Internasional
Seratus Tentara AS Babak Belur Dihantam Serangan Iran
AS menyerang sejumlah fasilitas sipil Iran.
WASHINGTON – Kementerian Pertahanan Amerika Serikat alias Pentagon akhirnya mengakui kerugian dahsyat yang mereka alami akibat serangan balasan Iran belakanga. Koran Washington Post pada Senin (20/7/2026) melaporkan bahwa Departemen Pertahanan mengungkap data sedikitnya 100 tentara Amerika Serikat (AS) terluka akibat perang dengan Iran selama dua pekan terakhir.
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell mengonfirmasi data itu, sambil mengklaim bahwa sebagian besar dari mereka mengalami luka ringan dan sudah kembali bertugas. Parnell mengatakan bahwa, perkembangan data akan dipublikasi lewat basis data Departemen Pertahanan secara daring. Menurut data itu, 14 tentara AS tewas terbunuh dan 427 luka-luka sejak perang pecah pada 28 Februari 2026.
Untuk seratusan prajurit yang terluka baru-baru ini, seperempatnya dilaporkan menjadi korban akibat serangan dalam satu malam oleh Iran. Sejak awal bulan ini, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) memfokuskan serangan balasan mereka ke aset-aset militer AS di negara-negara Arab termasuk di Pangkalan Udara Salem dan Kamp Arifian di Kuwat, dan juga pelabuhan Mina Salman dan Pangkalan Sakhir di Bahrain.
Pentagon juga mengonfirmasi dua dari tiga tentara AS yang tewas terbunuh akibat serangan Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pada 17 Juli 2026. Keduanya adalah Letnan Tyler James Feehan (25) berasal dari Hawaii, dan Prajurit Isabella Gonzalez (19) dari Texas.
Sebelumnya, pasukan militer Iran menyebut telah menghancurkan setidaknya dua pesawat jet tempur Amerika Serikat (AS) dalam serangan terbaru rudal dan drone terhadap pangkalan udara di Yordania pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Satu dermaga di sekitar pangkalan udara itu juga diserang.
"Pasukan udara IRGC, untuk membalas kejahatan musuh Amerika tadi malam, telah melaksanakan gelombang ke-20 Operasi Nasr 2 dan melancarkan serangan dengan rudal dan drone terhadap hangar jet tempur dan area parkir Pangkalan Udara Al Azraq di Yordania. Setidaknya dua pesawat jet tempur dan tiga pesawat AS lainnya hancur lebur," kata Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataan yang disiarkan IRIB.
Selain itu, IRGC menyatakan juga telah menyerang dermaga pendukung untuk pengisian bahan bakar di sebuah pelabuhan Kuwait yang digunakan Angkatan Laut AS.
"Dalam gelombang ke-19 Operasi Nasr 2, drone dan rudal menghantam dermaga pendukung bahan bakar Angkatan Laut AS di Pelabuhan Al Ahmadi," kata IRGC.
Sementara, Iran terus melakukan serangan ke pangkalan-pangkalan AS di negara Teluk. Pada Selasa, Yordania menyatakan telah melumpuhkan lima pesawat nirawak (drone) yang datang dari arah Iran, menurut laporan kantor berita negara tersebut pada hari Selasa.
Sebelumnya pada hari yang sama, IRGC Iran mengklaim telah melancarkan sejumlah serangan terhadap target militer AS di Yordania, termasuk terhadap sistem radar pertahanan rudal dan sebuah jet F-15.
Militer Iran mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan pangkalan militer AS Sheikh Isa di Bahrain menggunakan pesawat nirawak (drone), demikian dilaporkan kantor berita negara Fars.
Menurut pihak militer, pangkalan tersebut merupakan salah satu fasilitas utama bagi Armada Kelima Angkatan Laut AS dan menjadi pusat operasi AS. Pihaknya menambahkan bahwa operasi ofensif akan terus berlanjut hingga "musuh jera dan menghentikan serangan mereka terhadap negara tersebut".
Korps Garda Revolusi Islam Iran juga menyatakan telah menyerang sebuah target komersial AS di Bahrain. Dalam pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita semi-resmi Tasnim, IRGC mengklaim bahwa pasukan kedirgantaraannya telah menghancurkan infrastruktur data pusat milik Amazon menggunakan rudal jelajah. Disebutkan bahwa serangan tersebut merupakan tanggapan atas serangan AS baru-baru ini terhadap infrastruktur sipil di Darkhovin.
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, mengutip sumber militer yang melaporkan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama tindakan agresif AS terus berlanjut.
Sumber tersebut mengatakan kepada Fars bahwa Teheran tidak akan memberikan izin bagi kapal mana pun untuk melintasi jalur perairan strategis tersebut.
"Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata Iran," demikian kutipan pernyataan sumber tersebut. "Setiap keputusan untuk membuka kembali atau melanjutkan pembatasan di jalur ini akan diambil semata-mata berdasarkan pertimbangan keamanan dan kepentingan nasional, dan situasi ini tidak akan berubah selama ancaman serta tindakan bermusuhan AS terus berlanjut."
Media dan pejabat Iran melaporkan beberapa serangan AS terhadap infrastruktur sipil di tengah eskalasi yang sedang berlangsung, termasuk jaringan jalan dan jembatan, rumah sakit, bandara, serta fasilitas air dan pangan.
Di kota Bandar Abbas—lokasi pusat angkatan laut utama dan pelabuhan komersial terbesar Iran—sebuah fasilitas kereta api dan Jembatan Kahurestan terkena serangan. Jembatan ini menghubungkan Bandar Abbas, yang terletak di Selat Hormuz, dengan kota-kota lain. Serangan tersebut menelan sejumlah korban jiwa, dan satu kendaraan jatuh dari jembatan.
Di wilayah lain provinsi Hormozgan, enam jembatan hancur di distrik Bandar Khamir, sehingga menghambat lalu lintas dari dan menuju Bandar Abbas, ibu kota provinsi tersebut.
Rumah Sakit Shahid Baghaei di kota Ahvaz (wilayah barat) terkena serangan dan tidak dapat beroperasi lagi, yang menyebabkan lebih dari 200 pasien harus dievakuasi.
Pabrik desalinasi di desa Bonji, distrik Jask (juga di provinsi Hormozgan), terkena serangan, sehingga memutus pasokan air bagi 10.000 orang.
Sejumlah bandara—termasuk di Iranshahr, Semnan, dan Jam—terkena serangan, sementara dermaga nelayan dan komersial di Sirik, Bandar Abbas, Kish, dan Asaluyeh juga diserang.
Menurut investigasi Aljazirah, serangan AS juga menyebabkan kerusakan parah pada pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Bushehr, satu-satunya PLTN yang beroperasi di Iran. Namun, pihak berwenang menyatakan bahwa fasilitas tersebut masih dapat berfungsi.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
