Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir. | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Nasional

Bio Farma Self Funding dalam Pengembangan Vaksin

Pemulihan sektor kesehatan dinilai harus dapat perhatian khusus dalam APBN 2023.

JAKARTA - Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengaku tidak bermasalah dengan pengurangan alokasi anggaran vaksin di Kementerian Kesehatan tahun 2023. Selama ini Biofarma menggunakan self funding dalam pengembangan vaksin BUMN.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merancang anggaran sebesar Rp 88,5 triliun untuk transformasi kesehatan tahun 2023. Anggaran tersebut dari alokasi anggaran kesehatan secara keseluruhan Rp 169,8 triliun tahun depan. Meski begitu anggaran transformasi kesehatan tersebut menurun dari tahun 2022 yang Rp 96,8 triliun karena ada pengurangan pengadaan vaksin sebesar Rp 10 triliun.

"Kami self funding untuk pengembangan vaksin BUMN. Untuk vaksin BUMN Bio Farma kami juga kerja sama dengan Baylor College Medicine USA dan ke depan pasti kami akan berkolaborasi dengan mitra luar negeri dan juga dalam negeri,” kata Honesti, Kamis (18/8).

Diketahui, vaksin Covid-19 BUMN merupakan hasil kerja sama BUMN Farmasi, Bio Farma dengan Baylor College of Medicine yang sudah terdaftar di tahap pengembangan kandidat vaksin WHO Covid-19 sejak Juni 2021. Menurut Honesti, saat ini pihaknya masih menunggu Izin Edar Dalam Keadaan Darurat (Emergency Use Authorization / EUA) dari Badan POM.

photo
Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro (tengah) berbincang dengan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir (kanan) saat kunjungan kerja di Gedung Bio Farma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Rabu (29/72020). - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

"Progress vaksin BUMN Bio Farma menunggu approval EUA dari BPOM," ujar dia.

Saat ini, Bio Farma juga telah menyelesaikan audit v aksin Covid-19 oleh LPPOM MUI dan dalam waktu dekat akan tersertifkasi untuk aspek kehalalannya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko mengatakan, penelitian vaksin di BRIN tidak terpengaruh oleh pengurangan anggaran vaksin di Kementerian Kesehatan untuk tahun anggaran 2023. Ke depan, BRIN akan tetap melakukan riset vaksin untuk aneka jenis penyakit menggunakan anggaran BRIN.

"Kalau anggaran vaksin di Kemenkes yang dikurangi tidak ada pengaruhnya untuk riset vaksin (di BRIN)," ujar Handoko.

Menurut dia, penelitian untuk segala jenis vaksin masih akan terus berlanjut, tidak hanya khusus vaksin Covid-19 saja. Karena sandaran riset untuk itu semua berada di BRIN dan akan menggunakan anggaran dari BRIN. Penelitian vaksin yang ada di BRIN, kata dia, untuk vaksin berbagai jenis penyakit seperti tuberkulosis (TBC) dan penyakit lainnya yang juga membutuhkan vaksin.

Ketua Tim Peneliti Vaksin Merah Putih Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Fedik Abdul Rantam tak menampik penelitian vaksin di Indonesia menjadi salah satu sektor yang terdampak kebijakan penghapusan anggaran penanganan Covid-19 pada 2023. Namun, ia memastikan pihaknya akan menyesuaikan anggaran sesuai alokasi yang diberikan.

Saat ini, sambung Fedik, Vaksin Merah Putih yang dikembangkan Unair sejak 12 Mei 2020 telah memasuki uji klinis fase 3 berupa injeksi kedua pada 4.005 subjek manusia. Evaluasi, kata Fedik, dilakukan setelah sebulan injeksi kedua.

Tim peneliti juga melakukan akselerasi uji klinis vaksin untuk pemanfaatan dosis penguat atau booster pertama. Ia berharap seluruh tahapan penelitian vaksin berplatform inactive virus atau virus yang dilemahkan itu bisa rampung sesuai jadwal pada akhir 2022.

Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati meminta agar pemerintah betul-betul serius memulihkan sektor kesehatan yang sempat terguncang dan porak-poranda akibat pandemi Covid-19. Pandemi membuat banyak tenaga kesehatan yang gugur, pelayanan kesehatan yang sempat terhenti, alat kesehatan yang tidak mampu memenuhi kebutuhan saat gelombang pandemi datang, dan tentu saja penurunan kualitas kesehatan masyarakat akibat pandemi Covid-19.

photo
Petugas kesehatan berada di ruang pemeriksaan di ruang vaksinasi saat dimulainya Uji Klinis Vaksin Merah Putih di RSUD Dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (9/2/2022). - (ANTARA FOTO/Didik Suhartono/wsj.)

"Oleh karena itu, pemulihan sektor kesehatan ini harus mendapat perhatian khusus dalam APBN 2023 ini," kata Kurniasih.

Stok kosong

Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, stok vaksin Covid-19 penguat (booster) tahap dua untuk tenaga kesehatan di Mataram kosong. Kegiatan vaksinasi booster dihentikan sementara.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, Usman Hadi mengatakan, pihaknya telah mengajukan usulan pendistribusian dosis vaksin booster kedua jenis Moderna ke Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebab,  aturannya jika booster pertama nakes mendapat vaksin Moderna, maka harus diberikan jenis yang sama untuk dosis berikutnya.

Harapannya, dosis vaksin segera dikirim agar kegiatan vaksinasi booster tahap dua nakes bisa dilanjutkan, dan 7.053 sasaran nakes bisa tuntas divaksinasi. "Semoga pekan ini dosis vaksin Moderna bisa kita terima," kata Usman.

Presiden: Jangan Ada Politik Identitas di 2024

Jokowi juga mengingatkan jangan ada lagi politisasi agama dan polarisasi sosial.

SELENGKAPNYA

Masjid Kekuatan Pemersatu

Peran tokoh agama di negara Pancasila mestinya penting.

SELENGKAPNYA

Anggaran Pendidikan Naik Jadi Rp 608,3 Triliun

Keseriusan daerah memprioritaskan bidang pendidikan harus diwujudkan dalam Neraca Pendidikan Daerah.

SELENGKAPNYA