Nasional
Tiada Gencatan Senjata di Gaza
BoP batalkan rencana membangun Gaza.
GAZA – Status gencatan senjata di Gaza nyatanya hanya kebohongan semata. Sembilan warga Palestina, termasuk seorang ibu dan keempat anaknya, syahid dalam serangan Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza pada hari Selasa.
Menurut Palestine Chronicle, serangan terbaru menyasar Kota Gaza dan Jabaliya di wilayah utara Gaza, sementara pasukan pendudukan Israel juga melepaskan tembakan di sebelah timur Kota Gaza dan Khan Yunis.
Sumber-sumber setempat melaporkan bahwa pesawat tempur Israel membom rumah keluarga al-Masri di kawasan al-Sabra, Kota Gaza, sebelum fajar menyingsing. Tim Pertahanan Sipil mengevakuasi jenazah lima warga Palestina dari reruntuhan bangunan: seorang ibu, anak laki-lakinya, dan ketiga anak perempuannya.
Tim penyelamat menyatakan bahwa petugas pemadam kebakaran, dengan bantuan petugas dari Pemerintah Kota Gaza, berhasil memadamkan kobaran api besar yang melalap rumah tersebut dan mencegah api merambat ke rumah-rumah di sekitarnya, setelah sempat mengalami kesulitan menjangkau lokasi akibat dahsyatnya kobaran api.
Serangan terbaru ini terjadi beberapa jam setelah sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menghantam lantai satu tempat penampungan Al-Yaman Al-Saeed di kamp pengungsi Jabaliya, Gaza utara.
Empat warga Palestina tewas dalam serangan tersebut: Jamil Hammad Abu Shaqfa, putrinya Noor, Shireen Ismail Issa, dan Noor Hamdi Matar. Sejumlah orang lainnya dilaporkan terluka dalam serangan itu.
Sementara itu, ledakan yang disusul dengan tembakan gencar dilaporkan terjadi di sebelah timur Kota Gaza saat kendaraan militer Israel bergerak maju ke selatan kawasan Zaytoun.
Pasukan Israel juga melepaskan tembakan di sebelah timur Khan Yunis, sementara serangan artileri menyasar sejumlah wilayah di Jalur Gaza bagian selatan.
Serangan-serangan ini merupakan bagian dari pelanggaran berkelanjutan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata, yang mencakup serangan udara dan artileri terhadap wilayah tempat pengungsi Palestina berlindung, penghancuran bangunan di wilayah yang disebut sebagai "zona kuning", serta pembatasan yang terus berlangsung terhadap bantuan kemanusiaan, barang komersial, dan pergerakan orang.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 1.169 warga Palestina tewas, 3.756 terluka, dan 802 jenazah telah ditemukan sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Kementerian tersebut menambahkan bahwa total jumlah korban jiwa sejak dimulainya genosida Israel di Gaza pada 7 Oktober 2023 telah meningkat menjadi 73.283 warga Palestina yang tewas dan 173.875 orang terluka.
Kebohongan BoP
Sementara, Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) bentukan Presiden AS Donald Trump telah mengubah cakupan rencana pemulihan Gaza—yang awalnya bertujuan membangun kembali wilayah tersebut. Kini rencananya menjadi sekadar kamp sementara berisi "kabin portabel" di bawah administrasi dan kepolisian Palestina, serta didukung oleh pasukan keamanan internasional berskala kecil.
Menurut investigasi The Guardian yang diterbitkan pekan lalu, skema percontohan ini akan berlokasi di zona penyangga di sepanjang garis gencatan senjata dekat Rafah. Rancangan ini jauh berbeda dari gagasan yang dipresentasikan oleh menantu Trump, Jared Kushner, dalam paparan "Gaza pasar bebas" pada bulan Januari lalu, yang menjanjikan penyediaan infrastruktur dasar dalam waktu 100 hari.
Belum ada pekerjaan konstruksi atau persiapan yang dimulai untuk skema ini melalui Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF)—pasukan penjaga perdamaian multinasional dengan mandat PBB yang dibentuk berdasarkan rencana perdamaian Gaza tahun 2025.
Sebuah pangkalan logistik untuk ISF hampir rampung di perlintasan Kerem Shalom antara Israel dan Gaza; pasukan tersebut rencananya akan menjalani pelatihan di Mesir bersama personel dari Maroko, Kosovo, serta kemungkinan dari Albania dan Kazakhstan. Proses pelatihan ini akan memakan waktu berbulan-bulan, sementara kerangka hukum terkait kehadiran pasukan tersebut masih dalam tahap negosiasi dengan pemerintah Israel.
Skema percontohan ini disusun dua minggu lalu di Siprus oleh anggota Dewan Perdamaian, perwakilan pemerintahan Trump, Tony Blair Institute, dan Komite Nasional untuk Administrasi Gaza.
Pasukan Israel akan mundur dari garis gencatan senjata, dan kamp tersebut akan diawasi oleh ISF serta pasukan polisi Palestina yang terlatih khusus.
Dana untuk program percontohan ini kosong atau statusnya tidak diketahui. Hanya sebagian kecil dari dana sebesar 17 miliar dolar AS —yang dijanjikan untuk rencana perdamaian 20 poin Trump bagi Gaza—yang telah benar-benar tersedia.
Dewan Perdamaian sedang berupaya mengakses sebagian dari 11 miliar dolar AS dana pendapatan pajak Palestina serta aset bank yang dibekukan, disita, dan ditahan oleh Israel—tindakan yang memicu kemarahan Otoritas Palestina.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
