerman

SELENGKAPNYA

Simalakama Harga BBM

Perlu fleksibilitas kebijakan kenaikan harga BBM.

SELENGKAPNYA

Meraih Ketenangan Hati

Ketenangan hati merupakan gerakan awal untuk bisa menguasai dan menyelesaikan persoalan.

SELENGKAPNYA